SIDOARJO-JATIM|SUDUTPANDANG.ID- Bupati Sidoarjo H. Subandi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau progres pembangunan kembali Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (24/6/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek pembangunan kembali pondok pesantren dapat berjalan sesuai target dan standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Kunjungan tersebut dihadiri jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Agama, Forkopimda Sidoarjo, serta pengurus dan yayasan Ponpes Al-Khoziny.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan terhadap pembangunan kembali pesantren tersebut.
Menurutnya, pembangunan itu menjadi wujud komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para santri.
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat mendukung pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny. Ini menjadi bentuk kepedulian bersama agar para santri mendapatkan fasilitas pendidikan yang lebih baik, aman, dan nyaman,” ujar Subandi.
Ia menambahkan, Pemkab Sidoarjo akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat guna mengawal proses pembangunan hingga selesai.
“Harapannya, keberadaan fasilitas baru tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” harap Bupati Sidoarjo.
Sementara itu, AHY mengatakan, pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny yang berlokasi di Jalan Siwalanpanji II, Buduran, terus menunjukkan perkembangan positif.
Proyek yang didanai melalui APBN senilai sekitar Rp122 miliar itu kini telah mencapai progres lebih dari 50 persen dan ditargetkan rampung dalam beberapa bulan mendatang.
Menurut AHY, pembangunan mencakup tiga fasilitas utama yang saling terintegrasi, yakni asrama santri, masjid empat lantai, dan gedung pendidikan.
Asrama tersebut nantinya mampu menampung sekitar 830 hingga 850 santri dan ustaz, sedangkan masjid berkapasitas sekitar 1.200 jamaah.
Selain itu, sejumlah ruang kelas juga disiapkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para santri.
AHY menegaskan seluruh tahapan pembangunan berada di bawah pengawasan ketat Kementerian Pekerjaan Umum, kontraktor pelaksana, serta tim konsultan guna memastikan kualitas bangunan sesuai standar keselamatan.
“Tidak boleh ada yang sembarangan. Harus benar-benar sesuai dengan standar keselamatan,” tegasnya.
Pemerintah berharap pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny dapat menjadi langkah nyata dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang aman dan representatif. Dengan lingkungan yang lebih baik, para santri diharapkan dapat belajar dengan nyaman, memperdalam ilmu agama, serta tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(ACZ)










