JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kesuksesan besar film pendek karya Aditya Santana di platform Noice kini berlanjut ke tahap yang lebih ambisius. ‘Keluarga Suami adalah Hama’ resmi diadaptasi menjadi film layar lebar oleh Umbara Brothers Film bekerja sama dengan VMS Studio, dengan sutradara kenamaan Anggy Umbara sebagai nahkoda utama.
Karya ini sebelumnya menjadi fenomena di media sosial berkat keberaniannya mengungkap dinamika rumah tangga dari sudut pandang perempuan. Dengan ratusan juta impresi sejak dirilis, cerita tersebut kini diperluas menjadi sajian sinematik yang lebih intens, emosional, dan dekat dengan realita masyarakat Indonesia.
Film pendek “Keluarga Suami adalah Hama” dikenal karena kritik sosialnya terhadap hubungan rumah tangga yang tertekan oleh intervensi keluarga besar. Adaptasi layar lebarnya mengangkat kembali konflik yang akrab ditemui oleh banyak pasangan: ketidakseimbangan peran, batas antara kasih sayang dan kontrol, hingga perjuangan istri mempertahankan harga diri di tengah tekanan keluarga suami.
Anggy Umbara memastikan versi layar lebarnya menawarkan perspektif yang lebih luas dan emosional.
“Ini bukan sekadar drama keluarga. Ini adalah cermin sosial tentang perempuan yang berjuang mempertahankan pernikahannya di bawah relasi keluarga yang tidak sehat,” ujar Anggy Umbara dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/11/2025).
Kisah pasangan Damar dan Intan berakar pada realitas “Sandwich Generation” generasi yang menanggung beban finansial dari tiga sisi sekaligus: orang tua, diri mereka sendiri, dan saudara yang belum mandiri.
Dalam film ini, tekanan ekonomi dan tumpukan masalah keluarga suami mulai menggerogoti hubungan mereka. Gangguan-gangguan kecil yang terus muncul perlahan bertindak seperti “hama” yang merusak kehidupan rumah tangga. Tema ini relevan bagi jutaan keluarga Indonesia yang mengalami situasi serupa.
Film ini dibintangi oleh Omar Daniel sebagai Damar, Raihaanun sebagai Intan, Meriam Bellina sebagai mertua yang menjadi sumber tekanan bagi menantu.
Kolaborasi lintas generasi ini diharapkan menghadirkan kedalaman karakter dan pengalaman emosional yang kuat. Dengan gaya khas Anggy Umbara yang tegas, berani, dan visual yang kuat, film ini menjanjikan pengalaman menonton yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran.
Umbara Brothers Film dan VMS Studio menyebut proyek ini sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan Intellectual Property (IP) lokal, sekaligus dorongan untuk menghadirkan karya yang relevan dan berdampak sosial.
Film ini kini memasuki tahap produksi dan direncanakan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tahun 2026.
‘Keluarga Suami adalah Hama’ bukan hanya drama, tetapi juga refleksi tentang bagaimana tekanan keluarga besar bisa merusak pernikahan, perjuangan perempuan mempertahankan martabat dan mentalnya dan bagaimana generasi sandwich harus bertahan di tengah tuntutan ekonomi yang berat.
Film ini diharapkan membuka diskusi baru tentang kesehatan mental dalam pernikahan, batas cinta seorang istri, dan dinamika keluarga di Indonesia modern. ‘Keluarga Suami adalah Hama’ segera tayang 2026 di seluruh bioskop Indonesia.(04)

