BPBD Kabupaten Pasuruan Ungkap Penyebab Ribuan Rumah Terendam Banjir hingga Tiga Hari

Avatar photo
Banjir di Kabupaten Pasuruan
Banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. (Foto:Dok.BPBD Kabupaten Pasuruan)

PASURUAN|SUDUTPANDANG.ID – Intensitas hujan yang tinggi ditambah meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi salah satu faktor terjadinya banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Sebanyak ribuan rumah di tiga kecamatan terendam banjir sejak Senin (5/2/2024) kemarin, yakni Kecamatan Beji, Kecamatan Bangil dan Kecamatan Gempol.

Dari ribuan rumah di tiga kecamatan tersebut, terhitung wilayah yang terdampak banjir paling parah adalah wilayah Kecamatan Beji, tepatnya Desa Kedungringin.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, tercatat ada 3527 rumah warga yang tergenang banjir.

Terinci 1.835 pemukiman dari delapan dusun di Desa Kedungringin kebanjiran. Di Dusun Balongrejo dan Dusun Ngampel ketinggian air mencapai kisaran 70-80 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, seperti pada tahun sebelumnya Desa Kedungringin sudah menjadi daerah langganan banjir di kala pada musim penghujan seperti saat ini.

BACA JUGA  Hari Bhayangkara ke -79 Polda Jatim Beri Bantuan Tongkat dan Kursi Roda Bagi Kaum Difabel

“Kedungringin dan Kedungboto jadi daerah langganan banjir ketika musim penghujan tiba seperti sekarang. Apalagi hujan di wilayah atas sangat deras, dan air laut sedang pasang,” kata Sugeng, dalam keterangannya, Selasa (6/2/2024).

Hal serupa terjadi di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, yakni Dusun Gedang Kluthuk, Karanglo dan Dusun Kedungboto. Hanya saja, tak begitu banyak rumah penduduk yang terdampak dibandingkan dengan pemukiman warga di Desa Kedungringin. Ketinggian air pun juga tak setinggi di Desa Kedungringin. Rata-rata antara 40-50 sentimeter.

“Penyebab banjir karena intensitas hujan yang terjadi dalam waktu yang cukup lama ditambah air laut pasang, sehingga aliran sungai Wrati tak bisa menampung air hingga akhirnya meluap,” jelas Sugeng.

BACA JUGA  Kapolres Pasuruan Ajak Ulama-Elemen Masyarakat Kembali Pererat Silaturahmi

 

Banjir di Kabupaten Pasuruan
Ribuan rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terendam banjir sejak Senin (5/2/2024). Foto:Dok.BPBD Kabupaten Pasuruan

Di wilayah Bangil dan Gempol, Sugeng menyebutkan bahwa banjir juga memasuki rumah-rumah warga dan fasilitas publik seperti sekolah, madrasah dan lainnya.

Di Bangil, tercatat 1.221 rumah warga yang terendam banjir sejak kemarin. Setidaknya ada 4 desa terdampak, di antaranya Desa Satak, Bandaran, Tambakan dan Kalirejo.

Sedangkan di Gempol, 230 unit rumah yang terendam banjir yaitu di Dusun Ngasem dan Tanjung dengan ketinggian air mencapai 30-50 sentimeter.

Sugeng mengungkapkan, banjir di Beji, Bangil dan Gempol disebabkan oleh meluapnya daerah aliran sungai. Dalam bencana banjir kali ini, tidak ada korban jiwa.

“Bedanya kalau banjir di Gempol dan Bangil justru dari Sungai Kedunglarangan yang meluap ketika limpahan air dari wilayah atas beradu dengan air laut yang dalam kondisi pasang,” tutupnya.(acz/01)