BEKASI-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Pelatih Kepala (Head Coach) turnamen sepak bola pelajar sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 1 2025-2026 yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation (BODF) dan MilkLife, Timo “Coach Timo” Scheunemann
mengemukakan dirinya dan tim “talent scouting” (pemandu bakat) telah mengantongi 31 nama dari ajang perdana di Bekasi, Jawa Barat itu, yang nantinya diseleksi lagi untuk menjalani “extra training”.
“Kami ada 31 nama yang akan diundang untuk diseleksi kembali menjadi 25 pemain. Di setiap kota kami menyiapkan total 50 pemain yang terbagi menjadi 25 tingkat SD, dan 25 tingkat SMP. Jadi nanti ke depannya total di 10 kota penyelenggaraan MLSC akan ada 500 talenta yang kami pantau perkembangannya dan mendorong untuk giat berlatih di sekolah sepak bola (SSB) setempat,” katanya usai laga final ajang MLSC Bekasi Seri 1 2025-2026 di Bekasi International Soccer Field, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (14/9/2025).
“Terlebih kami juga menyiapkan HYDROPLUS Soccer League U-14 yang bakal rutin bergulir setiap dua pekan sekali, sementara di empat kota dulu,” kata Timo.
Coach Timo menyatakan “angkat topi” terhadap daya juang dan semangat peserta yang telah berpeluh keringat sepanjang turnamen bergulir.
Pria yang memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman sejak 2007 ini juga cukup terkejut dengan aksi para penggawa di setiap tim yang sudah memiliki teknik dasar bermain sepak bola.
Bahkan, menurut dia, kualitas peserta di Bekasi lebih baik ketimbang kota lain di pergelaran perdana MLSC itu.
“Yang menarik Bekasi Seri 1 ini kualitasnya lebih bagus dari kota-kota lain ketika baru dimulai MilkLife Soccer Challenge. Yang pasti ini awal yang sangat positif” katanya.
“Dan saya berharap guru serta kepala sekolah paham bahwa apa yang dilakukan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini adalah komitmen jangka panjang, dan itu membutuhkan dukungan semua pihak. Terutama program latihan untuk siswi tolong digalakkan agar kualitas mereka terus meningkat,” katanya.
Ia berharap agar di Bekasi semakin banyak SSB, baik yang khusus putri ataupun SSB putra yang membuka kelas putri.
Sementara itu Perwakilan BODF, Satia Chandra Wiguna mengapresiasi tingginya animo peserta maupun dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, sekolah, hingga orang tua terhadap kesuksesan terselenggaranya MLSC di “Kota Patriot” itu.
Selain besarnya kuantitas, kata da, “Srikandi Muda” sepak bola itu juga menunjukkan performa maksimal ketika di lapangan.
Begitu pula dengan pendukung tim yang tak kenal lelah memberi semangat dari bangku tribun.
“Meski baru pertama kali digelar di Bekasi, antusias dari para pesepak bola putri belia sangat besar. Kami juga berterima kasih kepada stakeholder terkait yang mendukung MLSC,” katanya.
“Hal ini membuat kami semakin optimistis bahwa regenerasi atlet sepak bola Tanah Air dapat terjaga. Semua ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak,” katanya.
Ia menegaskan Bekasi dirujuk menjadi salah satu kota penyelenggaraan MLSC 2025-2026 mengingat sejarah panjang serta kecintaan masyarakat yang sangat kuat di bidang sepak bola.
“Itulah mengapa kita melakukan penambahan daerah di Bekasi pada turnamen MLSC ini. Bekasi juga menjadi daerah alternatif bagi sekolah dan madrasah yang berada di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, karena akses lebih mudah bagi mereka ketimbang mengikuti MLSC Jakarta yang dilaksanakan di Jakarta Timur,” demikian Satia Chandra Wiguna. (Red/02)

