Erick Thohir Kick-off Desain Industri Olahraga

Menpora Erick Thohir bersama Menko PMK Pratikno, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat kick-off penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga di Jakarta, Rabu (30/9/2026). (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir melakukan kick-off penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga sebagai langkah awal memperkuat ekosistem industri olahraga dan sport tourism di Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang BSM Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026). Agenda itu sekaligus dirangkai dengan peluncuran buku mengenai dampak penyelenggaraan MotoGP Mandalika terhadap ekonomi, citra, dan pariwisata.

Kick-off penyusunan desain besar tersebut menandai dimulainya proses perumusan arah pengembangan industri olahraga nasional melalui sinergi lintas kementerian dan pemangku kepentingan. Kementerian PPN/Bappenas menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam penguatan ekosistem tersebut.

Secara simbolis, kegiatan ditandai dengan pengibaran bendera balap oleh Erick Thohir bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Erick mengatakan pengembangan industri olahraga membutuhkan koordinasi antarkementerian karena olahraga memiliki keterkaitan dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, investasi, hingga pembangunan daerah.

Menurut Erick, salah satu sektor yang terus didorong adalah sport tourism. Kemenpora bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan kegiatan olahraga yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah penyelenggara.

“Saya sebagai Menpora dan Bu Widi sebagai Menteri Pariwisata, kami benar-benar sekarang bersinergi mengenai pembangunan sport tourism atau wisata olahraga, tanpa ada hidden agenda atau pikiran lain-lain. Satu misinya, mendukung visi Bapak Presiden,” ujar Erick selepas acara.

BACA JUGA  ANFA Arena Padel Hadir di Kelapa Gading, Gelar Turnamen Perdana 2026

Erick menilai pengembangan industri olahraga juga memiliki kaitan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan potensi olahraga perlu dikelola melalui penyelenggaraan kegiatan yang memberikan dampak lebih luas.

“Juga kita gali seluruh potensi yang kita bisa serahkan kepada bangsa ini. Tentu salah satunya dengan mengoordinasikan, mengimplementasikan, dan menghasilkan sebuah kegiatan yang memberikan dampak untuk sport tourism,” katanya.

Pemerintah juga menempatkan koordinasi lintas sektor sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem industri olahraga. Menurut Erick, dukungan Kementerian PPN/Bappenas diperlukan agar pengembangan sektor tersebut dapat berjalan lebih terarah.

Ia mengapresiasi Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy yang turut mendorong pembangunan ekosistem industri olahraga dan sport tourism. Koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan birokrasi yang selama ini berpotensi memperlambat pelaksanaan program.

“Untuk bisa berjalannya visi Bapak Presiden, tentu dengan misi yang diselaraskan, saling mendukung. Nah, terima kasih Pak Menteri PPN atas dukungannya yang luar biasa,” ujar Erick.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menko PMK Pratikno yang mendorong koordinasi dalam pembangunan ekosistem olahraga. Menurut Erick, sinergi antarlembaga diperlukan agar penyelenggaraan kegiatan olahraga tidak berjalan sendiri-sendiri.

BACA JUGA  Dari China ke Youth Olympic! Wushu Junior Indonesia Bikin Dunia Terpukau

Salah satu contoh yang disoroti Erick adalah penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Menurut dia, ajang tersebut telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan masih memiliki ruang untuk dikembangkan.

Erick menyebut dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Indonesia telah mencapai hampir Rp5 triliun. Ia juga menyampaikan target kunjungan sebanyak 145 ribu orang pada tahun ini.

Pemerintah, lanjut Erick, perlu memastikan dampak sebuah ajang olahraga tidak hanya terkonsentrasi pada kegiatan utama. Event olahraga juga diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan perekonomian daerah di sekitarnya.

“Jangan juga sebuah event ini hanya melambung sendiri tetapi tanpa memayungi seluruh kegiatan masyarakat daerah. Sehingga bisa dirasakan bagaimana event ini benar-benar menjadi sebuah program yang impactful juga buat daerah,” katanya.

Penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mengarahkan pengembangan sektor tersebut secara lebih terintegrasi. Fokusnya tidak hanya pada penyelenggaraan event, tetapi juga pada ekosistem yang mendukung keberlanjutan industri olahraga.

Pengembangan sport tourism menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian karena kegiatan olahraga dapat mendatangkan wisatawan, menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, sekaligus memperkuat promosi destinasi.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar diskusi bertajuk “Arah Pengembangan Ekosistem Industri Olahraga dan Sport Tourism”. Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari pemangku kepentingan terkait.

BACA JUGA  Erick Thohir Cek Kesiapan Si Jalak Harupat

Salah satu narasumber adalah Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora Teuku Arlan Perkasa Lukman. Diskusi tersebut membahas arah pengembangan ekosistem industri olahraga dan sport tourism di Indonesia.

Langkah penyusunan desain besar ini melanjutkan perhatian pemerintah terhadap industri olahraga sebagai bagian dari ekosistem keolahragaan nasional.

Secara regulasi, industri olahraga juga telah menjadi bagian dari arah kebijakan olahraga nasional dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Dengan dimulainya penyusunan desain besar, pemerintah kini mendorong agar potensi olahraga dapat dikembangkan secara lebih terkoordinasi.

Sinergi antara Kemenpora, Bappenas, Kementerian Pariwisata, dan kementerian/lembaga terkait menjadi bagian dari proses tersebut.

Erick berharap kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan program olahraga yang tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan manfaat bagi masyarakat serta daerah penyelenggara. (09/AGF).