KUDUS | SUDUTPANDANG.ID – Pelatih Timnas Putri U16 Hong Kong, Chan Shuk Chi, tetap bangga terhadap perjuangan anak asuhnya meski gagal meraih kemenangan pada laga perdana Grup A Srikandi Merdeka Cup 2026.
Hong Kong U16 harus puas bermain imbang 0-0 melawan Malaysia U16 pada pertandingan yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat. Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin dari pertandingan pertama Grup A.
Chan menilai hasil imbang bukan sesuatu yang perlu disesali. Ia justru mengapresiasi kerja keras para pemain yang mampu menjalankan pertandingan dengan baik meski menghadapi sejumlah tantangan dalam proses persiapan.
“Mereka bekerja sangat keras. Saya merasa bangga kepada mereka,” ujar Chan dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat.
Pertandingan Hong Kong U16 kontra Malaysia U16 berlangsung cukup terbuka. Kedua tim saling menciptakan peluang sepanjang pertandingan, tetapi tidak ada yang mampu memecah kebuntuan hingga wasit meniup peluit panjang.
Bagi Chan, pertandingan pertama di sebuah turnamen selalu membutuhkan proses adaptasi. Karena itu, ia tidak ingin hasil imbang tersebut menjadi alasan untuk menyalahkan pemain.
Chan menjelaskan bahwa skuad Hong Kong masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi di Indonesia. Sebelum mengikuti Srikandi Merdeka Cup 2026, para pemainnya menjalani agenda persiapan yang cukup padat, termasuk berlatih di Jepang dengan kondisi cuaca yang lebih dingin.
Perbedaan cuaca tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pemain Hong Kong ketika tampil di Kudus. Kondisi tersebut membuat proses adaptasi fisik menjadi bagian penting dalam persiapan tim.
“Jadi mereka (pemain) tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan adaptasi cuaca. Saya pikir itu juga terasa cukup menantang untuk bermain,” ungkap Chan.
Meski demikian, pelatih Hong Kong tersebut tidak menjadikan faktor cuaca sebagai alasan utama kegagalan tim meraih kemenangan. Ia tetap memberikan apresiasi terhadap pemain yang mampu menjaga konsentrasi dan menjalankan instruksi selama pertandingan.
Menurut Chan, pengalaman menghadapi Malaysia juga memberikan pelajaran penting bagi para pemain muda Hong Kong. Pertandingan kompetitif seperti Srikandi Merdeka Cup dapat membantu mereka mendapatkan pengalaman internasional sekaligus meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai karakter permainan.
Hong Kong sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol. Namun, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat peluang tersebut belum menghasilkan gol. Malaysia juga beberapa kali memberikan ancaman, tetapi pertahanan Hong Kong mampu mengantisipasinya.
Hasil 0-0 akhirnya menjadi skor akhir pertandingan. Kedua tim pun harus berbagi satu poin pada laga pembuka Grup A.
Dengan hasil tersebut, Hong Kong dan Malaysia memiliki modal satu poin dalam persaingan fase grup. Posisi kedua tim masih sangat terbuka karena masing-masing masih memiliki pertandingan berikutnya untuk mengumpulkan tambahan poin.
Chan pun kini mulai mengalihkan fokus kepada pertandingan kedua Grup A. Hong Kong U16 akan menghadapi Arab Saudi U16 pada Minggu (16/8/2026).
Pertandingan tersebut kembali akan digelar di Supersoccer Arena, Kudus. Kick-off dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB.
Laga melawan Arab Saudi menjadi kesempatan bagi Hong Kong untuk meraih kemenangan pertama di Srikandi Merdeka Cup 2026. Namun, sebelum itu, tim pelatih akan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk melakukan evaluasi terhadap penampilan saat menghadapi Malaysia.
Evaluasi terutama diperlukan untuk meningkatkan efektivitas serangan dan penyelesaian akhir. Hong Kong mampu menciptakan beberapa peluang pada laga pertama, tetapi belum berhasil mengubah kesempatan tersebut menjadi gol.
Selain aspek teknis, proses pemulihan dan adaptasi pemain juga menjadi perhatian. Dengan jadwal pertandingan yang berdekatan, tim Hong Kong perlu menjaga kondisi fisik pemain agar mampu tampil maksimal pada laga berikutnya.
Chan berharap para pemain dapat mengambil pengalaman dari pertandingan melawan Malaysia dan menunjukkan perkembangan ketika menghadapi Arab Saudi. Ia juga menilai dukungan serta pengalaman bertanding di Indonesia akan membantu pemain muda Hong Kong dalam proses perkembangan mereka.
Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi salah satu kesempatan bagi Timnas Putri U16 Hong Kong untuk menguji kemampuan menghadapi lawan dari kawasan Asia.
Turnamen ini juga menjadi ruang penting bagi pemain muda untuk memperoleh pengalaman bertanding dalam atmosfer kompetitif.
Bagi Chan, hasil imbang pada laga perdana bukan akhir dari perjalanan Hong Kong.
Dengan masih adanya pertandingan berikutnya, peluang untuk memperbaiki posisi di Grup A tetap terbuka.
Hong Kong kini harus segera beradaptasi dan meningkatkan kualitas permainan.
Laga kontra Arab Saudi akan menjadi ujian berikutnya sekaligus kesempatan untuk membuktikan bahwa skuad muda Hong Kong mampu berkembang sepanjang turnamen.(09/AGF)










