JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Batalyon Arhanud 10/ABC memanfaatkan lahan di lingkungan satuan untuk mengembangkan urban farming ayam petelur.
Program tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan prajurit.
Kegiatan peternakan ayam petelur itu dikembangkan di lingkungan Batalyon Arhanud 10/ABC, Bintaro, Jakarta. Lahan yang tersedia dimanfaatkan secara produktif dengan mengelola ayam petelur sehingga dapat menghasilkan sumber pangan bagi anggota satuan.
Pemanfaatan lahan tersebut menjadi salah satu langkah satuan dalam mendorong kemandirian pangan dari lingkungan sendiri. Selain menghasilkan telur, kegiatan itu juga menjadi bentuk pengelolaan lahan agar memberikan manfaat secara langsung bagi prajurit.
Hasil produksi telur dari peternakan ayam tersebut kemudian dibagikan kepada prajurit Batalyon Arhanud 10/ABC. Pembagian itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan anggota satuan dan keluarganya.
Program urban farming ini menunjukkan bahwa upaya membangun ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Ruang yang tersedia di lingkungan satuan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan apabila dikelola secara terencana.
Pengembangan ayam petelur juga menjadi bagian dari kegiatan produktif yang melibatkan lingkungan internal satuan. Pengelolaan peternakan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dan kapasitas lahan yang tersedia.
Melalui kegiatan tersebut, prajurit tidak hanya mendapatkan hasil produksi berupa telur. Mereka juga dapat memperoleh pengalaman dalam mengelola kegiatan produktif yang memiliki manfaat ekonomi dan pangan.
Pemanfaatan lahan untuk peternakan ayam petelur menjadi salah satu contoh penerapan urban farming di lingkungan satuan. Konsep tersebut dapat menjadi alternatif untuk mengoptimalkan lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.
Bagi Batalyon Arhanud 10/ABC, keberadaan peternakan ayam petelur diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi anggota. Produksi telur yang dihasilkan menjadi sumber pangan yang dapat langsung dimanfaatkan oleh prajurit.
Selain memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan tersebut juga mendukung terciptanya lingkungan satuan yang produktif. Pemanfaatan lahan secara optimal dapat menjadi bagian dari langkah sederhana untuk membangun kemandirian pangan secara berkelanjutan.
Pengelolaan ayam petelur juga masih dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan satuan. Jika dilakukan secara konsisten, produksi pangan dari lingkungan sendiri berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota.
Ketahanan pangan pada dasarnya dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Pemanfaatan lahan yang tersedia untuk menghasilkan bahan pangan menjadi salah satu langkah praktis yang dapat dilakukan secara bertahap.
Dalam konteks Batalyon Arhanud 10/ABC, kegiatan urban farming ayam petelur memberikan manfaat langsung karena hasil produksinya dibagikan kepada prajurit. Dengan demikian, lahan yang tersedia tidak hanya menjadi ruang kosong, tetapi dapat diubah menjadi sumber pangan.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kreativitas dalam mengelola fasilitas yang dimiliki satuan. Lahan terbatas tetap dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dengan menyesuaikan jenis usaha pangan yang dikembangkan.
Ke depan, pengelolaan peternakan ayam petelur diharapkan dapat terus ditingkatkan. Optimalisasi pemeliharaan dan produksi dapat dilakukan secara bertahap agar manfaat kegiatan semakin dirasakan oleh anggota satuan.
Bagi prajurit, hasil produksi telur menjadi manfaat nyata dari program tersebut. Sementara bagi satuan, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang produktif serta mendukung ketahanan pangan.
Langkah Batalyon Arhanud 10/ABC memanfaatkan lahan satuan untuk urban farming menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui kegiatan sederhana di lingkungan masing-masing. Dari lahan yang tersedia, dihasilkan telur yang kemudian dapat dikonsumsi dan dibagikan kepada prajurit.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pemanfaatan lahan di lingkungan Batalyon Arhanud 10/ABC, Bintaro. (Egi/09)











