JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Atlet para panahan putra Indonesia, Ken Swagumilang, berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Merah Putih pada ajang ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Ken tampil gemilang setelah menaklukkan wakil tuan rumah, Comsan Singpirom, pada laga final nomor Men’s Individual Compound yang berlangsung di Mook Stadium Field, Nakhon Ratchasima, Sabtu (24/1).
Dalam pertandingan final yang berlangsung ketat, Ken Swagumilang menunjukkan ketenangan dan konsistensi sepanjang lima seri tembakan.
Atlet asal Sidoarjo, Jawa Timur, itu menutup laga dengan total skor 144 poin, hasil dari rangkaian tembakan 29, 29, 28, 30, dan 28.
Sementara Comsan Singpirom harus puas meraih medali perak dengan koleksi 142 poin dari seri tembakan 29, 28, 28, 28, dan 29.
Keberhasilan Ken tidak hanya memastikan medali emas bagi Indonesia, tetapi juga membungkam dukungan publik tuan rumah yang memadati arena pertandingan.
Meski tampil di bawah tekanan, Ken mampu menjaga fokus dan mengontrol ritme permainan hingga panah terakhir dilepaskan.
Usai pertandingan, Ken mengakui bahwa cabang olahraga panahan memiliki banyak faktor yang tidak bisa diprediksi, terutama kondisi alam. Menurutnya, arah dan kekuatan angin menjadi tantangan utama yang harus dihadapi setiap atlet di lapangan.
“Di panahan itu enggak menentu, misalnya faktor angin yang kadang kencang, kadang pelan. Kita hanya berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan emas dan alhamdulillah Allah mengizinkan,” ujar Ken kepada awak media setelah pertandingan.
Pemuda berusia 28 tahun itu menegaskan bahwa dirinya memilih tampil lepas dan tidak terbebani target berlebihan saat bertanding di final.
Ia mengaku hanya berusaha menjalankan instruksi pelatih dan menjaga fokus pada setiap anak panah yang dilepaskan.
Ken juga tak menampik bahwa rasa gugup dan berdebar tetap dirasakan, terutama saat menghadapi atlet tuan rumah di partai puncak. Namun, ia menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dalam pertandingan level internasional.
“Kalau saya hanya fokus bertanding saja, perform maksimal, ambil busur, tembak yang bagus, sudah gitu saja. Kayak pakai kacamata kuda, fokus ke sasaran,” ucapnya.
Terkait persiapan, Ken mengungkapkan tidak memiliki ritual khusus jelang pertandingan. Ia menjalani hari-hari sebelum laga seperti biasa, tanpa tekanan berlebihan, agar kondisi mental tetap stabil.
“Persiapannya juga biasa saja, apa adanya. Main game, scrolling tipis-tipis, sholat, itu saja,” jelas atlet yang pernah menempuh pendidikan di Malang tersebut.
Selain kesiapan teknis dan mental, Ken Swagumilang menegaskan peran besar keluarga dalam perjalanan kariernya sebagai atlet nasional.
Dukungan keluarga, menurutnya, menjadi fondasi utama yang membawanya hingga mampu berdiri di podium tertinggi ASEAN Para Games.
“Dukungan keluarga nomor satu. Mulai dari awal, support peralatan, dukung saya pindah ke Malang pada 2015, dan sampai sekarang. Dukungan keluarga itu sangat besar sekali,” katanya.
Medali emas yang diraih Ken Swagumilang menambah pundi-pundi emas kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Cabang para panahan kembali menunjukkan kontribusi signifikan dalam persaingan perebutan medali di kawasan Asia Tenggara.
Keberhasilan Ken juga menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet para panahan Indonesia yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Konsistensi performa atlet di ajang internasional diharapkan dapat menjadi modal penting menuju kejuaraan yang lebih tinggi, termasuk Paralimpiade.
ASEAN Para Games 2025 sendiri menjadi ajang unjuk kemampuan atlet penyandang disabilitas terbaik di Asia Tenggara. Selain prestasi, keikutsertaan atlet Indonesia juga membawa pesan tentang semangat juang, kesetaraan, dan dedikasi tinggi dalam olahraga prestasi.
Dengan performa solid dan mental bertanding yang matang, Ken Swagumilang diharapkan mampu terus menjaga konsistensi dan menjadi salah satu andalan Indonesia di nomor para panahan pada kompetisi internasional mendatang. (09/AGF).









