JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir mendorong Karang Taruna memperkuat peran dalam pembinaan generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial.
Kolaborasi dengan pemerintah dinilai diperlukan untuk memperluas program kepemudaan dan olahraga hingga tingkat daerah.
Hal tersebut disampaikan Erick saat menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-66 Karang Taruna di Sasana Krida Bakti Karang Taruna, Jalan Kampung Melayu Besar 1 Nomor 103, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Erick mengapresiasi penyelenggaraan Harlah ke-66 Karang Taruna. Menurutnya, kegiatan yang digelar di Sasana Krida Bakti Karang Taruna memiliki nilai historis karena tempat tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang organisasi dalam berkontribusi kepada masyarakat Indonesia.
Erick mengatakan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini semakin beragam. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah meningkatnya kekerasan sosial, termasuk yang melibatkan kalangan pemuda.
Karena itu, Erick berharap Karang Taruna dapat mengambil peran dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam menjalankan program di bidang kepemudaan dan keolahragaan.
Menurut Erick, Karang Taruna memiliki jaringan hingga tingkat masyarakat sehingga dapat menjadi mitra dalam menjalankan berbagai program pemerintah. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung di tingkat nasional, tetapi juga dapat diterapkan hingga daerah dan lingkungan masyarakat.
Salah satu program yang disoroti Erick adalah Manajemen Talenta Nasional (MTN). Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengelola sumber daya manusia bertalenta unggul secara terstruktur dan berkelanjutan.
Erick menyebut pelaksanaan MTN membutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Program tersebut juga perlu menjangkau lapisan masyarakat paling bawah agar potensi talenta dapat ditemukan dan dikembangkan sejak dini.
“Insyaallah kami Kemenpora sangat terbuka dalam kerja sama program ini, baik nasional maupun daerah. Kami mendorong bagaimana Manajemen Talenta Nasional ini bisa terjadi di grass root, dan tentu ujung tombaknya ya salah satunya Karang Taruna,” ujar Erick.
Selain Manajemen Talenta Nasional, Erick mengajak pengurus Karang Taruna di berbagai daerah untuk menggalakkan kegiatan olahraga di tengah masyarakat. Menurutnya, olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga memiliki peran dalam pembentukan karakter generasi muda.
Erick menjelaskan olahraga mengajarkan kedisiplinan kepada setiap orang yang menjalaninya. Prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan karena membutuhkan latihan rutin, konsistensi, dan kedisiplinan.
“Karena dengan olahraga itu generasi muda dan kita semua dididik untuk berdisiplin. Tidak mungkin olahraga bisa berprestasi kalau tidak ada latihan dan tidak disiplin,” kata Erick.
Selain disiplin, olahraga juga mengajarkan sikap sportif dan menghargai orang lain. Dalam pertandingan, setiap atlet membutuhkan lawan untuk mengukur kemampuan dan mencapai hasil terbaik.
Erick menilai hasil pertandingan juga harus diterima dengan lapang dada. Kemenangan maupun kekalahan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kedisiplinan.
“Jiwa sportif ini juga harus dimiliki kalangan masyarakat secara sosial,” imbuhnya.
Karena itu, Erick menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui pembudayaan olahraga di masyarakat. Menurutnya, olahraga dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun generasi muda yang sehat, disiplin, dan memiliki karakter positif.
Di sisi lain, olahraga juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Masyarakat yang aktif berolahraga memiliki peluang untuk menjaga kebugaran sehingga dapat mendukung produktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
“Artinya kesehatan ini juga menjadi kunci,” kata Erick.
Peringatan Harlah ke-66 Karang Taruna tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna Indonesia Budisatrio Djiwandono. Kegiatan diikuti para pengurus daerah, baik secara langsung maupun daring.
Turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Kehadiran sejumlah pejabat tersebut turut memperkuat agenda kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dalam mendorong pembangunan generasi muda.
Melalui momentum Harlah ke-66, Karang Taruna diharapkan dapat terus memperluas kontribusinya di tengah masyarakat.
Sinergi dengan Kemenpora menjadi salah satu ruang untuk memperkuat pembinaan pemuda, pengembangan talenta, serta pembudayaan olahraga di tingkat akar rumput. (09/AGF).



