Alumni ToT PPNK Lemhannas Angkatan 39 Perkuat Kebersamaan dan Kontribusi untuk Bangsa

Alumni ToT PPNK Lemhannas Angkatan ke-39 mengikuti Mubes dan temu kangen di Jakarta sebagai momentum memperkuat kebersamaan, kolaborasi, dan kontribusi bagi bangsa, Minggu (6/9/2026). (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Alumni Training of Trainers (ToT) Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-39 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) memperkuat komitmen menjaga kebersamaan sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Besar (Mubes) sekaligus temu kangen Alumni ToT PPNK Angkatan ke-39 yang digelar di Hotel Sofyan Cut Meutia, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan mengusung tema “Merajut Silaturahmi Alumni ToT PPNK Angkatan ke-39 Lemhannas Guna Memperkuat Kebersamaan, Bersinergi dan Berkontribusi untuk Bangsa”.

Forum tersebut menjadi momentum mempererat hubungan setelah para peserta menyelesaikan program ToT PPNK sekaligus membahas arah organisasi alumni ke depan.

Ketua ToT PPNK Angkatan ke-39, Harsen Roy Tampomuri, mengatakan Mubes menjadi langkah awal untuk membangun wadah alumni yang mampu menjaga kebersamaan, memperkuat kapasitas anggota dan menghasilkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Alumni ToT PPNK Lemhannas Angkatan ke-39 mengikuti Mubes dan temu kangen di Jakarta sebagai momentum memperkuat kebersamaan, kolaborasi, dan kontribusi bagi bangsa, Minggu (6/9/2026). (Foto: AGF/SP).

Menurut Harsen, arah pengembangan organisasi alumni dirangkum melalui tagline “Rumah Kolaborasi, Bersama, Bermanfaat, dan Berkualitas”. Konsep tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk menjadikan organisasi sebagai ruang bertemu, bertukar gagasan dan mengembangkan kolaborasi.

“Hari ini TOT PPNK Lemhannas Angkatan 39 ketemu untuk musyawarah. Di musyawarah itu kemudian kita membahas banyak hal, bagaimana angkatan ini ke depan, bagaimana kebersamaan ke depan,” ujar Harsen.

Ia menyebut Mubes dan temu kangen tersebut merupakan kegiatan pertama yang digelar setelah pelaksanaan ToT PPNK pada Juni 2026. Karena itu, momentum tersebut diharapkan menjadi awal bagi berbagai agenda kolaboratif dan strategis.

“Ini kegiatan yang pertama. Semoga bisa jadi awal yang kemudian ke depan bisa continue untuk melaksanakan agenda-agenda kolaborasi maupun strategis ke depan,” katanya.

Harsen menjelaskan terdapat tiga pilar utama yang akan menjadi fokus pengembangan organisasi, yakni kebersamaan, kebermanfaatan serta peningkatan kualitas dan kapasitas alumni.

Pada pilar kebersamaan, salah satu gagasan yang disiapkan adalah Kopi Kebangsaan. Forum tersebut akan menjadi ruang diskusi mengenai isu strategis dan kebangsaan dengan mengutamakan kualitas gagasan, bukan sekadar jumlah peserta.

BACA JUGA  AMKI Bersama GPIB Siap Membawa Siswa Berprestasi Go Internasional

Format kegiatan dapat dikembangkan melalui Focus Group Discussion (FGD), partnership dialogue maupun policy dialogue. Forum tersebut juga akan memberikan ruang kepada alumni untuk menampilkan kompetensi dan gagasan sekaligus membuka kolaborasi dengan pihak eksternal.

“Bukan pada kopinya sih, tapi pada kita ngumpul, membangun bersama, kemudian ke depan kita bisa dorong untuk kegiatan-kegiatan diskusi yang mungkin tidak akan terlalu mementingkan sisi kuantitas, tapi kualitas dari diskusi,” jelas Harsen.

Alumni ToT PPNK Lemhannas Angkatan ke-39 mengikuti Mubes dan temu kangen di Jakarta sebagai momentum memperkuat kebersamaan, kolaborasi, dan kontribusi bagi bangsa, Minggu (6/9/2026). (Foto: AGF/SP).

Pilar kedua adalah kebermanfaatan. Harsen menilai kekompakan alumni harus diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Karena itu, Alumni ToT PPNK Angkatan 39 menyiapkan gagasan Gerakan Alumni 39 Mengabdi. Program ini dapat dilaksanakan dengan mengunjungi desa atau daerah tertentu untuk menggelar seminar, dialog kebangsaan hingga aksi sosial.

“Kita ke depan berharap ada Gerakan Alumni 39 Mengabdi. Misal kita datang ke satu desa atau satu daerah, di sana kita lakukan seminar atau dialog kebangsaan, dan juga ada aksi sosial yang kita bisa rangkai atau kita bisa dorong lakukan bersama-sama dengan teman-teman alumni 39,” kata Harsen.

Sementara pilar ketiga berfokus pada peningkatan kualitas alumni. Menurut Harsen, setiap anggota telah memiliki pengalaman dan kompetensi masing-masing, tetapi pengembangan kapasitas tetap diperlukan agar kemampuan tersebut semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

Salah satu program yang disiapkan adalah Masterclass Series melalui kegiatan reskilling dan upskilling. Materinya antara lain public speaking pada level pelatih, kolaborasi riset dan pengembangan kompetensi lainnya.

“Orang-orang ini sudah punya kualitas semua, tapi bagaimana kita berharap ada yang namanya reskilling dan upskilling. Jadi sudah ada kita tambahkan lagi, kita meningkatkan kembali kapasitas kualitas dari masing-masing alumni yang ada,” ungkapnya.

BACA JUGA  Panitia Gercep, Persiapan Pemilihan Ketua PWI Jaya 2024-2029 Telah Dimulai

Di sisi lain, Ketua Panitia Mubes dan Temu Kangen Alumni ToT PPNK Angkatan ke-39, Winyono Iman Santoso, S.Sos., M.Ikom., menilai pertemuan tersebut memberikan kesan mendalam karena mempertemukan alumni dari berbagai latar belakang profesi dan kompetensi.

“Yang kemarin itu membuat kesan yang sangat-sangat luar biasa. Saya bertemu dengan para profesor, saya bertemu dengan para dokter, saya bertemu dengan semua orang yang memang luar biasa,” ujar Winyono.

Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang dapat menjadi modal membangun jaringan kolaborasi. Ia optimistis Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia berkualitas yang dapat mengambil peran dalam pembangunan.

“Indonesia saya pikir tidak banyak kekurangan orang bintang. Indonesia, saya pikir, kita mesti bisa optimis untuk menjalankan negeri ini dengan baik,” katanya.

Winyono menegaskan, Mubes dan temu kangen tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mengajak seluruh alumni meninggalkan berbagai perbedaan dan kesalahpahaman yang pernah terjadi untuk membangun kebersamaan yang lebih kuat.

“Bapak, Ibu sekalian, saya minta dengan hormat, mari maafkan teman-teman yang mungkin pernah berbuat salah kepada kita. Mari kita melangkah ke depan, kita maju, kita bikin 39 semakin menyala,” tegas Winyono.

Ia juga berharap seluruh anggota Angkatan 39 dapat terlibat dalam agenda organisasi berikutnya. Menurutnya, kekompakan akan semakin kuat apabila seluruh alumni memiliki kesempatan untuk bertemu dan berkontribusi.

“Hari ini merupakan sebuah silaturahmi yang sungguh-sungguh luar biasa. Tapi besok target kita adalah seluruh kawan-kawan yang ada di luar semuanya wajib datang. Kita atur bagaimana caranya supaya semua datang,” ujarnya.

Winyono bahkan membuka kemungkinan pertemuan alumni berikutnya digelar dalam skala lebih besar agar seluruh anggota dapat hadir.

“Kalau perlu kita booking satu hotel semua. Bagaimana caranya supaya 39 tetap menyala, 39 tetap kompak,” katanya.

BACA JUGA  "PWI Jaya Berbagi" Ramadhan Bantu Sembako dan Santunan Dhuafa- Warakawuri

Ia menilai semangat kebersamaan harus dilandasi niat baik dan kepentingan bersama. Prinsip tersebut, kata Winyono, menjadi pegangan dalam menjalankan berbagai aktivitas.

“Target saya adalah 39 selalu menyala. 39 dikenal dengan warna panasnya, 39 dengan orang-orang yang baik dan berintegritas,” tegasnya.

Dengan latar belakang alumni yang berasal dari berbagai bidang, mulai akademisi, guru, media, hingga profesi lainnya, Angkatan 39 memiliki potensi besar untuk membangun kolaborasi lintas sektor.

Harsen berharap seluruh anggota tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil bagian dalam setiap agenda organisasi.

“Ke depan kita harap akan ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya kolaboratif. Bukan satu orang saja yang kemudian tampil untuk mendorong kegiatan-kegiatan alumni, tapi semua akan ambil bagian untuk kegiatan alumni ke depan,” ujarnya.

Mubes dan temu kangen tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan komunikasi, jaringan dan kapasitas alumni sekaligus menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Semangat tersebut menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai kebangsaan yang diperoleh selama mengikuti PPNK Lemhannas RI. Nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi diharapkan diterjemahkan melalui kerja sama dan kontribusi nyata.

Winyono berharap semangat Angkatan 39 dapat menjadi inspirasi bagi alumni dari angkatan lainnya.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan sebuah inspirasi buat kakak-kakak yang lain,” ucapnya. (09/AGF).