PROBOLINGGO – JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Dalam rangka mendukung gerakan ketahanan pangan nasional, Kodim 0820/Probolinggo melalui Koramil jajaran terus melakukan pendampingan dan pengawasan kepada para petani. Salah satunya dilakukan Koramil 0820-24/Tiris melalui pendampingan dan pengawasan perawatan tanaman padi di wilayah Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Senin (5/10/2026).
Anggota Koramil 0820-24/Tiris, Sertu Adri, menyampaikan bahwa pendampingan dan pengawasan kali ini dilakukan terhadap perawatan tanaman padi di lahan pertanian milik Sutaji (50), warga Dusun Paleran, Desa Andungsari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.
“Proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan merupakan salah satu faktor yang bisa memengaruhi hasil pertanian. Berangkat dari hal tersebut, kami melakukan pendampingan dan pengawasan mulai dari proses awal,” kata Sertu Adri.
Sertu Adri menambahkan bahwa program ketahanan pangan nasional merupakan kondisi di mana semua orang memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi.
“Untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dilakukan berbagai upaya, yakni membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi, membangun bendungan, memodernisasi irigasi, menjaga kebersihan saluran irigasi, mengendalikan impor dan ekspor pangan, serta memperkuat infrastruktur,” ujarnya.
Sertu Adri mengungkapkan, ketahanan pangan nasional penting karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan cakupan geografis yang luas. Beberapa komponen ketahanan pangan nasional meliputi ketersediaan pangan, stabilitas ketersediaan pangan, aksesibilitas terhadap pangan dan pemanfaatan pangan.
Sumber daya pertanian, mulai dari penyuluh hingga para petani, harus bergerak cepat mengambil bagian dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kunci dalam gerakan antisipasi darurat pangan nasional adalah meningkatkan produksi dengan semua sumber daya yang difokuskan dalam peningkatan produksi, baik saat ini maupun yang akan datang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sertu Adri menegaskan bahwa pemerintah pusat melalui TNI telah menerapkan pendekatan yang holistik. Dukungan sarana dan prasarana ditujukan pada proses hulu hingga hilir, mulai dari penyiapan lahan sampai pengolahan.
“Mari bersinergi untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian yang secara tidak langsung tentunya berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan,” terangnya.(ACZ)











