JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi memastikan bahwa Pro Futsal League (PFL) 2025/2026 tetap akan diikuti 12 klub, tanpa tambahan peserta baru. Dua slot ekspansi yang semula disiapkan untuk memperbesar jumlah peserta tidak terisi setelah tidak ada klub yang lolos seleksi.
Dalam proses seleksi yang diatur melalui Peraturan FFI Nomor: 015/FFI-LGL/VII-PER/2025, calon klub harus melewati sejumlah tahap, mulai dari verifikasi administrasi, kelayakan finansial, kesiapan manajemen, hingga ketersediaan infrastruktur.
Namun hingga batas akhir pendaftaran, tidak ada klub yang memenuhi seluruh standar tersebut. FFI menegaskan keputusan ini bukan untuk menutup peluang, melainkan menjaga kualitas dan integritas liga futsal tertinggi di Indonesia.
Sekretaris Jenderal FFI, Perbager, menyebut bahwa ekspansi PFL harus dilakukan secara hati-hati. Klub peserta liga profesional tidak hanya dituntut berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki tata kelola organisasi, keuangan berkelanjutan, serta fasilitas pendukung yang memadai.
“Kami ingin PFL benar-benar menjadi liga futsal paling kompetitif di Asia Tenggara. Karena itu, setiap klub baru harus lolos uji kelayakan, tidak hanya secara teknis tapi juga dari sisi manajemen dan finansial,” jelas Perbager.
Meski gagal menambah peserta, proses seleksi ini dinilai tetap bermanfaat. Menurut FFI, standar yang ditetapkan dapat menjadi acuan bagi klub-klub daerah yang bercita-cita tampil di liga profesional. Dengan pembinaan dan perencanaan yang matang, klub-klub tersebut diharapkan mampu memenuhi syarat di masa depan.
FFI juga memastikan akan terus melakukan pembinaan, evaluasi, dan pendampingan agar ekosistem futsal nasional semakin kuat dan merata.
Dengan tetap diikuti 12 klub, PFL musim ini diyakini akan tetap berlangsung seru dan kompetitif. Keputusan menunda ekspansi disebut sebagai upaya memperkuat fondasi liga agar pertumbuhan ke depan berjalan terukur dan berkelanjutan.
“Kualitas lebih penting daripada kuantitas. Kami ingin memastikan bahwa PFL terus menjadi simbol profesionalisme futsal Indonesia,” tambah Perbager.(PR/04)









