Denmark Open 2026, Fajar Alfian dkk Mulai Adaptasi

Pebulu tangkis Indonesia Fajar Alfian menjalani latihan fisik di Odense, Denmark, sebagai bagian dari persiapan tim Merah Putih menghadapi Denmark Open 2026 pada 13–18 Oktober. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Tim bulutangkis Indonesia mulai menjalani program persiapan menjelang Denmark Open 2026 di Odense, Denmark.

Setelah tiba pada Sabtu (10/10/2026), skuad Merah Putih mengawali latihan pada Minggu (11/10/2026) dengan pemulihan kondisi fisik di pusat kebugaran.

Latihan tersebut menjadi tahap awal bagi para atlet untuk mengembalikan kebugaran setelah menempuh perjalanan panjang.

Tim pelatih memprioritaskan adaptasi tubuh sebelum para pemain menjalani latihan teknik di lapangan pada sore hari.

Pelatih fisik pelatnas PBSI, Ahmad Jaelani, mengatakan sesi latihan di pusat kebugaran difokuskan pada pemulihan kondisi tubuh, mobilitas, serta pemeliharaan kekuatan dan daya tahan atlet.

Menurut Ahmad, program tersebut diperlukan agar para pemain siap menjalani rangkaian latihan berikutnya tanpa membebani tubuh secara berlebihan setelah perjalanan.

“Pagi ini di gym fokus latihannya lebih ke mengembalikan kondisi tubuh setelah perjalanan panjang, jadi ada stretching, mobility, sedikit maintenance power dan sedikit maintenance endurance,” ujar Ahmad Jaelani.

Ia menjelaskan, latihan fisik pada pagi hari juga menjadi persiapan sebelum para pemain menjalani program teknik di lapangan pada sore harinya.

Karena itu, kondisi tubuh atlet perlu dipastikan siap menerima intensitas latihan berikutnya.

“Karena mulai nanti ada latihan teknik juga di sore harinya. Kami sudah harus persiapkan tubuh anak-anak untuk program yang akan diberikan di lapangan,” katanya.

BACA JUGA  Marciano Dorong KONI Puncak Fokus Cabor Unggulan

Kondisi Atlet Berangsur Pulih

Pebulu tangkis Indonesia Alwi Farhan menjalani latihan fisik di Odense, Denmark, sebagai bagian dari persiapan tim Merah Putih menghadapi Denmark Open 2026 pada 13–18 Oktober. (Foto: IST/SP).

Ahmad menilai kondisi para pemain secara keseluruhan cukup baik setelah menjalani waktu istirahat penuh setibanya di Odense. Meski demikian, beberapa atlet masih merasakan kekakuan pada bagian tubuh tertentu.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim pelatih memberikan penanganan sesuai kebutuhan masing-masing atlet.

Beberapa di antaranya melakukan latihan mobilitas, peregangan, serta pelepasan ketegangan otot menggunakan foam roller.

Langkah ini dilakukan untuk membantu mengurangi rasa kaku dan mengembalikan kenyamanan gerak pemain sebelum kembali menjalani latihan di lapangan.

“Secara keseluruhan oke, hanya memang ada beberapa yang ngerasa kaku-kaku di bagian tubuhnya. Makanya tadi awal-awal ada yang memulai dengan mobility, release fatigue-nya menggunakan foam roller, ada yang stretching dan sebagainya. Sementara untuk adaptasi di istirahatnya semua berjalan baik,” ungkap Ahmad.

Pemulihan fisik menjadi bagian penting dalam persiapan turnamen internasional, terutama ketika atlet harus menyesuaikan diri setelah perjalanan jauh.

Kondisi tubuh yang prima dibutuhkan agar pemain dapat menjalani latihan secara optimal sekaligus menjaga kesiapan menghadapi pertandingan.

Fajar Alfian Tekankan Pentingnya Adaptasi

BACA JUGA  Iwan Bule Percaya Masih Ada Peluang di Hanoi

Pebulu tangkis senior Indonesia, Fajar Alfian, menyambut positif program latihan fisik yang dijalani tim pada hari pertama persiapan.

Menurutnya, sesi di pusat kebugaran penting untuk membantu tubuh beradaptasi sebelum memasuki tahap latihan teknik.

Fajar mengatakan, setelah tiba di Odense dan mendapatkan waktu istirahat, para pemain perlu kembali mengaktifkan kondisi fisik agar tubuh terasa lebih nyaman saat bergerak.

“Sangat penting latihan pagi ini di gym untuk adaptasi ya, adaptasi badan setelah kemarin mendarat pagi sampai di hotel siang hari lalu full rest dan sekarang mencoba untuk mengembalikan kondisi tubuh sebelum sore kami latihan teknik,” kata Fajar.

Ia menambahkan, latihan tersebut juga bertujuan mengurangi kekakuan tubuh dan mengembalikan kebugaran sebelum menjalani latihan di lapangan.

“Tadi saya bagaimana biar keluar dulu engapnya dan conditioning agar badan tidak kaku, lebih enak dan siap dipakai di lapangan untuk teknik,” tambahnya.

Program pemulihan dan adaptasi ini menjadi bagian dari tahapan persiapan akhir tim Indonesia sebelum menghadapi persaingan di Denmark Open 2026.

Tim pelatih perlu memastikan para pemain berada dalam kondisi yang memadai untuk menjalani latihan teknik dan menyesuaikan diri dengan lingkungan pertandingan.

Denmark Open 2026 Dimulai 13 Oktober

BACA JUGA  Fajar/Rian Keluar Sebagai Runner up

Denmark Open 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13–18 Oktober 2026 di SJF Bank Arena, Odense, Denmark. Turnamen tersebut masuk dalam kalender BWF World Tour Super 750 dan menyediakan total hadiah sebesar 950.000 dolar AS.

Persaingan di turnamen level Super 750 diperkirakan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain yang ingin mengukur kemampuan menghadapi lawan-lawan papan atas dunia.

Bagi tim Indonesia, rangkaian persiapan di Odense menjadi kesempatan untuk mematangkan kondisi fisik sebelum memasuki pertandingan.

Adaptasi yang baik diharapkan membantu para pemain menjalani turnamen dengan kesiapan maksimal.

Dengan jadwal pertandingan yang semakin dekat, pemulihan kebugaran, latihan teknik, dan kesiapan menghadapi atmosfer kompetisi menjadi fokus penting skuad Merah Putih dalam memburu hasil terbaik di Denmark Open 2026. (09/AGF).