JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) memperluas pembinaan sepak bola putri usia dini pada musim 2026-2027 dengan menambah tiga kota baru, yakni Jakarta Utara, Garut dan Jayapura.
Penambahan tiga kota tersebut menjadi bagian dari strategi MLSC untuk menjangkau lebih banyak talenta muda sekaligus meningkatkan minat anak perempuan terhadap sepak bola sejak usia dini.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan perluasan wilayah penyelenggaraan menjadi langkah penting untuk memperbesar akses anak-anak terhadap kompetisi sepak bola putri yang berlangsung secara rutin.
“Kehadiran tiga kota baru juga menjadi langkah nyata kami untuk menjangkau lebih banyak talenta dan menumbuhkan minat anak-anak terhadap sepak bola sejak dini,” kata Teddy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Menurut Teddy, pembinaan yang dilakukan MLSC memiliki target jangka panjang untuk membantu menciptakan lebih banyak pemain berkualitas yang dapat memperkuat tim nasional putri Indonesia.
Ia menyebut target besar program tersebut adalah mengantarkan tim nasional putri Indonesia tampil di Piala Dunia Putri 2035.
Upaya menuju target tersebut dilakukan dengan memperbanyak kesempatan bermain bagi pesepak bola putri usia dini. Kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan dinilai penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus menjadi sarana bagi pencari bakat untuk melihat perkembangan pemain.
Musim 2026–2027 MLSC telah dibuka melalui Seri 1 di Tangerang dan Semarang yang berlangsung pada 1–6 September 2026.
Seri 1 Tangerang diikuti sebanyak 1.037 atlet dari 57 sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sementara itu, Seri 1 Semarang melibatkan 1.091 atlet yang berasal dari 63 sekolah.
Dengan demikian, dua seri pembuka MLSC musim 2026–2027 tersebut diikuti total 2.128 pesepak bola putri usia dini.
Jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap perkembangan sepak bola putri di tingkat usia dini. Pertumbuhan peserta juga terlihat dari bertambahnya jumlah sekolah yang mengikuti kompetisi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Di Semarang terdapat tambahan sembilan sekolah peserta, sedangkan Tangerang mengalami penambahan empat sekolah.
Teddy menilai peningkatan jumlah sekolah dan atlet menjadi indikator bahwa minat terhadap sepak bola putri terus berkembang. Kondisi tersebut sekaligus memperbesar peluang MLSC untuk menemukan talenta-talenta baru yang dapat dipersiapkan untuk masa depan sepak bola Indonesia.
Menurut dia, semakin banyak anak mendapatkan kesempatan bermain dan berkompetisi, semakin besar pula peluang munculnya pemain yang memiliki kemampuan serta mental bertanding yang dibutuhkan di level lebih tinggi.
Pembinaan tidak hanya dilakukan melalui kompetisi, tetapi juga melalui pengalaman bermain yang konsisten. Pesepak bola usia dini membutuhkan lingkungan pertandingan yang dapat membantu mereka memahami situasi permainan sekaligus mengembangkan kemampuan teknis dan mental.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengatakan kompetisi yang digelar secara berkelanjutan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perkembangan seorang pemain.
Menurut Timo, pertandingan dapat menjadi sarana untuk melihat berbagai aspek kemampuan pemain, termasuk pengambilan keputusan dan cara menghadapi tekanan selama pertandingan.
“Kompetisi berkelanjutan penting untuk melihat perkembangan pemain secara lebih menyeluruh, mulai dari pengambilan keputusan hingga kemampuan menghadapi tekanan,” ujar Timo.
Pada Seri 1 Tangerang, persaingan berlangsung di dua kelompok usia. SDN Pinang 3 keluar sebagai juara kategori usia di bawah 10 tahun (KU 10) setelah mengalahkan SDN Cipulir 03 melalui adu penalti dengan skor 2-1.
Sementara itu, gelar juara KU 12 diraih SDN Kunciran 8. Mereka memastikan gelar setelah menang 3-1 atas SDN Kunciran 4 B.
Di Semarang, gelar juara KU 10 menjadi milik SDN Kembangarum 2 Semarang. Sementara MI Pagersari-Patean berhasil menjadi juara pada kategori KU 12.
Setelah menyelesaikan Seri 1 di Tangerang dan Semarang, rangkaian MilkLife Soccer Challenge musim 2026–2027 berlanjut ke wilayah lainnya.
Seri 1 berikutnya akan berlangsung di Jakarta Timur dan Yogyakarta pada 15–20 September 2026.
Perluasan ke Jakarta Utara, Garut, dan Jayapura diharapkan semakin memperluas jangkauan pembinaan sepak bola putri usia dini. Dengan semakin banyak wilayah yang terlibat, peluang anak perempuan untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengembangkan kemampuan sepak bola juga semakin terbuka.
MLSC pun terus mendorong terciptanya ekosistem kompetisi yang berkelanjutan agar talenta muda memiliki jalur pembinaan yang jelas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses panjang untuk memperkuat fondasi sepak bola putri Indonesia dan melahirkan generasi pemain yang mampu bersaing di tingkat internasional.(09/AGF)











