Pererat Keharmonisan Warga, Koramil Sukapura Hadiri Puncak Ritual Tari Sodoran Hari Raya Karo Suku Tengger di Bromo

Kegiatan ritual adat Suku Tengger dalam rangka memperingati Hari Raya Karo di Desa Ngadisari (Foto Istimewa)

PROBOLINGGO – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Koramil 0820/08 Sukapura kembali mengawal dan mengamankan jalannya sejumlah rangkaian ritual adat Suku Tengger dalam rangka memperingati Hari Raya Karo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (31/7).

Ritual perayaan Hari Raya Karo adalah budaya adi luhur yang patut dilestarikan, dengan adat serta tradisi ritual perayaan Hari Raya Karo dimaknai sebagai simbol menjadikan situasi harmonis yang outputnya akan menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan.

Danramil Sukapura Kapten Inf Warsito mengatakan, tari sodoran merupakan tari yang menjadi pelengkap ritual Yadnya Karo, tari ini tampil sebagai tarian pembuka ritual Yadnya Karo. Yadnya Karo atau disebut juga Pujan Karo merupakan jenis perayaan terbesar Suku Tengger yang diadakan sekali dalam setahun.

BACA JUGA  Sudin Nakertransgi Gelar Pelatihan Mengemudi Untuk Tekan Pengangguran

Ritual biasanya digelar pada bulan Karo tahun Saka, tari sodoran gerakannya menyimbolkan asal-usul manusia. Sebagaimana yang diperagakan pada ritual tarian sodoran adalah sebuah legenda masyarakat Suku Tengger dan beberapa bukti sejarah yang mendukung keberadaan masyarakatnya

Peringatan Hari Raya Karo dilakukan Masyarakat Tengger di empat kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Timur, salah satunya Kabupaten Probolinggo dan hal ini harus kita dukung dan kita lestarikan. “Tari Sodoran bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi memiliki makna filosofis yang sangat dalam bagi masyarakat Tengger,”pungkasnya.(ACZ)