JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat diplomasi internasional melalui inisiatif Board of Peace (BoP) dinilai sebagai strategi besar untuk meningkatkan peran Indonesiap dalam menciptakan perdamaian dunia.
Lebih dari sebulan sejak penandatanganan piagam tersebut, sejumlah langkah diplomasi mulai terlihat dijalankan secara bertahap oleh pemerintah.
Presiden Prabowo disebut tengah menitikberatkan pendekatan diplomasi aktif terhadap berbagai konflik internasional. Salah satunya melalui rencana pengiriman sekitar 8.000 pasukan perdamaian sebagai bagian dari strategi from within untuk mendukung proses rekonstruksi Gaza.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menawarkan diri sebagai mediator dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Hal tersebut disampaikan oleh politikus perempuan Neng Ais dalam keterangannya pada Sabtu (7/3/2026).
Ia menilai langkah diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo menunjukkan kecermatan seorang pemimpin dalam membaca dinamika geopolitik global.
Menurutnya, tawaran Indonesia untuk menjadi mediator konflik Amerika Serikat dan Iran bahkan mendapat respons dari Presiden Rusia Vladimir Putin, yang disebutnya sebagai sinyal bahwa langkah diplomasi Indonesia mulai diperhitungkan di tingkat internasional.
“Presiden Prabowo merupakan pribadi yang sangat teliti dalam mengambil keputusan apapun, prediksi saya kedepan dengan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace akan memberikan posisi tawar global untuk jangka panjang, dulu negara kita di sebut sebagai “Macan Asia”, akan tetapi dengan strategi jenius Presiden Prabowo, negara Indonesia akan menjadi “Macan Dunia”,” kata Neng Ais.
Ia menambahkan bahwa penandatanganan piagam Board of Peace menjadi bagian dari upaya mempercepat reformasi posisi Indonesia dalam percaturan global.
Dukungan terhadap inisiatif tersebut disebut datang dari berbagai pihak sebagai wujud komitmen moral dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia melalui agenda yang terstruktur.
Menurut Neng Ais, salah satu gebrakan yang saat ini paling menonjol dari kepemimpinan Presiden Prabowo adalah upaya mendorong Indonesia agar dapat berdiri sejajar dengan negara-negara besar di dunia.
“Dalam konteks itulah, kepiawaan Presiden Prabowo menjadi relevan. Ia mampu membaca peluang dan memastikan bahwa reformasi Indonesia di kancah dunia justru akan menjadi barometer stabilitas politik luar negeri bagi negara-negara lain,” tutur Neng Ais.
Ia juga menanggapi pandangan sebagian masyarakat yang berharap Indonesia segera keluar dari Board of Peace.
Menurutnya, Presiden Prabowo memilih pendekatan yang lebih berhati-hati dengan tetap mempertimbangkan berbagai aspek strategis sebelum mengambil keputusan besar dalam politik luar negeri.
Neng Ais menilai bahwa setiap langkah diplomasi yang diambil pemerintah saat ini merupakan hasil dari pengamatan, komunikasi internasional, serta analisis yang mendalam.
“Board of Peace bukan hanya pemenuhan kebutuhan sesaat akan tetapi merupakan fondasi politik jangka Panjang yang dibangun oleh Presiden Prabowo untuk negara Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.(PR/04)









