Nikah Massal Warnai Satu Abad Rahmi Hatta

Sebanyak 34 pasangan mengikuti nikah massal “Ikatan Cinta” dalam rangkaian peringatan satu abad Rahmi Hatta di Tennis Indoor GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Genap satu abad usia Rahmi Hatta menjadi momentum bagi keluarga besar Yayasan Meutia Hatta untuk meneruskan nilai kepedulian sosial yang selama ini melekat pada sosok pendamping Proklamator Mohammad Hatta tersebut.

Salah satu wujud kepedulian itu diwujudkan melalui kegiatan nikah massal bertajuk “Ikatan Cinta” yang mempertemukan 34 pasangan dalam prosesi pernikahan di Tennis Indoor GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Prosesi nikah massal tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Muhammad Syafi’i. Kehadiran pemerintah menegaskan bahwa perkawinan tidak hanya memiliki dimensi agama dan sosial, tetapi juga merupakan peristiwa hukum yang memberikan kepastian terhadap hak dan kewajiban pasangan serta anak-anak.

Sebanyak 34 pasangan mengikuti nikah massal “Ikatan Cinta” dalam rangkaian peringatan satu abad Rahmi Hatta di Tennis Indoor GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). (Foto: AGF/SP).

Ketua Pelaksana kegiatan, Fajrin Saadi, mengatakan nikah massal menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu abad Rahmi Hatta sekaligus langkah awal Yayasan Meutia Hatta dalam meneruskan kepedulian sosial yang diwariskan keluarga.

“Ini bukan sekadar perayaan satu abad Rahmi Hatta. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk meneruskan nilai kepedulian beliau kepada masyarakat. Salah satunya melalui nikah massal, karena masih banyak masyarakat yang menghadapi kendala sosial dan ekonomi untuk melangsungkan pernikahan secara resmi,” ujar Fajrin.

Menurut Fajrin, kegiatan tersebut tidak berdiri sendiri. Yayasan Meutia Hatta berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, untuk memperluas manfaat berbagai program sosial kepada masyarakat.

Ia menuturkan, persoalan administrasi dan status hukum perkawinan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Karena itu, Yayasan Meutia Hatta ingin mendorong program yang tidak hanya menyasar pasangan yang hendak menikah, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait status hukum perkawinan.

BACA JUGA  Gelar Buka Puasa Bersama, PN Jaktim Santuni Anak Yatim

“Kami ingin bekerja sama dengan berbagai pihak agar semakin banyak masyarakat, terutama keluarga yang selama ini menghadapi kendala, memperoleh kepastian dan perlindungan hukum,” katanya.

Semangat kepedulian juga tercermin dari sejumlah kegiatan sosial yang digelar bersamaan dengan nikah massal. Yayasan Meutia Hatta menghadirkan aksi donor darah, layanan pembuatan paspor, serta ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Sebanyak 34 pasangan mengikuti nikah massal “Ikatan Cinta” dalam rangkaian peringatan satu abad Rahmi Hatta di Tennis Indoor GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). (Foto: AGF/SP).

Bagi keluarga Rahmi Hatta, rangkaian kegiatan itu bukan sekadar agenda seremonial. Nilai yang hendak diteruskan adalah keteladanan Rahmi Hatta dalam memberikan perhatian kepada masyarakat dan lingkungan sosial di sekitarnya.

“Warisan Ibu bukan hanya sesuatu yang berbentuk benda atau peninggalan, tetapi lebih kepada contoh hidup. Ibu selalu belajar, mengajak orang lain dan memberikan teladan tanpa memaksa. Kepedulian itu yang ingin kami teruskan,” tutur Fajrin.

Sementara itu, Meutia Hatta mengungkapkan rasa haru atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum satu abad Rahmi Hatta menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan orang tuanya masih relevan untuk diteruskan kepada generasi sekarang.

Ia menyebut kepedulian Rahmi Hatta terhadap masyarakat merupakan bagian dari perjalanan panjang keluarga Hatta. Nilai tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari keteladanan Mohammad Hatta dalam mengabdikan diri bagi bangsa.

BACA JUGA  Rayakan HUT Ke-25, JICT Lakukan Aksi Sosial Pada Masyarakat

“Yang membuat saya terharu adalah melihat kepedulian Ibu bisa diteruskan. Ada masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk menikah, ada yang menghadapi berbagai kesulitan, dan hari ini kita bisa hadir bersama mereka,” ujar Meutia.

Meutia menambahkan, Yayasan Meutia Hatta tidak berhenti pada kegiatan nikah massal. Berbagai program sosial akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Semangat tersebut selaras dengan pesan Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i yang menempatkan keluarga sebagai fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, masyarakat pada dasarnya merupakan kumpulan keluarga. Karena itu, semakin kuat dan tertata kehidupan keluarga, semakin kuat pula fondasi kehidupan sosial.

“Negara menaruh perhatian serius terhadap pernikahan warga negaranya. Pernikahan bukan hanya peristiwa sosial dan keagamaan, tetapi juga peristiwa hukum yang memberikan kepastian terhadap hak dan kewajiban suami, istri serta anak,” kata Muhammad Syafi’i.

Ia menjelaskan, secara administratif pelaksanaan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) pada dasarnya tidak menjadi beban biaya bagi masyarakat. Namun, faktor sosial dan budaya terkadang membuat sebagian pasangan mengalami kesulitan untuk melangsungkan pernikahan secara resmi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya kehadiran negara dan kolaborasi dengan masyarakat sipil untuk membantu pasangan memperoleh kepastian hukum.

“Negara hadir bukan hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui pelayanan langsung kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini memiliki arti penting,” ujarnya.

BACA JUGA  Melalui Bowling Fun Games 2026, IPC TPK dan Mitra PBM Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi Dorong Operational Excellence

Muhammad Syafi’i juga mengapresiasi Yayasan Meutia Hatta dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kolaborasi semacam ini dapat menjadi model kegiatan sosial yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Ia menekankan bahwa tujuan pernikahan tidak berhenti pada terlaksananya akad. Pasangan yang telah mengucapkan janji suci diharapkan mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Bagi 34 pasangan yang mengucapkan akad pada kegiatan “Ikatan Cinta”, Tennis Indoor GBK menjadi saksi dimulainya perjalanan baru dalam kehidupan berkeluarga.

Momentum satu abad Rahmi Hatta pun menemukan maknanya melalui aksi nyata. Bukan sekadar mengenang sosok yang telah menorehkan sejarah, tetapi juga meneruskan nilai yang diwariskannya, yakni kepedulian, keteladanan, dan keberpihakan kepada sesama. (09/AGF).