Berkuda Memanah Indonesia Juara Umum di Australia, Raih 14 Medali

Berkuda Memanah
Atlet berkuda memanah Indonesia meraih gelar juara umum IHAA Regional Oceania Championship 2026 di Australia dengan koleksi 14 medali, terdiri atas tiga emas, tujuh perak, dan empat perunggu. (Foto: Dok. Koni/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Tim berkuda memanah Indonesia menorehkan prestasi internasional dengan merebut gelar juara umum International Horseback Archery Alliance (IHAA) Regional Oceania Championship 2026 di Tarago Showground, New South Wales, Australia, pada 17 Oktober 2026.

Kontingen Merah Putih mengoleksi 14 medali, terdiri atas tiga emas, tujuh perak, dan empat perunggu. Hasil tersebut diraih setelah Indonesia bersaing dengan enam negara lainnya, yakni Australia, Selandia Baru, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang.

Tiga atlet yang memperkuat Indonesia dalam kejuaraan tersebut adalah Arsa Wening, Rayyan Abdulkarim Ardianto, dan Daniel Azmi Muhammad. Ketiganya menyumbangkan medali dari sejumlah nomor pertandingan, sekaligus mengantarkan Indonesia menempati posisi teratas dalam klasemen perolehan medali.

Capaian di Australia menambah catatan positif olahraga berkuda memanah Indonesia di level internasional. Prestasi ini juga menjadi modal penting bagi Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Berkuda Memanah Indonesia atau Indonesia Horseback Archery Federation (IHAF) dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi berikutnya, termasuk World Cup 2027.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, menyampaikan apresiasi kepada para atlet dan jajaran FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia di bawah kepemimpinan Triwatty Marciano atas keberhasilan tersebut.

BACA JUGA  Desa Sengon Sari Wakili Asahan di Lomba LBS Sumut 2026, Tim Evaluasi Turun Langsung ke Lapangan

Menurut Marciano, raihan 14 medali sekaligus gelar juara umum menunjukkan bahwa atlet Indonesia memiliki potensi untuk bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga mencerminkan kedisiplinan, kerja keras, dan semangat para atlet dalam membawa nama Indonesia di arena internasional.

Marciano berharap prestasi tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas pembinaan, memperkuat regenerasi atlet, serta meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi persaingan yang lebih ketat pada kejuaraan mendatang.

Arsa Wening menjadi atlet Indonesia dengan raihan medali emas terbanyak dalam kejuaraan tersebut. Ia meraih emas pada nomor Raid 234, Tower 90, dan klasemen Overall.

Selain tiga emas, Arsa juga menyumbangkan dua medali perak dari nomor Hunt Track dan kompetisi beregu nasional. Dengan demikian, ia mengoleksi lima medali selama kejuaraan berlangsung.

Rayyan Abdulkarim Ardianto turut memberikan kontribusi melalui tiga medali perak dan satu perunggu. Medali perak diraih pada nomor Raid 234, Overall, dan Tim Nasional, sedangkan perunggu diperoleh pada nomor Tower 90.

Sementara itu, Daniel Azmi Muhammad mengumpulkan lima medali, terdiri atas dua perak dan tiga perunggu. Ia meraih perak pada nomor Tower 90 dan Tim Nasional, serta perunggu pada nomor Raid 234, Hunt Track, dan Overall.

BACA JUGA  TNI-Polri Dukung Program Kesehatan Melalui Lokakarya Lintas Sektor

Kontribusi ketiga atlet tersebut memperlihatkan persaingan yang kompetitif di sejumlah nomor dan menjadi bagian penting dari keberhasilan Indonesia merebut gelar juara umum.

Ketua Umum FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia, Triwatty Marciano, menegaskan bahwa keikutsertaan atlet dalam kejuaraan internasional merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.

Menurut Triwatty, pertandingan di level internasional memberikan kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan, meningkatkan pengalaman, serta memperkuat mental saat menghadapi lawan dari negara lain.

“Kompetisi internasional adalah wadah untuk membangun daya saing. Ini adalah investasi pengalaman jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju World Cup 2027,” ujar Triwatty.

Ia menilai pengalaman bertanding di luar negeri menjadi bekal penting untuk menjaga konsistensi performa atlet. Karena itu, partisipasi dalam berbagai kejuaraan internasional tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas dan kesiapan bertanding.

Keberhasilan di Australia juga melanjutkan pencapaian Indonesia dalam IHAA Asian Greater Championship 2026 di Moskow, Rusia, pada 27 September 2026. Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia meraih gelar juara umum dengan koleksi tujuh emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

BACA JUGA  Pangdam V/Brawijaya Kirim Dua Prajurit ke Ajang Hafalan Al-Qur’an di Libya

Dua gelar juara umum dalam kejuaraan internasional tersebut menjadi catatan positif bagi perkembangan berkuda memanah Indonesia. Namun, konsistensi prestasi tetap membutuhkan pembinaan atlet yang terarah, evaluasi berkala, serta peningkatan kualitas latihan dan pengalaman kompetisi.

Dengan capaian di Rusia dan Australia, FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia diharapkan dapat mempertahankan tren positif sekaligus mempersiapkan atlet untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.

Persiapan menuju World Cup 2027 menjadi salah satu agenda penting untuk meningkatkan daya saing atlet Indonesia. Melalui pembinaan berkelanjutan dan kesempatan bertanding di level internasional, berkuda memanah Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya dalam persaingan dunia. (AGF/04).