JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Padel Piala KONI 2026 di HQ Padel & Tenis, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Kejuaraan ini menjadi ajang bagi atlet dari berbagai daerah untuk menguji kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional mendatang.
Kejurnas Padel Piala KONI 2026 diikuti peserta dari 17 provinsi, yakni Aceh, Bali, Banten, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Marciano mengapresiasi perkembangan olahraga padel yang dinilai semakin pesat di Indonesia. Menurut dia, pertumbuhan olahraga ini tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik, tetapi juga memperluas peluang penjaringan atlet potensial untuk berprestasi di tingkat internasional.
“Padel telah mengolahragakan masyarakat melalui gaya hidup. Dampaknya, semakin banyak potensi atlet padel yang terjaring. Dipadukan dengan kerja keras Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) beserta para anggotanya hingga tingkat klub, padel mampu memberikan kejutan luar biasa,” ujar Marciano.
Ia menilai peningkatan minat masyarakat perlu diimbangi dengan pembinaan atlet yang terarah, penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas olahraga padel nasional.
Prestasi Padel Indonesia di Asian Games

Marciano menyoroti pencapaian tim nasional padel Indonesia pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang. Dalam ajang tersebut, Indonesia meraih satu medali perak melalui pasangan ganda putri Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini dan satu perunggu dari pasangan Novela Putria/Beatrice Gumulya.
Hasil tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan padel Indonesia di tengah meningkatnya persaingan pada level internasional.
“Padel ini salah satu cabang olahraga yang maju, sangat pesat. Kita bisa saksikan pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, padel Indonesia telah memberikan kejutan dengan menempatkan dua pasang ganda putri pada semifinal,” katanya.
Menurut Marciano, capaian tersebut tidak terlepas dari berkembangnya ekosistem padel di Indonesia. Kompetisi yang digelar secara rutin di berbagai daerah memberikan kesempatan kepada atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding dan meningkatkan kemampuan.
“Padel ini hampir setiap minggu ada kejuaraan di mana pun di Indonesia, tentunya animo masyarakat yang begitu besar dan didukung pelaku industri olahraga yang menyiapkan venue dan peralatan serta perlengkapannya,” lanjutnya.
Atas perkembangan tersebut, Marciano menyampaikan apresiasi kepada PBPI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Galih Kartasasmita beserta jajaran pengurus dan seluruh anggotanya.
Kejurnas Jadi Ajang Menjaring Atlet Berprestasi

Melalui Kejurnas Padel Piala KONI 2026, Marciano berharap muncul atlet-atlet baru yang mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan, baik single-event maupun multi-event.
Ia meminta para peserta memanfaatkan pertandingan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkaya pengalaman. Atlet juga diharapkan tampil percaya diri, menjunjung sportivitas, dan mengikuti aturan pertandingan.
Marciano turut mengingatkan wasit dan juri agar menjalankan tugas secara objektif. Menurut dia, kualitas kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga oleh integritas perangkat pertandingan dan profesionalisme penyelenggara.
Peningkatan mutu penyelenggaraan menjadi bagian penting agar kejuaraan nasional dapat memberikan manfaat bagi pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Ketua Umum PBPI Galih Kartasasmita menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan, termasuk sponsor dan pengelola venue HQ Padel & Tenis serta Freeport Indonesia.
Galih mengaku bangga atas terselenggaranya Kejurnas Padel Piala KONI 2026 yang mempertemukan atlet dari berbagai provinsi. Menurut dia, ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan di daerah masing-masing.
Ia juga berharap kejuaraan ini melahirkan atlet yang mampu menorehkan prestasi di tingkat dunia.
Persiapan Menuju PON XXII/2028
Galih menyebut Kejurnas Padel Piala KONI 2026 memiliki arti penting dalam mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Menurut dia, padel akan dipertandingkan dalam PON XXII/2028 di NTB, sedangkan babak kualifikasi dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Karena itu, kompetisi nasional menjadi kesempatan bagi atlet dan daerah untuk mengevaluasi kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan menuju pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
“Kalian semua dapat berbahagia dan ini pesta olahraga kita yang pertama secara nasional. Ini salah satu presentasi kalian kepada PBPI tentang prestasi kalian,” ujar Galih kepada para peserta.
Ia berharap para atlet menjadikan kejuaraan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas permainan dan memperkuat daya saing padel Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, PBPI memberikan tumpeng untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-88 KONI. Marciano Norman memotong tumpeng tersebut dan menyerahkan potongan pertama kepada Galih Kartasasmita sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja sama pembinaan olahraga padel di Indonesia.
Penyelenggaraan Kejurnas Padel Piala KONI 2026 diharapkan memperkuat pembinaan atlet daerah, memperluas partisipasi masyarakat, dan membuka jalan bagi lahirnya pemain-pemain yang mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang olahraga. (AGF/09).











