JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Nur, mantan asisten rumah tangga (ART) Rien Wartia Trigina atau Erin, mantan istri Andre Taulany, kini telah kembali ke kampung halamannya di Cianjur, Jawa Barat. Namun, kepulangannya ke tengah keluarga ternyata belum sepenuhnya mengakhiri beban yang ia rasakan.
Perempuan tersebut masih berjuang memulihkan kondisi psikologisnya setelah mengalami berbagai tekanan yang disebut meninggalkan trauma mendalam. Menurut sang suami, salah satu pemicu ketakutan Nur berasal dari ucapan yang pernah disampaikan oleh majikannya sebelum ia memutuskan pergi.
“Soalnya yang si bu Erin bilang ke istri saya itu, ‘saya itu buronan’. Gitu. ‘Kamu itu buronan polisi’ katanya gitu,” kata suami Nur menirukan ucapan yang diterima istrinya.
Pernyataan tersebut disebut berkaitan dengan adanya laporan dugaan pencemaran nama baik. Meski demikian, ucapan itu rupanya membekas dalam benak Nur hingga membuatnya merasa takut terhadap aparat penegak hukum.
“Jadi takut kayak kalau lihat polisi saja takut jadinya,” tambah sang suami.
Tak hanya itu, Nur juga harus menghadapi tekanan dari media sosial. Namanya sempat ikut terseret dalam konflik yang melibatkan mantan majikannya, sehingga memunculkan berbagai komentar negatif dari warganet yang menganggap dirinya berada di pihak Erin.
“Ya, karena ada bullyan juga itu di sosmed itu. Saya juga makanya jarang lihat-lihat. Sedangkan kan istri saya di pihak seolah-olah di pihak bu Erin ya kayak begitu lihatnya orang-orang,” jelas sang suami.
Kondisi tersebut membuat Nur sempat menutup diri setelah tiba di rumah. Ia mengaku belum siap berinteraksi dengan banyak orang karena masih diliputi kecemasan.
“Takut saja takut belum siap ketemu orang kayak apa ya ada rasa takut kayak gitu loh enggak tahu kenapa,” tutur Nur.
Meski demikian, dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar perlahan membantu proses pemulihannya. Saat ini, Nur mulai berani melakukan aktivitas ringan di sekitar rumah, meski masih merasa khawatir untuk bepergian jauh.
“Sekarang kalau misalkan untuk keluar jauh sih belum. Kalau yang dekat kayak ke warung kayak gitu sama orang tua sudah. Tapi kalau yang jauh itu belum, kayak ada rasa takut,” pungkas Nur.
Seiring waktu, Nur berharap dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. Dukungan dari orang-orang terdekat menjadi kekuatan utama baginya untuk melewati masa sulit yang masih ia hadapi hingga saat ini.(04)










