Ita Yuliati Optimistis Indonesia Raih Medali di Dakar 2026

Chef de Mission Kontingen Indonesia Ita Yuliati memantau persiapan atlet renang Michelle Surjadi Fang di Stadion Akuatik GBK, Jakarta. Indonesia mengirimkan 12 atlet dari sembilan cabang olahraga untuk berlaga di Olimpiade Remaja Dakar 2026, Senegal. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Remaja Dakar 2026, Ita Yuliati, optimistis atlet-atlet Merah Putih mampu meraih medali dalam ajang olahraga multievent tingkat dunia tersebut.

Indonesia akan mengirimkan 12 atlet untuk bersaing di Dakar, Senegal, pada 31 Oktober hingga 13 November 2026.

Meski jumlah atlet yang diberangkatkan relatif terbatas, Ita menilai kesempatan tampil di Olimpiade Remaja merupakan pengalaman penting bagi para atlet muda Indonesia. Ia berharap seluruh atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa pulang prestasi membanggakan.

“(Olimpiade Remaja) ini merupakan satu kesempatan yang luar biasa bagi para atlet. Walaupun tidak banyak (yang dikirim, hanya) 12 atlet, insyaallah kita akan tetap optimistis,” kata Ita saat memantau persiapan atlet renang Michelle Surjadi Fang di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat.

Ita menjelaskan, target perolehan medali kontingen Indonesia masih dibahas bersama pihak terkait. Karena itu, target resmi belum dapat diumumkan kepada publik. Namun, penyusunan target tersebut akan mengacu pada sasaran yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, persiapan kontingen tidak hanya berfokus pada kesiapan teknis atlet, tetapi juga mencakup aspek pendukung yang dapat memengaruhi penampilan selama kompetisi. Koordinasi dengan pengurus cabang olahraga terus dilakukan untuk memastikan para atlet siap menghadapi persaingan internasional.

Indonesia Kirim 12 Atlet dari Sembilan Cabang Olahraga

Pada Olimpiade Remaja Dakar 2026, Indonesia akan menurunkan 12 atlet yang terdiri atas enam putra dan enam putri. Mereka akan berkompetisi dalam sembilan cabang olahraga, yakni atletik, renang, bulu tangkis, balap sepeda, equestrian, judo, skateboard, triathlon, dan wushu.

BACA JUGA  KONI: PON 2028 Utamakan APBD Daerah

Rinciannya, satu atlet akan berlaga di atletik, dua atlet di renang, dua atlet di bulu tangkis, serta dua atlet di balap sepeda. Sementara itu, equestrian, judo, skateboard, triathlon, dan wushu masing-masing diwakili satu atlet.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kontingen Indonesia akan berupaya bersaing melalui sejumlah cabang olahraga dengan karakter dan tantangan yang berbeda. Setiap atlet diharapkan mampu memaksimalkan persiapan agar dapat tampil kompetitif menghadapi peserta dari berbagai negara.

Ita mengatakan dirinya mulai melakukan pemantauan secara langsung terhadap persiapan atlet. Kegiatan itu dilakukan melalui kunjungan kepada atlet dan koordinasi dengan pengurus cabang olahraga untuk mengetahui perkembangan latihan serta kesiapan menghadapi pertandingan.

Pemantauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan atlet dapat diidentifikasi sebelum keberangkatan. Dengan persiapan yang terarah, kontingen diharapkan dapat beradaptasi dengan lingkungan pertandingan dan menjaga kondisi selama mengikuti kompetisi.

Cuaca dan Perjalanan Panjang Jadi Perhatian

Selain kesiapan fisik dan teknik, kondisi lingkungan di negara tuan rumah turut menjadi perhatian CdM Indonesia. Ita mengaku telah berkomunikasi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Senegal guna memperoleh informasi mengenai cuaca dan sejumlah kondisi di Dakar.

Informasi awal yang diterimanya menyebutkan bahwa cuaca di Senegal tidak terlalu panas. Meski demikian, kondisi sebenarnya baru dapat dipastikan setelah kontingen tiba di lokasi penyelenggaraan.

BACA JUGA  Menpora Tinjau CYESC Cibubur, Dorong Atlet Muda ke Olimpiade

“Memang kondisi cuaca negara di sana (Senegal) kan kita belum pernah ke sana dan belum tahu secara pasti kondisi cuacanya,” ujar Ita.

Adaptasi terhadap cuaca dan lingkungan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama bagi atlet yang akan menjalani pertandingan dengan jadwal padat. Tim pendukung diharapkan dapat membantu atlet menjaga kebugaran selama berada di Senegal.

Tantangan lainnya adalah perjalanan udara dari Indonesia menuju Dakar yang diperkirakan memakan waktu sekitar 28 jam. Durasi perjalanan panjang tersebut perlu diperhitungkan dalam pengaturan keberangkatan agar atlet memiliki waktu untuk beristirahat dan menyesuaikan kondisi sebelum bertanding.

Untuk menyesuaikan jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga, kontingen Indonesia akan diberangkatkan dalam tiga kelompok atau kloter. Skema tersebut disusun berdasarkan waktu pelaksanaan pertandingan dan kebutuhan kehadiran atlet di lokasi.

Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 26 Oktober 2026. Kelompok ini terdiri atas atlet dari empat cabang olahraga yang akan mengikuti rangkaian pembukaan dan mulai bertanding pada 1 November.

Kloter kedua akan diberangkatkan pada 28 Oktober untuk atlet yang dijadwalkan bertanding pada 3 atau 4 November. Sementara itu, kloter ketiga dijadwalkan berangkat pada 2 November untuk atlet yang akan bertanding mulai 8 November.

Pengaturan keberangkatan secara bertahap tersebut diharapkan membantu kontingen menyesuaikan waktu kedatangan dengan agenda pertandingan. Dengan demikian, atlet dapat memusatkan perhatian pada persiapan dan pemulihan kondisi sebelum turun ke arena.

BACA JUGA  Irwansyah Yakin Regenerasi Indonesia, Berjalan Lancar

Ita Minta Dukungan Masyarakat Indonesia

Ita berharap masyarakat Indonesia memberikan dukungan kepada seluruh atlet yang akan berlaga di Olimpiade Remaja Dakar 2026. Menurutnya, dukungan publik dapat menjadi tambahan motivasi bagi atlet muda untuk menghadapi persaingan di tingkat internasional.

Ia juga berharap para atlet dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan perkembangan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan mengharumkan nama Indonesia.

Olimpiade Remaja Dakar 2026 menjadi panggung penting bagi atlet-atlet muda untuk mengukur kemampuan mereka melawan pesaing dari berbagai negara.

Bagi Indonesia, keikutsertaan 12 atlet di sembilan cabang olahraga diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga mendukung pembinaan atlet menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Dengan persiapan yang terus dipantau, koordinasi bersama pengurus cabang olahraga, serta dukungan masyarakat, Ita berharap kontingen Indonesia mampu menjalani seluruh rangkaian pertandingan dengan maksimal dan membawa hasil terbaik dari Senegal. (09/AGF).