Teknologi PMAAS Percepat Tanam Padi di Pandaan

Gerakan Percepatan Tanam Padi dengan Teknologi PMAAS di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan kelompok tani guna meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung ketahanan pangan nasional. (Foto: IST/SP).

PASURUAN, SUDUTPANDANG.ID – Gerakan Percepatan Tanam Padi dengan Teknologi PMAAS (Perluasan Areal Tanam Melalui Aplikasi Teknologi Pertanian) terus digencarkan di Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Ulung Subur, Jalan Minang Permai RT 04 RW 06, Lingkungan Petungwulung, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan, Rabu (29/7/2026).

Program tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan menjadi bukti kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern.

Batituud Koramil 0819/18 Pandaan, Peltu Andik, hadir mewakili jajaran TNI bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta para petani yang tergabung dalam Poktan Ulung Subur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Pandaan Timbul W., Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan drh. Nur Aini, perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pasuruan, Pelaksana Harian (Plh.) Lurah Petungasri Abd. Majid, Katimker Kabupaten Pasuruan Hari S., Koordinator PPL Kecamatan Pandaan Tri Pujianto, Ketua Poktan Ulung Subur Sayudi, serta Babinsa Kelurahan Petungasri Sertu Poli S. dan Serda Rozak.

BACA JUGA  Prajurit Sehat, Tugas Kuat: Personel Koramil 12/Rembang Jalani Skrining Kesehatan

Kegiatan berlangsung penuh semangat dan menjadi simbol komitmen bersama dalam mempercepat musim tanam padi melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih efektif dan efisien. Pemerintah daerah berharap langkah tersebut mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus meningkatkan hasil panen petani.

Teknologi PMAAS menjadi salah satu inovasi yang didorong pemerintah untuk mempercepat perluasan areal tanam dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Dengan penerapan teknologi tersebut, proses budidaya padi diharapkan lebih terencana sehingga mampu menghasilkan panen yang lebih optimal.

Selain meningkatkan produktivitas, penerapan teknologi pertanian modern juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, tenaga kerja, dan waktu tanam. Hal ini menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, termasuk perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Batituud Koramil 0819/18 Pandaan, Peltu Andik, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, TNI tidak hanya menjalankan tugas di bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga aktif mendampingi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk sektor pertanian yang menjadi penopang kebutuhan pangan nasional.

BACA JUGA  Babinsa Pasrepan Bantu Petani Sukseskan Swasembada Pangan

“Kami dari Koramil 0819/18 Pandaan siap mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan. Melalui penerapan teknologi PMAAS ini, kami berharap produktivitas pertanian semakin meningkat sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Peltu Andik.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program percepatan tanam tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, aparat kewilayahan, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Babinsa di wilayah binaan selama ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian melalui pengawalan terhadap berbagai program pemerintah, mulai dari percepatan tanam, peningkatan produksi, hingga optimalisasi lahan pertanian.

Sementara itu, jajaran pemerintah daerah menilai penerapan Teknologi PMAAS merupakan langkah strategis untuk mempercepat masa tanam sekaligus meningkatkan indeks pertanaman di Kabupaten Pasuruan. Dengan meningkatnya frekuensi tanam dan produktivitas lahan, diharapkan hasil produksi padi dapat terus meningkat setiap musim.

Keberhasilan program tersebut juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil panen dan pendapatan. Selain itu, peningkatan produksi beras di tingkat daerah akan berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan pangan serta mengendalikan potensi gejolak harga di pasar.

BACA JUGA  Diam-diam Telkom Telah Kembangkan Teknologi AI

Para penyuluh pertanian yang hadir turut memberikan pendampingan teknis kepada petani mengenai penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan di Kecamatan Pandaan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani dalam mengadopsi inovasi pertanian secara berkelanjutan.

Ketua Poktan Ulung Subur, Sayudi, menyambut baik pelaksanaan Gerakan Percepatan Tanam Padi dengan Teknologi PMAAS.

Menurutnya, dukungan pemerintah, TNI, dan penyuluh pertanian memberikan motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas lahan.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, Gerakan Percepatan Tanam Padi dengan Teknologi PMAAS di Kecamatan Pandaan diharapkan menjadi model pengembangan pertanian modern yang mampu meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. (ACZ/09)