SEMARANG, SUDUTPANDANG.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (BEM FT Undip) melalui Tim EduTech Sustainable Development Goals (SDGs) menjalankan program pembelajaran digital di SD Negeri Kebondowo 3, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Program bertajuk “Sistem Pembelajaran Terpadu SD Negeri Kebondowo 3” tersebut dirancang untuk mengintegrasikan teknologi digital dengan metode pembelajaran yang interaktif dan ramah anak.
Kegiatan ini mencakup penerapan Smart Digital Classroom, penyediaan media ajar visual-interaktif, serta edukasi karakter, kesehatan, dan lingkungan.
Program EduTech dilaksanakan berdasarkan hasil observasi terhadap kondisi pembelajaran di SD Negeri Kebondowo 3. Dari hasil pengamatan, proses belajar di sekolah tersebut masih banyak menggunakan metode konvensional.
Sementara itu, pemanfaatan perangkat dan media digital sebagai pendukung pembelajaran belum berjalan secara optimal.
SD Negeri Kebondowo 3 tercatat memiliki 47 siswa aktif. Tingkat kehadiran harian siswa berada pada kisaran 70 hingga 75 persen.

Tim EduTech juga menemukan kebutuhan terhadap metode pembelajaran yang lebih variatif karena sebagian siswa cenderung mudah kehilangan perhatian ketika pembelajaran berlangsung.
Penggunaan media visual dan praktik langsung dinilai dapat membantu siswa memahami materi secara lebih konkret. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Tim EduTech dalam merancang program pembelajaran digital yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Sebagai bagian dari program, Tim EduTech menyediakan perangkat Smart Digital Classroom berupa proyektor dan speaker aktif. Perangkat tersebut dilengkapi sistem penghubung yang dapat digunakan melalui telepon genggam maupun laptop guru.
Selain menyediakan perangkat, tim juga mengembangkan bank media ajar visual-interaktif yang disesuaikan dengan kurikulum. Materi tersebut dilengkapi modul literasi digital, video tutorial, serta standar operasional penggunaan perangkat.
Guru tidak hanya menerima perangkat, tetapi juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Pelatihan diarahkan agar guru dapat memanfaatkan teknologi secara mandiri dalam kegiatan belajar mengajar.
Melalui perangkat dan materi yang tersedia, guru dapat menggunakan berbagai media seperti animasi, simulasi, video edukatif, dan aplikasi pembelajaran. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih variatif sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa di dalam kelas.
Ketua Tim EduTech, Isra Nur ‘Aini, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan guru mengoperasikan perangkat digital. Menurutnya, teknologi perlu digunakan untuk menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, aman, dan sesuai dengan kebutuhan anak.
“Melalui program EduTech, kami ingin membantu guru tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga menggunakannya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, aman, dan ramah anak,” ujar Isra.
Ia berharap Smart Digital Classroom dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh pihak sekolah dan terus digunakan setelah program selesai. Dengan demikian, manfaat program diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Selain pembelajaran berbasis teknologi, Tim EduTech memasukkan sejumlah materi pendukung dalam program tersebut. Materi yang diberikan mencakup pendidikan karakter, pencegahan perundungan atau bullying, pembiasaan hidup bersih dan sehat, serta edukasi sosial dan lingkungan.
Untuk memperkuat pendekatan pembelajaran ramah anak, Tim EduTech bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang sebagai mitra. Kolaborasi tersebut mencakup edukasi kesehatan, keselamatan, nilai kemanusiaan, serta perilaku hidup bersih dan sehat.
Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian dari pelaksanaan program. Selain BEM FT Undip dan Universitas Diponegoro, program melibatkan SD Negeri Kebondowo 3, kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, serta PMI Kabupaten Semarang.
Program EduTech dipimpin Isra Nur ‘Aini, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Diponegoro, dengan pendampingan Muhammad Mujiya Ulkhaq, S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Kehadiran program tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Pemanfaatan teknologi ditempatkan sebagai sarana untuk mendukung guru dan siswa, bukan sekadar penyediaan perangkat digital.
Program ini juga diarahkan untuk memperluas akses terhadap pembelajaran yang lebih inklusif. Pemanfaatan media visual, video, animasi, dan praktik langsung diharapkan dapat membantu siswa dengan karakter dan kebutuhan belajar yang beragam.
Dari sisi pembangunan berkelanjutan, program EduTech dikaitkan dengan sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut berkontribusi terhadap SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, serta SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, program juga mendukung SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur; SDG 10 mengenai pengurangan kesenjangan; SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan; SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; SDG 13 tentang aksi iklim; serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.
Melalui integrasi teknologi, pendidikan karakter, kesehatan, dan kepedulian lingkungan, Tim EduTech BEM FT Undip berupaya menghadirkan model pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai kondisi sekolah.
Program di SD Negeri Kebondowo 3 menjadi langkah untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital secara lebih terarah di lingkungan sekolah. Harapannya, perangkat dan materi yang telah disiapkan dapat terus digunakan guru dan siswa sehingga memberikan manfaat dalam proses pembelajaran secara berkelanjutan. (AGF/09)











