JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Garudayaksa FC Women mematangkan persiapan menjelang bergulirnya Liga Putri Indonesia atau Indonesia Women’s League (IWL) 2026 yang dijadwalkan dimulai pada Minggu (18/10) di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.
Tim yang diperkuat para pemain perempuan tersebut menargetkan penampilan kompetitif pada musim perdana kompetisi. Salah satu langkah yang dilakukan manajemen adalah menunjuk Serena Francis sebagai manajer tim untuk mendukung persiapan dan perjalanan Garudayaksa FC Women sepanjang musim.
Serena menyatakan siap menjalankan tugasnya dengan mendukung program pelatih kepala Yopie Riwoe. Ia menegaskan, status sebagai tim yang tidak diunggulkan atau underdog tidak boleh menghalangi ambisi Garudayaksa FC Women untuk bersaing dan menciptakan kejutan.
“Status underdog bukan batas ambisi. Coach Yopie meramu kekuatan di lapangan, kami memastikan dukungan di belakangnya. Merajut talenta berarti membangun kepercayaan, kekompakan, dan kesempatan agar setiap pemain berani menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Serena dalam keterangan resminya, Kamis.
Menurut Serena, kekuatan sebuah tim tidak hanya ditentukan kemampuan individu pemain. Dukungan manajemen, komunikasi yang terjalin dengan pelatih, serta suasana tim yang kondusif juga menjadi faktor penting dalam membangun performa selama kompetisi.
Karena itu, ia ingin memastikan setiap pemain memperoleh dukungan yang diperlukan agar dapat berkonsentrasi pada latihan dan pertandingan. Persiapan yang disiplin serta kerja sama seluruh elemen tim diharapkan menjadi modal untuk menghadapi persaingan Liga Putri Indonesia 2026.
Serena bukan sosok baru dalam pengelolaan sepak bola. Sejak 2021, ia menjabat sebagai CEO sekaligus manajer tim Bintang Timur Academy di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab barunya bersama Garudayaksa FC Women.
Ia juga pernah bertugas sebagai asisten manajer tim nasional Indonesia U-16 dalam ajang Barcelona Football Festival di Spanyol pada 2023. Pengalaman mendampingi tim dalam kegiatan sepak bola tersebut turut melengkapi rekam jejak Serena di bidang pengelolaan olahraga.
Serena menilai kompetisi mendatang bukan hanya menjadi ajang untuk mengejar hasil pertandingan, tetapi juga kesempatan bagi para pemain untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka. Menurut dia, konsistensi dan semangat pantang menyerah harus menjadi bagian dari perjalanan tim.
“Kami ingin tumbuh dalam setiap pertandingan. Dengan tim yang solid dan semangat pantang menyerah, kami siap memperjuangkan hasil terbaik sekaligus membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berprestasi melalui sepak bola,” ujarnya.
Garudayaksa FC Women dijadwalkan menghadapi Persita Women pada laga pembuka, Minggu (18/10). Pertandingan tersebut menjadi ujian awal bagi tim untuk menerapkan persiapan yang telah dijalankan sekaligus mengukur kemampuan menghadapi persaingan di kompetisi.
Liga Putri Indonesia 2026 diikuti enam tim, yakni Garudayaksa FC Women, Persita Women, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City. Kompetisi dirancang berlangsung hingga 30 Januari 2027 dengan rangkaian pertandingan pada babak reguler dan fase gugur.
Pada babak reguler, kompetisi menggunakan format triple round robin. Dengan format tersebut, setiap tim akan bertemu tiga kali dengan masing-masing lawan. Babak reguler dijadwalkan berlangsung selama 15 pekan dengan total 45 pertandingan.
Persaingan di fase reguler akan menentukan empat tim yang berhak melaju ke semifinal. Tim yang menempati peringkat pertama akan menghadapi tim peringkat keempat, sedangkan peringkat kedua bertemu peringkat ketiga.
Dua pemenang semifinal selanjutnya akan bertarung di partai final untuk memperebutkan gelar juara. Sementara itu, dua tim yang kalah akan menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga.
Secara keseluruhan, kompetisi ini direncanakan berlangsung selama 17 pekan dengan total 49 pertandingan.
Format tersebut memberi setiap peserta kesempatan untuk menjaga konsistensi sepanjang babak reguler sebelum bersaing dalam fase penentuan gelar.
Bagi Garudayaksa FC Women, pertandingan pembuka melawan Persita Women menjadi langkah pertama untuk membangun momentum.
Dukungan manajemen yang dipimpin Serena Francis dan strategi pelatih Yopie Riwoe diharapkan dapat membantu tim tampil solid serta bersaing hingga akhir kompetisi. (AGF/09).








