PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan menggelar kegiatan PASS Temenan Road to School dan Pengukuhan Angkatan PASS Temenan Tahun 2026 yang dipusatkan di UPT SMP Negeri 4 Pasuruan. Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah, guru pendamping, serta anggota PASS Temenan dari murid kelas VII, VIII, dan IX2 SMP negeri maupun swasta se-Kota Pasuruan.
PASS Temenan merupakan singkatan dari Kota Pasuruan Siap Sigap dalam Kegiatan Bersama Melawan Kekerasan di Satuan Pendidikan. Program ini merupakan wadah komunitas konselor sebaya yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan sebagai upaya pencegahan perundungan (bullying) dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama yang diisi prosesi Pengukuhan Anggota PASS Temenan Angkatan 2026, pembacaan Deklarasi PASS Temenan, doa bersama, serta amanat pembina apel yang mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan saling menghargai. Kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan Paskib SMP Negeri 4 Pasuruan.
Memasuki sesi utama, peserta memperoleh pemaparan mengenai program PASS Temenan, dilanjutkan dengan pengenalan komunitas PASS Temenan bersama MASUK Kelas, serta sesi diskusi dan refleksi. Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun komunikasi yang sehat, meningkatkan kepedulian terhadap teman sebaya, mengenali tanda-tanda perundungan, serta langkah yang tepat ketika menemukan maupun mengalami tindakan kekerasan di satuan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, anggota PASS Temenan diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai teman sebaya yang siap mendengar, mendampingi, dan menghubungkan (Look, Listen, Link) teman-temannya kepada guru atau pihak terkait apabila menemukan permasalahan di sekolah. Kehadiran konselor sebaya ini diharapkan menjadi salah satu strategi efektif dalam menciptakan budaya sekolah yang aman dan ramah bagi seluruh murid.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti sesi evaluasi dan penyusunan rencana tindak lanjut agar program PASS Temenan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing. Melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, sekolah, guru pendamping, dan para anggota PASS Temenan, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang bebas dari perundungan dan segala bentuk kekerasan, sehingga setiap murid dapat belajar, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.(ACZ)


