“Anagnorisis bukan sekadar album, melainkan ruang pertemuan budaya yang setara, terbuka, dan saling menghargai.”
JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pianis dan komponis Indonesia Dwiki Dharmawan merilis album musik transkultural berjudul Anagnorisis, sebuah karya yang menempatkan musik sebagai medium dialog lintas budaya dan diplomasi kultural. Album ini direkam secara langsung pada akhir 2024 di Sierra Studios, Athena, Yunani, dengan melibatkan musisi dari beragam latar belakang budaya dan kebangsaan.
Anagnorisis dirilis secara internasional oleh MoonJune Records pada November 2025 dan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan artistik Dwiki Dharmawan.
Album ini juga mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Athena sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran budaya Indonesia di ruang global.
Secara musikal, Anagnorisis berangkat dari sensitivitas melodi dan ritme Asia Tenggara yang dipadukan dengan improvisasi jazz, nuansa musikal Mediterania, serta pendekatan musik kontemporer internasional.
Perpaduan tersebut tidak dimaksudkan untuk merepresentasikan satu budaya secara eksklusif, melainkan menghadirkan ruang pertemuan yang setara, terbuka, dan saling menghargai.
Judul Anagnorisis, yang berarti “pengenalan” atau “kesadaran”, merefleksikan gagasan utama album ini. Melalui karya tersebut, Dwiki menegaskan keyakinannya bahwa seni dan musik dapat menjadi sarana untuk saling mengenali, memahami, dan membangun empati lintas identitas, terutama di tengah tantangan sosial dan kultural global.
“Anagnorisis merupakan bagian dari perjalanan kreatif dan spiritual saya. Melalui musik, saya berupaya menyampaikan pesan-pesan universal tentang perdamaian, toleransi, dan saling menghormati sebagai nilai bersama umat manusia,” ujar Dwiki dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026)
Album ini diproduseri oleh Leonardo Pavkovics bersama Dwiki Dharmawan, sejalan dengan visi MoonJune Music yang mendorong kolaborasi lintas budaya dan kebebasan berekspresi secara artistik. Keterlibatan musisi internasional dalam proyek ini mencerminkan semangat kerja sama dan dialog antarindividu dari latar budaya yang berbeda.
Leonardo Pavkovics menyebut Anagnorisis sebagai album yang istimewa.
“Anagnorisis benar-benar album yang luar biasa, dengan atmosfer ala ECM. Saya sangat gembira bisa kembali ke Indonesia untuk merayakan musik ini bersama para musisi yang luar biasa,” ujarnya.
Pada 2026, Anagnorisis resmi dirilis di Indonesia melalui Musikita Records untuk format digital serta DeMajors untuk format fisik CD dan piringan hitam. Perilisan tersebut disertai rangkaian Anagnorisis Indonesia Tour 2026 yang menampilkan Dwiki Dharmawan Band feat Gilad Atzmon.
Tour di Sejumlah Kota
Tur ini digelar di sejumlah kota, yakni Jakarta (deConcert Room, Deheng House, 20 Januari 2026; Artoz Bar, 21 Januari 2026), Bandung (Mirten Lounge, The Papandayan Hotel, 22 Januari 2026), Yogyakarta (Institut Français d’Indonésie, 23 Januari 2026), dan Bali (Reef Beach Club, The Apurva Kempinski, 25 Januari 2026).
Dalam tur tersebut, Dwiki didukung oleh sejumlah musisi, antara lain Dewa Budjana dan Aditya Bayu (gitar), Rudy Zulkarnaen (upright bass), Cucu Kurnia (kendang), serta Kelvin Andreas (drum).
Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan oleh Farabi Music Education Center, PAPPRI LIVE, dan MoonJune Music, dengan dukungan berbagai institusi budaya, ruang seni, dan komunitas musik di Indonesia.
Melalui Anagnorisis, Dwiki Dharmawan kembali menegaskan peran musik sebagai instrumen diplomasi budaya yang efektif untuk membangun pemahaman lintas bangsa, memperkuat dialog antarbudaya, serta menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan universal yang sejalan dengan semangat kebudayaan Indonesia di tingkat global.(PR/01)



