“Dari sawah Wonosari, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0819/Pasuruan menanam harapan bagi negeri, menegaskan bahwa ketahanan bangsa berakar dari tanah yang digarap dengan gotong royong.”
PASURUAN-JATIM, SUDUTPANDANG.ID – Pagi itu, matahari baru saja mengintip di balik pegunungan, namun langkah-langkah prajurit TNI sudah bergema di pematang sawah Dusun Kili Tengah, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Lumpur menempel di sepatu mereka, sementara bibit padi muda berpindah dari tangan ke tangan, lalu ditanam dengan rapi di lahan seluas satu hektar. Para petani setempat juga sibuk bekerja di tanah yang basah, seiring suara gemericik air yang mengalir di sawah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, yang kali ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan rumah, tetapi juga pada sektor ketahanan pangan. Tidak sekadar menanam padi, Satuan Tuas (Satgas) TMMD ke-127 Kodim 0819/Pasuruan menanam harapan di tanah yang digarap bersama masyarakat.
Satgas TMMD dan petani berdiri sejajar di lahan pertanian, menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan di tingkat lokal. Suasana gotong royong sangat terasa. Canda tawa mewarnai kerja keras mereka, sementara ibu-ibu di pinggir sawah menyiapkan minuman dan makanan sederhana untuk mengisi tenaga. Anak-anak sesekali memperhatikan para prajurit TNI AD yang bekerja berdampingan dengan petani.
Danramil 0819/14 Gondangwetan, Kapten Inf Hadi Erlanto, menjelaskan bahwa penanaman padi ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin kebersamaan antara TNI dan masyarakat, serta mendukung peningkatan ketahanan pangan di wilayah,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026) pagi, di tengah kegiatan.
Lebih jauh, Kapten Hadi menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam sektor pertanian tidak hanya simbolis. Kehadiran prajurit di tengah sawah, menurutnya, bertujuan memberi semangat kepada para petani. Dalam menghadapi berbagai tantangan seperti biaya produksi yang tinggi, perubahan cuaca yang tak terduga, serta fluktuasi harga hasil panen, dukungan dari TNI dapat menjadi penyemangat tambahan bagi petani setempat.
Kehadiran Satgas TMMD

Bagi warga Dusun Kili Tengah, kehadiran Satgas TMMD di sawah mereka memberi makna lebih. Mereka merasa tidak berjalan sendirian, karena sawah yang selama ini mereka garap dengan keringat dan harapan, kini menjadi perhatian bersama.
Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Dengan luas tanam satu hektar, hasil panen yang diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan keluarga petani, tetapi juga berkontribusi pada ketersediaan beras di tingkat desa.
Langkah kecil di sawah Wonosari itu merefleksikan visi besar negara. Presiden Prabowo Subianto pernah menekankan bahwa kemandirian pangan tidak lahir di ruang rapat, melainkan dari kerja keras petani di lapangan.
Lebih dari itu, kegiatan ini menampilkan wajah lain dari program TMMD yang seringkali dipandang hanya sebagai upaya membangun infrastruktur. Penanaman padi ini turut memperkuat fondasi ekonomi warga desa. Dari lumpur sawah, tumbuh kebersamaan, kerja keras, dan optimisme untuk masa depan yang lebih baik. Sejalan dengan tema TMMD ke-127 yakni “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”.
Setelah barisan bibit padi tertanam rapi, para prajurit dan warga berdiri sejenak memandang hamparan hijau muda yang membentang. Dalam diam, mereka menitipkan harapan, bahwa beberapa bulan lagi, bulir-bulir padi akan menguning, dipanen bersama, dan menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Di tanah yang sederhana ini, langkah kecil ini mengingatkan kita bahwa ketahanan bangsa berawal dari tanah yang digarap dengan gotong royong.(ACZ)










