Diduga Keracunan, 13 Siswa SDN 1 Tutup Blora Alami Keluhan Usai Santap Menu MBG

13 Siswa SDN 1 Tutup Blora Mengalami Keluhan Usai Santap Menu MBG
Kepala SDN 1 Tutup Mustofa Kamal Riyanto. (Foto: istimewa)

BLORA, SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak 13 siswa SDN 1 Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (1/10/2026). Dugaan keracunan masih dalam penyelidikan.

Kepala SDN 1 Tutup Mustofa Kamal Riyanto mengatakan, keluhan pertama dilaporkan guru kelas 2 sekitar pukul 09.30 WIB. Sejumlah siswa mengeluhkan sakit perut, pusing, hingga muntah.

“Pertama muncul sekitar 09.30, Bu Guru kelas 2 lapor kepada saya kaitannya ada yang sakit perut, pusing, muntah. Kemudian ditangani Bu Guru dengan pertolongan pertama menggunakan minyak kayu putih,” kata Kamal.

Siswa yang mengalami keluhan kemudian dipulangkan. Pihak sekolah juga menghubungi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tutup yang menyediakan makanan MBG tersebut.

BACA JUGA  Korban Banjir Pekalongan Mengungsi Bertambah Jadi 1.246 Jiwa

Menurut Kamal, petugas SPPG datang terlebih dahulu sebelum tenaga kesehatan. Setelah itu, petugas puskesmas, kepolisian, dan Koramil mendatangi sekolah untuk melakukan penanganan.

 

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kejadian tersebut. Polisi juga mengamankan sampel sisa muntahan untuk kepentingan pemeriksaan.

“Masih dalam proses penyelidikan,” ujar Zaenul.

Dinkes Cek Dapur SPPG

13 Siswa SDN 1 Tutup Blora Mengalami Keluhan Usai Santap Menu MBG
Kepala SDN 1 Tutup bersama Satreskrim Polres Blora mengambil sampel sisa makanan MBG untuk pemeriksaan.(Foto: istimewa)

Subkoordinator Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Blora Tutik Rahayu mengatakan petugas turut mengecek lokasi pengolahan makanan SPPG Tutup.

Pemeriksaan meliputi waktu makanan dimasak, proses pematangan, pihak yang mendistribusikan, hingga waktu makanan sampai ke sekolah.

“Kita tadi menanyakan terkait dengan kapan masaknya dan matangnya jam berapa, terus distributornya siapa, kemudian datangnya jam berapa,” kata Tutik.

BACA JUGA  Pelindo Siapkan 3.600 Karung Pasir Perbaiki Tanggul Jebol Milik Lamicitra

Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan kondisi bangunan yang dinilai kurang layak, termasuk sejumlah bagian dinding yang berlubang.

“Dari pemeriksaan awal, ternyata ada banyak dindingnya yang bolong,” ujarnya.

Namun, Tutik menegaskan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan. Dinas Kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kami belum bisa menyampaikan sepenuhnya karena masih proses pemeriksaan laboratorium,” katanya.

Ia menyebut, makanan tersebut diketahui berasal dari SPPG Tutup yang berada di bawah Yayasan Pelita Gizi Makmur.(Teguh/01)