Pemkot Jakbar Jadikan “Kampung Kerukunan” Sebagai Wadah Pemersatu Umat

Dok.Ant

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menjadikan “Kampung Kerukunan” sebagai wadah pemersatu antara umat beragama.

“Adanya kampung kerukunan ini kan simbol. Simbol keberagaman di satu wilayah, ada perwakilan setiap agama untuk hidup berdampingan,” kata Ketua Kesatuan Suku Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Barat, Mohammad Matsani  di Jakarta, Senin (17/10/2022)

Di dalam “Kampung Kerukunan”, Pemkot Jakbar dapat menggelar beragam forum pertemuan antara seluruh pemuka agama dan tokoh masyarakat, ucap Matsani.

Selain itu, pihaknya juga menggelar beragam kegiatan pemuda yang berguna untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama.

Dengan adanya konsep “Kampung Kerukunan”, dia berharap toleransi antar masyarakat semakin meningkat.

Dia juga berharap tingkat kriminalitas juga semakin turun berkat kegiatan keagamaan di Kampung Kerukunan tersebut.

BACA JUGA  Pastikan Kehadiran Presiden, PWI Pusat-PWI Kalsel Persiapkan HPN 2025

Sejauh ini, Jakarta Barat baru memiliki satu  “Kampung Kerukunan” yakni di kelurahan Rawa Buaya.

Matsani memastikan dalam waktu dekat beberapa wilayah di Jakarta Barat juga akan dijadikan sebagai “Kampung Kerukunan”.

Sebelumnya, Kesbangpol Jakarta Barat juga sempat melakukan beberapa upaya dalam rangka meningkatkan kerukunan antar suku ras dan agama.

Salah satunya yakni membentuk Forum Pembauran Kebangsaan untuk menghindari konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)

Matsani menjelaskan forum ini dibentuk sebagai tempat mediasi kelompok massa atau etnis tertentu di Jakarta Barat agar tidak menimbulkan konflik.

“Forum ini berisi perwakilan dari tokoh-tokoh etnis di 34 provinsi yang ada di Jakarta Barat untuk mempererat kesatuan dan persatuan bangsa,” kata Matsani saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (1/3/2022)

BACA JUGA  Fadli Zon Apresiasi Film “Timur” Karya Iko Uwais: Literasi Sejarah bagi Generasi Muda

Matsani menilai sejauh ini koordinasi antara ormas dan kelompok etnis suku tertentu di dalam forum tersebut sudah terjalin dengan baik.

“Setiap benturan antara ormas di lapangan selalu diselesaikan dengan baik di dalam forum tersebut,’ ucap Matsani.

Tidak hanya itu, diskusi antara ormas dengan tujuan mempererat nasionalisme dan tali persaudaraan antara ras juga kerap dilakukan di dalam forum tersebut.

“Dengan kegiatan ini tali persaudaraan semakin erat dan kita pun makin guyub,” kata dia.

Matsani berharap keberadaan forum tersebut bisa merukunkan hubungan antara ras di Jakarta Barat demi kenyamanan warga.(03/Ant)

 

Tinggalkan Balasan