Azizah Salsha Laporkan Akun TikTok Terkait Dugaan Fitnah

Azizah salsha
Selebgram Azizah salsha (Foto: Instagram/@azizahsalsha)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Selebgram dan publik figur Azizah Salsha, yang juga dikenal sebagai istri pesepakbola nasional Pratama Arhan, kembali menjadi korban penyebaran informasi palsu di media sosial. Ia resmi melaporkan satu akun TikTok yang diduga menyebarkan konten hoaks dan mencemarkan nama baiknya ke Bareskrim Polri, Jumat (8/8/2025).

Langkah hukum ini disampaikan langsung oleh Andre Rosiade, ayah dari Azizah Salsha, yang hadir bersama tim kuasa hukum. Menurut Andre, akun TikTok bernama @ibaratbradpittt telah mengunggah video yang berisi fitnah serius dan menyerang kehormatan anaknya sebagai perempuan.

Andre Rosiade menyebut bahwa ini bukan kali pertama Azizah menjadi korban ujaran kebencian di media sosial. Sebelumnya, ia sudah beberapa kali menerima permintaan maaf dari pelaku yang dilaporkannya, namun kali ini pendekatan yang sama tidak akan dilakukan.

BACA JUGA  Teknologi Sampah Menjadi Bahan Bakar Tidak Tepat Untuk Jakarta

“Kita sudah terlalu sering memaafkan. Kali ini, kita ingin memberikan efek jera agar penyebaran fitnah tidak lagi dianggap remeh,” ujar Andre di hadapan media.

Menurutnya, pelaporan ini diharapkan bisa menjadi peringatan keras bagi pengguna media sosial lainnya, agar tidak sembarangan menyebarkan kabar bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pernyataannya, Andre menegaskan bahwa keluarga tidak akan lagi membuka ruang untuk penyelesaian damai. Tujuannya jelas, yaitu untuk menegakkan keadilan dan melindungi hak anaknya dari serangan yang bersifat merusak citra.

“Setiap orang punya batas kesabaran. Kami tidak lagi menerima permintaan maaf untuk kasus seperti ini. Ada kalanya seseorang memang harus diproses hukum agar menjadi pembelajaran bagi publik,” tegas Andre.

BACA JUGA  Suntikan Tenaga Persebaya Jelang Lawan Arema FC

Konten yang dilaporkan diduga mengandung narasi bernada fitnah berat terhadap Azizah, salah satunya dengan menyebutkan tuduhan yang sangat merendahkan. Tim hukum Azizah menyatakan akan membawa kasus ini hingga tuntas sesuai prosedur hukum yang berlaku, termasuk dalam ranah UU ITE terkait pencemaran nama baik di dunia digital.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya etika bermedia sosial dan peran hukum dalam melindungi individu dari penyebaran berita bohong atau ujaran kebencian yang berpotensi merusak reputasi seseorang.(04)