Goal Aksis Cimahi Lolos ke Final HSL All-Stars U15

Goal Aksis Cimahi Lolos ke Final HSL All-Stars U15
Goal Aksis Cimahi melaju ke final Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars U15 2025/2026 setelah mengalahkan Mojang Priangan lewat adu penalti 3-2. (Foto: ist/SP)

KUDUS, SUDUTPANDANG.ID – Goal Aksis Cimahi memastikan satu tempat di partai final kategori U15 Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026 setelah menyingkirkan Mojang Priangan melalui drama adu penalti di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026).

Laga semifinal berlangsung sengit sejak menit awal. Mojang Priangan sempat unggul lebih dulu melalui gol Kirani Hedda, namun Goal Aksis Cimahi mampu bangkit lewat gol penyama kedudukan yang dicetak Astrid Nahdah Sabilla. Skor imbang bertahan hingga waktu normal usai sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak tos-tosan, Goal Aksis Cimahi tampil lebih tenang dan berhasil mengamankan kemenangan 3-2, sekaligus memastikan langkah ke partai final HSL All-Stars U15.

Pelatih Goal Aksis Cimahi, Budi Suparlan, mengungkapkan ketenangan para pemain menjadi faktor utama keberhasilan timnya membalikkan keadaan dan mengatasi tekanan sepanjang pertandingan.

Menurutnya, mental yang kuat membuat para pemain mampu tetap menjalankan strategi meski sempat tertinggal pada babak pertama.

“Kalau pemain bisa bermain tenang, kemampuan terbaik mereka akan keluar. Sebaliknya, jika terburu-buru atau panik, kualitas permainan justru menurun. Alhamdulillah anak-anak mampu menjalankan instruksi dengan sangat baik,” ujar Budi usai pertandingan.

Ia menjelaskan sejak turun minum tim pelatih meminta seluruh pemain tetap fokus dan tidak larut dalam ketertinggalan.

Budi menilai pertandingan masih menyisakan banyak waktu sehingga para pemain diminta tetap percaya diri untuk menjalankan pola permainan yang telah disiapkan.

BACA JUGA  Indonesia Short Course Emerging Series 2026 Berakhir

Pendekatan tersebut terbukti efektif. Goal Aksis mampu meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua hingga akhirnya berhasil mencetak gol penyama kedudukan yang memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti.

Pelatih berlisensi tersebut mengungkapkan timnya sebenarnya telah mempersiapkan kemungkinan adu penalti sejak sesi latihan sebelum pertandingan semifinal.

Para pemain yang ditunjuk sebagai eksekutor telah mendapatkan latihan khusus, baik dari sisi teknik maupun kesiapan mental.

Meski dua penendang Goal Aksis gagal menjalankan tugasnya, Budi tetap memberikan apresiasi karena seluruh pemain menunjukkan keberanian menghadapi tekanan di pertandingan penting.

Ia bahkan menegaskan para pemain yang gagal mencetak gol dalam adu penalti tetap berpeluang kembali dipercaya apabila partai final nanti kembali harus ditentukan melalui babak tos-tosan.

“Kami percaya kepada semua pemain. Kegagalan dalam adu penalti adalah hal yang biasa. Yang terpenting mereka memiliki keberanian mengambil tanggung jawab,” katanya.

Keberhasilan lolos ke final menjadi pencapaian penting bagi Goal Aksis Cimahi dalam turnamen HSL All-Stars musim ini.

Tim pelatih berharap momentum tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri para pemain saat menghadapi pertandingan puncak.

Di sisi lain, Pelatih Mojang Priangan, Imam Sujagad, tetap memberikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya meski harus mengakhiri perjalanan di babak semifinal.

BACA JUGA  Ini Kata Pelatih Persela, Usai Ditahan Persipura 1-1

Menurutnya, seluruh pemain telah berusaha maksimal dan mampu menjalankan strategi yang telah dipersiapkan sebelum pertandingan.

“Kami sempat unggul pada babak pertama, tetapi kebobolan menjelang akhir pertandingan. Setelah itu pertandingan ditentukan melalui adu penalti dan hasilnya belum berpihak kepada kami. Anak-anak sudah berjuang sangat keras,” ujar Imam.

Ia mengakui tim pelatih telah melakukan analisis terhadap kekuatan Goal Aksis sebelum pertandingan berlangsung.

Namun, setelah lawan berhasil mencetak gol penyama kedudukan, kondisi mental pemain sedikit menurun sehingga memengaruhi ritme permainan menjelang akhir laga.

Meski demikian, Imam meminta para pemain tidak larut dalam kekecewaan.

Menurutnya, masih banyak kompetisi yang akan diikuti sehingga pengalaman di HSL All-Stars harus dijadikan bekal untuk meningkatkan kemampuan.

“Kami akan menjadikan pertandingan ini sebagai pelajaran berharga. Anak-anak masih memiliki masa depan panjang di sepak bola putri,” katanya.

Kapten Mojang Priangan, Nafeeza Ayasha Nori, juga mengaku bangga terhadap perjuangan seluruh rekan setimnya.

Meski gagal melaju ke final, ia menilai seluruh pemain telah menunjukkan kemampuan terbaik sepanjang turnamen.

Nafeeza berharap Hydroplus Soccer League terus menjadi kompetisi pembinaan yang berkelanjutan bagi pesepak bola putri usia muda di Indonesia.

Menurutnya, semakin banyak kompetisi berkualitas akan membuka peluang lebih besar bagi pemain muda untuk berkembang.

Ia juga berharap ajang tersebut dapat menjadi perhatian tim pencari bakat PSSI dalam mencari pemain potensial untuk memperkuat Timnas Putri Indonesia pada masa mendatang.

BACA JUGA  Dibantai Jakarta, Malang Janji Bangkit Lebih Kuat!

“Mudah-mudahan ada pemain yang dilirik talent scouting Timnas Putri Indonesia. Saya senang ada turnamen seperti ini karena bisa membuat sepak bola putri semakin berkembang,” ujarnya.

Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 sendiri menjadi salah satu kompetisi pembinaan usia muda yang mempertemukan pemain-pemain terbaik dari berbagai regional di Indonesia.

Selain menjadi ajang perebutan gelar juara, turnamen tersebut juga menjadi wadah pembinaan serta proses pencarian talenta yang diproyeksikan memperkuat klub maupun Timnas Putri Indonesia pada masa depan.

Dengan kemenangan dramatis atas Mojang Priangan, Goal Aksis Cimahi kini tinggal selangkah lagi untuk meraih gelar juara HSL All-Stars U15 2025/2026.

Tim asuhan Budi Suparlan bertekad mempertahankan performa terbaik dan kembali mengandalkan mental kuat saat tampil di partai final demi mengukir prestasi di kompetisi sepak bola putri usia muda paling bergengsi tersebut. (09/AGF)