Di Sanlat Ramadhan: Ketua Al-Bahjah Bogor: Perkuat Aqidah, Kehadiran AI Tantangan Serius Generasi Muda Islam

Sanlat Ramadhan
Ketua Yayasan Pendidikan Al-Bahjah Bogor Raya, Dr (Cand) drh Kukuh Galih Waskita, M.Si saat memberikan paparan tentang "Islam dan Sains: Membangun Generasi Berpikir Kritis dan Qurani" kegiatan Sanlat Ramadhan 1447 Hijriah/2026 bertema "Menyongsong Generasi Muda Indonesia 2045: Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berjiwa Qurani” di Gedung DPRD Kota Bogor, Jabar, Rabu (11/3/2026). FOTO: HO-Tim Jurusan Desain Komunikasi SMK Wikrama Bogor

BOGOR-JABAR, SUDUTPANDANG – Ketua Yayasan Pendidikan Al-Bahjah Bogor Raya, Dr (Cand) drh Kukuh Galih Waskita dalam kesempatan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan 1447 Hijriah mengemukakan bahwa urgensinya generasi muda memperkuat terlebih dahulu fondasi aqidah Islam menghadapi kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kemajuan teknologi saat ini.

“Yang mesti diperkuat terlebih dahulu adalah fondasi aqidah Islam dan pengembangan literasi, berfikir kritis melalui penguatan budaya baca buku dan sumber sumber keilmuan,” katanya dalam Sanlat Ramadhan 1447 Hijriah yang digagas Komunitas Wartawan Jabodetabek bekerja sama dengan sejumlah pihak di Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan Sanlat Ramadhan 1447 Hijriah/2026 bertema “Menyongsong Generasi Muda Indonesia 2045: Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berjiwa Qurani” itu difasilitasi DPRD Kota Bogor dan didukung sejumlah mitra, di antaranya Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Tatajabar, Cibinong Center Industrial Estate (CCIE), Perum LKBN ANTARA, Dr Chiken, Indocement, Yayasan Baitul Maal BRILiaN, Pupuk Indonesia Niaga, Alfamart, The Jungle, AQUA, PT Saraswanti Indo Genetech, Lezza, Aviary Park Indonesia, Dapen PT Jasa Marga, serta Yayasan Baitulmal Ummat Islam Bank Negara Indonesia (BAMUIS BNI).

BACA JUGA  Polres Pasuruan Terima Kunjungan Dir Pam Obvit Mabes Polri, Bahas Keamanan Destinasi Wisata

Kukuh memandang kemajuan teknologi digital yang demikian pesat antara lain ditandai dengan kehadiran AI dan berbagai platform media sosial seperti IG dan Tiktok sebagai tantangan serius yang harus disikapi oleh generasi muda Islam.

Ia juga menyatakan penting bagi generasi Muslim untuk tidak mengakses dan menggunakan media sosial hingga memasuki usia sekolah lanjutan tingkat (SLTA) yang sudah relatif matang.

“Sebaliknya, yang mesti diperkuat terlebih dahulu adalah fondasi aqidah Islam dan pengembangan literasi, berfikir kritis melalui penguatan budaya baca buku dan sumber sumber keilmuan,” tambahnya.

Kukuh juga mengingatkan urgensi bagi generasi muda Islam untuk memiliki dan membudayakan adab Islam dalam kehidupan mereka.

BACA JUGA  KSAD Shalat Idul Fitri di Stadion Siliwangi Bandung
Sanlat Ramadhan 2026
Ketua Yayasan Pendidikan Al-Bahjah Bogor Raya, Dr (Cand) drh Kukuh Galih Waskita, M.Si saat memberikan paparan tentang “Islam dan Sains: Membangun Generasi Berpikir Kritis dan Qurani” kegiatan Sanlat Ramadhan 1447 Hijriah/2026 bertema “Menyongsong Generasi Muda Indonesia 2045: Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Berjiwa Qurani” di Gedung DPRD Kota Bogor, Jabar, Rabu (11/3/2026). FOTO: HO-Tim Jurusan Desain Komunikasi SMK Wikrama Bogor

Dalam praktik kehidupan, kata pemilik kelompok usaha ayam goreng Dr Chiken itu menggarisbawahi tradisi mencium tangan orangtua, bersikap santun dan membiasakan tradisi menyapa tetangga, yang merupakan bagian dari adab yang mesti senantiasa hidup di kalangan generasi Muslim.

Terkait dengan Islam dan sains, ia mengatakan banyak ayat Al Quran yang mendorong umat Islam untuk berfikir, tafakkur, atas penciptaan alam semesta sebagai dasar bagi penggalian dan pengembagan ilmu pengetahuan.

Kukuh — alumni Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB Universty itu — juga mengenalkan sejumlah ilmuwan Muslim masa lalu yang menjadi rujukan ilmu dan pengetahuan (iptek) era modern ini kepada para peserta Sanlat Ramadhan itu.

“Sejarah membuktikan jejak emas ilmuwan Muslim dalam peradaban dunia,” katanya.

Ia memberi contoh terkait jejak sejarah emas itu, yakni: Ibnu Sina (Avicena) yang dijului “Bapak Kedokteran Modern” denga karyanya “Al Qanun fi at-Tibb”, yang menjadi rujukan utama ilmu medis di Eropa selama berabad-abad

BACA JUGA  Jaga Kondusifitas Jakarta Pusat, Kodim 0501/JP Laksanakan Patroli Kendaraan

Lalu, Al-Khawarizmi, “Pelopor Al Jabar dan Algoritma”, yang meletakkan dasar ilmu matematika modern, yang menjadi fondasi teknologi komputer hari ini

Kemudian, ilmuwan Muslim Ibnu Haytham (Alhazhen), yang dijuluki “Bapak Optik Modern”, yang menemukan prinsip kerja kamera (camera obscura) dan metode ilmiah eksperimental, demikian Kukuh Galih Waskita. (Red/02)