JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Indonesia menjadi tuan rumah 2026 CMAS World Championship Underwater Photo and Video, kejuaraan dunia fotografi dan videografi bawah air yang mempertemukan puluhan atlet selam dari berbagai negara di Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali.
Kejuaraan yang berada di bawah naungan Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS) tersebut resmi dibuka Direktur Komisi Visual CMAS, Kerim Sabuncuoglu.
Upacara pembukaan berlangsung di Taman Sari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.
Ajang internasional ini turut dihadiri Ketua Umum PB POSSI Komjen Pol. Makhruzi Rahman, S.IK., M.H., M.Tr.Opsla, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Pur) Marciano Norman, Kepala Kantor SAR Kelas A Denpasar, perwakilan Kementerian Pariwisata dan UMKM, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Bali.
Sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait juga hadir, antara lain Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, perwakilan Kapolda Bali, perwakilan Danlanal Bali, Kapolres Buleleng, Dandim 1609/Buleleng, serta delegasi CMAS.

Sebanyak 78 atlet selam dan delapan kapten dari 19 negara ambil bagian dalam kejuaraan dunia tersebut. Para peserta akan berkompetisi untuk memperebutkan gelar terbaik pada tujuh kategori fotografi dan tiga kategori videografi bawah air.
Untuk kategori fotografi, perlombaan meliputi Fish, Theme, Close-Up, Wide Angle tanpa penyelam, Wide Angle dengan penyelam atau model, Creative, serta Smart Device.
Sementara itu, kategori videografi terdiri atas Creative Movie, Theme Movie, dan 60 Second Video.
Para peserta akan mengeksplorasi sejumlah lokasi penyelaman yang memiliki karakteristik bawah laut berbeda. Beberapa lokasi yang menjadi arena pengambilan gambar antara lain kawasan Biorock, wilayah konservasi Agung Prana Reef, Napoleon Reef, dan Bio Wreck.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi arena persaingan bagi fotografer dan videografer bawah air dunia. PB POSSI juga menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata bahari sekaligus kekayaan ekosistem laut Indonesia kepada peserta internasional.
Ketua Umum PB POSSI Komjen Pol. Makhruzi Rahman mengatakan penyelenggaraan kejuaraan dunia di Pemuteran diharapkan berlangsung lancar sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta.
Menurut Makhruzi, kejuaraan tersebut tidak sebatas kompetisi untuk menghasilkan karya fotografi dan video bawah laut. Peserta juga akan diperkenalkan dengan kebudayaan serta kearifan lokal Bali.
“Kejuaraan dunia ini bukan sekadar lomba foto dan video bawah laut,” ujar Makhruzi dalam sambutannya.
Para peserta juga dijadwalkan terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan restorasi dan rehabilitasi terumbu karang. Langkah tersebut menjadi bagian penting karena kompetisi sekaligus dapat mengangkat pesan mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Konsep tersebut membuat 2026 CMAS World Championship Underwater Photo and Video memiliki dimensi yang lebih luas. Selain olahraga, kegiatan ini menggabungkan promosi destinasi, kebudayaan, ekonomi lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan.
PB POSSI berharap kehadiran atlet dan delegasi dari 19 negara dapat memberikan dampak positif terhadap pariwisata Desa Pemuteran. Publikasi melalui karya foto dan video bawah air diharapkan mampu memperkenalkan keindahan perairan Pemuteran kepada masyarakat internasional.
Desa Pemuteran sendiri memiliki potensi wisata bahari yang dapat menjadi salah satu alternatif destinasi penyelaman ketika wisatawan berkunjung ke Bali. Kehadiran kejuaraan dunia diharapkan semakin memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata berbasis kelautan.
Makhruzi juga berharap penyelenggaraan event internasional tersebut memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta industri pendukung wisata diharapkan ikut mendapatkan manfaat.
Pengembangan olahraga yang terintegrasi dengan pariwisata tersebut sejalan dengan arah kebijakan olahraga nasional. Sport tourism menjadi salah satu pendekatan yang didorong dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagaimana diatur melalui Perpres Nomor 86 Tahun 2021.
Dengan menggabungkan kompetisi olahraga, promosi wisata dan konservasi, kejuaraan dunia di Pemuteran tidak hanya mencari karya visual terbaik dari bawah laut.
Ajang ini juga menjadi panggung untuk memperkenalkan potensi bahari Indonesia sekaligus mendorong kesadaran terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut. (09/AGF).











