JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pelatih Semen Padang FC, Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues atau Teco, melontarkan kritik terhadap keputusan wasit dan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) setelah timnya bermain imbang 1-1 melawan PSMS Medan dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/10/2026).
Teco menilai sejumlah keputusan dalam pertandingan tersebut perlu dievaluasi, terutama terkait gol Semen Padang yang dianulir dan gol PSMS yang dinilai timnya mengandung unsur offside.
Ia berharap perangkat pertandingan dapat memanfaatkan teknologi VAR secara optimal untuk memastikan keputusan di lapangan sesuai dengan situasi yang terjadi.
Hasil imbang itu mengecewakan bagi Kabau Sirah karena mereka menargetkan kemenangan di kandang. Tambahan satu poin membuat Semen Padang kembali gagal mengamankan hasil maksimal dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Dalam konferensi pers seusai laga, Teco mengakui Semen Padang tidak tampil sesuai harapan pada babak pertama. Namun, ia menilai permainan timnya mengalami peningkatan setelah turun minum.
“Di babak pertama kami bermain kurang bagus, dan lawan bermain lebih bagus dari kita. Kami sempat mencetak gol, tetapi dianulir oleh VAR,” ujar Teco di hadapan awak media.
Pelatih asal Brasil itu kemudian menyoroti keputusan pada babak kedua. Menurut dia, terdapat situasi yang seharusnya diperiksa lebih cermat oleh perangkat pertandingan sebelum gol PSMS disahkan.
Teco mengatakan staf kepelatihan telah meninjau rekaman video pertandingan dan menilai posisi pemain PSMS dalam proses terciptanya gol perlu diperiksa kembali. Ia berpendapat pemain lawan berada dalam posisi offside ketika serangan tersebut berlangsung.
“Di babak kedua kami bermain lebih bagus, tetapi mereka yang cetak gol dan VAR tidak melakukan pengecekan dengan benar. Pemain lawan sudah jelas berdiri 5 meter di depan sebelum melakukan tendangan, dan itu clear offside. Seharusnya gol dari mereka dianulir,” tegasnya.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian Teco terhadap insiden pertandingan. Kepastian mengenai pelanggaran offside maupun ketepatan keputusan wasit memerlukan pemeriksaan berdasarkan rekaman pertandingan dan aturan yang berlaku.
Teco Minta VAR Berfungsi Maksimal
Bagi Teco, kualitas pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemain dan strategi pelatih, tetapi juga ketepatan keputusan perangkat pertandingan. Ia menilai penggunaan teknologi VAR semestinya membantu wasit mengambil keputusan secara lebih akurat, khususnya dalam situasi krusial yang berpotensi memengaruhi hasil akhir.
Ia berharap evaluasi terhadap insiden tersebut dapat menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak menimbulkan polemik berkepanjangan dalam kompetisi.
Kekecewaan Teco muncul di tengah upaya Semen Padang memperbaiki performa setelah menjalani rangkaian pertandingan yang belum sepenuhnya menghasilkan poin maksimal. Dalam situasi persaingan yang ketat, setiap hasil pertandingan menjadi penting bagi upaya tim memperbaiki posisi di klasemen.
Meski mengkritik keputusan wasit, Semen Padang tetap perlu mengevaluasi aspek permainan yang menjadi tanggung jawab tim sendiri. Perbaikan penyelesaian akhir, konsistensi permainan, dan kemampuan menjaga fokus sepanjang pertandingan menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi laga berikutnya.
Hasil imbang melawan PSMS menunjukkan bahwa Kabau Sirah masih harus bekerja keras untuk mengubah peluang menjadi kemenangan.
Mirza Akui Semen Padang Kecewa
Kekecewaan terhadap hasil pertandingan juga disampaikan pemain Semen Padang, Mirza. Ia mengakui timnya datang dengan target meraih tiga poin, tetapi harus menerima hasil akhir yang tidak sesuai harapan.
Menurut Mirza, sejumlah keputusan yang terjadi selama pertandingan turut memengaruhi suasana di lapangan. Kendati demikian, ia menegaskan tim harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.
“Jujur kami kecewa dengan hasil akhir ini karena target awal kita adalah mendapatkan tiga poin. Namun, dengan keputusan-keputusan yang terjadi di lapangan, kami harus terima dan fokus menghadapi laga selanjutnya,” kata Mirza.
Pernyataan Mirza memperlihatkan kekecewaan pemain terhadap hasil yang diraih di Bekasi. Namun, ia juga menekankan pentingnya menerima hasil pertandingan dan menjaga fokus untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Bagi Semen Padang, evaluasi setelah pertandingan tidak cukup hanya membahas keputusan wasit. Tim juga harus memastikan persiapan teknis dan mental pemain semakin baik agar mampu tampil lebih efektif pada laga mendatang.
Jajaran pelatih dan manajemen kini dihadapkan pada pekerjaan rumah untuk memperbaiki performa sekaligus menjaga kepercayaan diri skuad. Konsistensi permainan dan efektivitas memanfaatkan peluang akan menjadi faktor penting bagi Kabau Sirah dalam upaya kembali meraih kemenangan di Pegadaian Championship 2026/2027. (AGF/09)











