John Herdman Pastikan Dean Zandbergen Tak Bisa Bela Timnas Indonesia

Penyerang Dinamo Dean Zandbergen (Foto Istimewa)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan bahwa penyerang Dinamo București, Dean Zandbergen, tidak dapat memperkuat Skuad Garuda melalui jalur keturunan. Kendala tersebut muncul karena garis keturunan Indonesia pemain berusia 25 tahun itu berasal dari buyutnya.

Herdman menyampaikan hal tersebut pada Sabtu (17/10/2026). Ia mengaku telah melakukan pendekatan intensif terhadap Zandbergen sebelum mengetahui bahwa sang pemain tidak memenuhi persyaratan untuk membela Timnas Indonesia.

Situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Herdman dalam mencari tambahan kekuatan di lini depan. Pelatih asal Inggris tersebut menilai proses pencarian pemain keturunan harus disertai pemeriksaan mendalam terhadap dokumen dan silsilah keluarga agar tidak berujung pada kegagalan.

Menurut Herdman, peluang merekrut pemain keturunan tidak selalu berakhir sesuai harapan. Tim pelatih harus memastikan setiap calon pemain memenuhi persyaratan yang berlaku sebelum melanjutkan proses lebih jauh.

“Kami sempat dekat dengan Dean Zandbergen, tetapi garis keturunannya tidak memenuhi syarat karena berasal dari buyutnya,” ujar Herdman.

Ia menjelaskan bahwa timnya telah melakukan riset terhadap latar belakang Zandbergen. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa hubungan keturunan sang pemain dengan Indonesia tidak memenuhi ketentuan yang dibutuhkan.

“Ketika Anda mendapatkan peluang seperti ini, lalu kami melakukan semua riset, hasilnya seperti, ‘Ah, sudah sangat dekat, tetapi belum memenuhi syarat’,” imbuhnya.

Kegagalan merekrut Zandbergen tidak mengubah rencana Herdman untuk memperkuat lini serang Timnas Indonesia. Ia menegaskan masih membutuhkan penyerang berkualitas yang mampu meningkatkan daya saing Skuad Garuda.

Herdman menyadari persaingan mendapatkan pemain dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan tim tidak mudah. Pemain yang memiliki peluang untuk memperkuat tim nasional melalui jalur keturunan juga berpotensi mendapat tawaran dari negara lain.

BACA JUGA  Mukernas di Kendari, IKWI Jaya Sampaikan Program Kerja

“Menurut saya, tantangannya adalah siapa pun yang bermain di posisi-posisi tersebut pastinya sudah melirik peluang di negara lain. Dan itu memang sulit,” katanya.

Meski demikian, Herdman optimistis Indonesia memiliki potensi untuk mendapatkan tambahan pemain berkualitas. Ia melihat perkembangan sepak bola nasional dapat menjadi daya tarik bagi pemain yang ingin berkontribusi terhadap kemajuan Timnas Indonesia.

“Menurut saya, kita memang mendatangkan banyak penyerang berbakat ke negara ini. Saya sungguh percaya kami akan terus bekerja keras untuk mencoba menaturalisasi beberapa pemain yang ingin berkontribusi serta tinggal di negara ini,” ujarnya.

Selain jalur keturunan, Herdman juga menyinggung upaya merekrut pemain melalui jalur naturalisasi berdasarkan masa tinggal. Namun, menurutnya, persyaratan yang berlaku membuat proses tersebut membutuhkan perencanaan dan komitmen jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan masa tinggal menjadi salah satu tantangan bagi pemain yang ingin memenuhi persyaratan naturalisasi Indonesia.

“Kami sudah mencoba pada beberapa pemain, dan peraturannya memang sedikit menantang. Jika Anda meninggalkan negara ini, hal itu akan merugikan prosesnya, bahkan jika Anda hanya kembali ke negara asal untuk berlibur atau mengunjungi keluarga,” kata Herdman.

Ia menilai proses naturalisasi pemain di Indonesia memiliki tantangan tersendiri jika dibandingkan dengan sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Meski demikian, Herdman memahami pentingnya regulasi tersebut dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus mendorong perkembangan pemain lokal.

BACA JUGA  Inul Daratista Siapkan 10 Sapi Kurban di Idul Adha 2026

“Negara ini melindungi rakyatnya, dan menurut saya itu juga penting, karena kita harus terus berusaha mendorong pemain Indonesia generasi berikutnya ke tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya.

Di luar kebutuhan jangka pendek untuk memperkuat lini depan, Herdman memiliki visi yang lebih besar bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Ia ingin membawa Skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2030 sebagai langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas pemain nasional.

Menurutnya, keberhasilan tampil di panggung sepak bola terbesar dunia tidak hanya menjadi pencapaian tim nasional, tetapi juga dapat membuka peluang lebih luas bagi pemain Indonesia untuk berkarier di Eropa.

Herdman meyakini keberhasilan tersebut akan mengubah cara pandang generasi muda terhadap peluang menjadi pesepak bola profesional di level internasional.

Ia juga menyebut adanya kesamaan visi dengan Direktur Teknik PSSI Alex Zwiers dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk mendorong generasi pemain Indonesia berikutnya mencapai potensi terbaik.

“Ada keinginan, khususnya dari saya sendiri dan Alex Zwiers, juga keinginan dari Pak Erick Thohir, untuk mendorong generasi pemain berikutnya ini,” kata mantan pelatih tim nasional putra dan putri Kanada tersebut.

Herdman menilai perubahan besar akan semakin terasa apabila Indonesia berhasil lolos ke Piala Dunia. Menurutnya, pencapaian tersebut dapat memberikan dampak psikologis bagi masyarakat dan para pemain muda yang tengah membangun karier.

“Saya rasa hal itu baru akan benar-benar terwujud ketika Anda berhasil lolos ke Piala Dunia. Karena ada perubahan psikologis di negara ini. Hal itu akan mengubah pola pikir masyarakat bahwa segalanya mungkin dicapai,” ujarnya.

BACA JUGA  336.929 Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Jasa Marga Perpanjang Contraflow

Untuk memperkuat pandangannya, Herdman merujuk pengalamannya bersama sepak bola Kanada serta keberhasilan Selandia Baru tampil di Piala Dunia 2010. Ia melihat partisipasi di turnamen tersebut dapat meningkatkan keyakinan pemain untuk menembus kompetisi Eropa.

Menurutnya, keberhasilan sebuah negara di Piala Dunia dapat menciptakan efek berantai, mulai dari meningkatnya kepercayaan diri pemain muda hingga terbukanya lebih banyak kesempatan berkarier di luar negeri.

Karena itu, Herdman menegaskan bahwa target membawa Indonesia ke Piala Dunia bukan sekadar mengejar prestasi dalam satu turnamen. Ia ingin pencapaian tersebut menjadi fondasi bagi perkembangan sepak bola nasional dalam jangka panjang.

Meski Dean Zandbergen tidak dapat menjadi opsi melalui jalur keturunan, Herdman tetap berupaya mencari penyerang yang sesuai dengan kebutuhan tim. Bagi pelatih tersebut, penguatan Skuad Garuda harus berjalan beriringan dengan pembinaan pemain lokal agar Indonesia memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bersaing di level dunia. (AGF/09).