Barce Layaba dan Leli Marlina di Asian Para Games 2026, Persembahkan Medali Emas untuk David Jacobs

Barce Layaba
Barce Layaba dan Leli Marlina di Asian Para Games 2026, Persembahkan Medali Emas untuk David Jacobs (Foto: Ist)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Barce Layaba dan Leli Marlina membeberkan kunci suksesnya setelah berhasil meraih medali emas di Asian Para Games 2026. Mentalitas untuk tak kalah sebelum bertanding membuat mereka tak ciut nyali ketika bertemu atlet-atlet dunia di Jepang.

Para tenis meja Indonesia membuat kejutan besar dalam ajang Asian Para Games 2026. Dari awalnya hanya memasang target empat medali perunggu, Indonesia justru sukses membawa pulang medali emas.

Barce Layaba/Leli Marlina menjadi aktor utamanya. Mereka tak pernah membayangkan bahwa Asian Para Games 2026 akan menjadi momen keduanya menerima kalungan medali emas. Di atas kertas, bukan mereka yang diunggulkan meraih medali emas di nomor ganda campuran kelas 10 atau TT10.

Namun status sebagai atlet non unggulan itulah yang membuat mereka tampil tanpa beban. Barce Layaba berbicara titik balik yang membuat harapan untuk meraih medali, minimal perunggu, menjadi terbuka.

“Bertemu wakil Thailand di babak 8 besar itu serasa final bagi kita. Kita kalah saat bertemu di ASEAN Para Games 2025 kemarin. (Kekalahan) itu menjadi beban untuk kita. Makanya pas pertandingan seperti grogi banget. Saat di grup kita juga ketemu yang pasangan nomor satunya. Nomor keduanya ketemu di babak 8 besar,” kata Barce Layaba membuka cerita saat ditemui di Sky Hall Toyota, Jumat (23/10/2026).

Dua pasangan Thailand yang dimaksud Barce adalah Panwas Sringam/Norakhan Chanpaka (fase grup) dan Wassana Sringam/Wanchai Chaiwut (8 besar). Saat melawan Panwas/Norakhan, Barce/Leli menang 3-0. Lalu, mereka juga sukses melibas Wassana/Wanchai dengan skor 3-1.

BACA JUGA  Wabup Sidoarjo Kunjungi Nenek yang Tinggal Sebatang kara

“Kita tuh kayak, ‘wah gila ini kita ketemu mereka lagi nih, kita bisa apa enggak’, tapi Puji Tuhan kita bisa melewati mereka dan dari langkah kita bisa melewati Thailand itu yang bikin kita lebih percaya diri menuju fase berikutnya,” tutur Barce.

Barce mengatakan, dari sisi kesiapan teknis, Ia dan Leli sudah sangat siap. Mereka sudah berlatih sangat keras karena sadar bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi sangat kuat.

Namun, tambahan mentalitas dan percaya diri setelah mengalahkan Thailand membuat mereka tak punya rasa takut saat melawan wakil China, Bian Zhang/Zhengyang Peng di babak semifinal.

“Setelah Thailand lewat, kita jadi lebih percaya diri untuk, ‘Oke, Leli, kita sudah melewati mereka nih, ayo. Berikutnya kita lawan China. Mereka ini sudah pasti sudah pikir mereka tuh di atas angin. Oke, kita main lebih lepas lagi, kita main enggak ada beban, kita main lepas aja’. Dan Puji Tuhan kita bisa melewati itu,” ungkap Barce.

Setelah sampai partai puncak, Barce dan Leli sudah semakin tak terbebani. Bagi mereka, partai final adalah tahapan yang tak pernah terbayangkan pada masa persiapan. Hitung-hitungan di atas kertas, mereka juga tambah percaya diri karena tak pernah kalah dari wakil Korea Selatan saat mengikuti kejuaraan dunia.

“Pas ketemu Korea itu kita enggak terlalu grogi sebenarnya. Untuk grogi tidak ada, karena kita sudah beberapa kali ketemu Korea . Kita beberapa kali ketemu Korea itu ada sekitar tiga ya, tiga kali itu dengan pasangan yang berbeda-beda,” ucap Leli.

BACA JUGA  TMMD 129 Bojonegoro: Letkol Dedy Dwi Wijayanto Tinjau Progres Rehab Rumah di Kesongo

“Dan Puji Tuhannya kita menang semua lawan mereka. Jadi sudah ada kepercayaan diri dari kita duluan,” tambah Barce.

“Jadi, itu yang semakin membuat kita lebih semangat, ‘Wah, ini kita bisa nih, kita bisa, ayo’. Itu yang memacu semangat kita dan Puji Tuhan-nya kita melewati itu,” lanjut Barce.

Medali emas ini merupakan sebuah penantian ketika terakhir kali didapat pada Asian Para Games 2018 lalu, saat Indonesia masih memiliki sosok David Jacobs.

Setelah David berpulang tahun 2023 lalu, maka medali emas ini ditujukan tim para tenis meja Indonesia, khusus untuk mendiang David Jacobs.

“Yang pertama, medali emas ini untuk David Jacobs Almarhum, akhirnya kita bisa dapat medali emas setelah ditinggalkan beliau,” kata Leli Marlina.

“Dan tentunya kita persembahkan untuk Indonesia. Persembahkan untuk orang-orang yang selalu support kita, pelatih yang selalu sabar untuk membimbing kita, membawa kita sampai di titik ini. Terima kasih banyak keluarga, semua, tentunya kami tidak menyangka bisa mendapatkan hasil yang luar biasa ini,” imbuh Barce.

Hal yang sama juga diungkapkan pelatih para tenis meja Indonesia, Bayu Widhie Hapsara Purba. Ia mengatakan medali emas ini memiliki arti yang sangat penting bagi tim para tenis meja Indonesia.

“Raihan emas ini sangat berarti sekali bagi tim para tenis meja ini. Karena, sepeninggal kak David Jacobs, legend kita di tenis meja baik difabel maupun non difabel, baru kali ini kita bisa mendapatkan emas di Asian Para Games. Sebelum ini kita hanya mendapatkan 4 perunggu, dan di sini Alhamdulillah kita bisa,” ucap Bayu Widhie.

BACA JUGA  Wali Kota Bekasi Lepas Tim Sepak Bola SSB Tajimalela untuk Berlaga di Kuala Lumpur Cup 2025

Kegembiraan semakin terasa ketika Osrita Muslim, yang kini sudah berusia 59 tahun juga bisa mempersembahkan dua medali perunggu. Ia meraih medali perunggu nomor ganda putri kelas TT10 bersama Leli Marlina dan ganda campuran kelas TT7 bersama Yayang Gunaya.

“Bu Os ini kejutan, karena juga Bu Os sebenarnya enggak kita target, karena mengingat kompetitornya (ganda TT7 dan TT10) juga berat-berat. Yang penting main nothing to lose saja, enggak usah beban. Alhamdulillah malah hasilnya beliau menyumbangkan dua perunggu untuk tim para tenis meja ini,” ucap Bayu Widhie.

Secara keseluruhan tim para tenis meja Indonesia berhasil meraih satu medali emas dan enam medali perunggu. Selain yang tersebut di atas, medali perunggu datang dari Barce Layaba (tunggal putra kelas TT4-5), Komet Akbar (tunggal putra TT10), Hamida (tunggal putri kelas TT8) dan Adyos Astan/Yayang Gunaya (ganda putra kelas TT8). (AGF/04)