Hamas: Serangan Udara Israel Menewaskan 2 Sandera Israel

2 sandera Israel
Dua sandera Israel Tewas akibat serangan udara Israel - Foto:istimewa

GAZA, SUDUTPANDANG.ID – Serangan udara Israel disebut Hamaz telah menewaskan dua sandera Israel.

Jenazah Yossi Sharabi, 53 tahun, dan Itai Svirsky, 38 tahun, muncul dalam video yang dirilis oleh kelompok Hamas pada hari Minggu(14/1/2024).

Dalam video tersebut terlihat juga Noa Argamani, 26 tahun, warga Israel yang juga disandera tampak sedang membaca sebuah naskah di depan tembok putih kosong. Ia mengatakan keduanya terbunuh oleh serangan Israel.

“Saya berada di sebuah gedung. Gedung tersebut dibom oleh serangan udara IDF. Tiga roket ditembakkan. Dua roket meledak sedangkan satu roket lainnya tidak meledak. Kami berada di dalam gedung tersebut bersama tentara Al Qassam dan tiga sandera yaitu saya sendiri, Noa Argamani, Itai Svirsky, dan Yossef Sharabi,” kata Argamani dalam video yang dirilis oleh Hamas.

BACA JUGA  Kemlu dan KJRI Jeddah Pulangkan 96 WNI dari Arab Saudi

“Setelah gedung tempat kami berada diserang, kami semua terkubur di bawah reruntuhan. Tentara Al Qassam menyelamatkan nyawa saya dan nyawa Itai. Tapi sayangnya nyawa Yossi tidak dapat diselamatkan. Setelah beberapa hari… sekitar dua malam kemudian, Itai dan saya dipindahkan ke tempat lain. ”

“Saat kami dipindahkan, IDF kembali menyerang dan Itai terkena serangan udara. Dia tidak selamat dalam serangan itu. Hentikan kegilaan ini dan bawa kami pulang ke keluarga kami. Selagi kami masih hidup, bawa kami pulang,” sambungnya.

Juru bicara militer Israel mengatakan bahwa Itai Svirsky tidak terbunuh oleh tembakan Israel. Ia mengatakan ada kekhawatiran serius mengenai nasib para sandera yang diduga tewas dalam video tersebut.

BACA JUGA  Warga Prancis Hilang Saat Berenang di Gili Trawangan Lombok-NTB

Para pejabat Israel secara umum menolak menanggapi video yang disebarkan oleh Hamas mengenai para sandera. Para pejabat forensik mengatakan bahwa hasil otopsi para sandera yang tewas tidak sesuai dengan pernyataan Hamas bahwa mereka tewas dalam serangan udara.

Sumber: reuters.com/06