JATIM | SUDUTPANDANG.ID – UPT SMP Negeri 4 Pasuruan kembali menggelar kegiatan peningkatan kompetensi guru melalui program In-House Training (IHT) pada Kamis, 6 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber pengawas pendidikan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Ibu Citra Dwi Wijayanti, M.Pd, yang selama ini dikenal aktif dalam penguatan implementasi pembelajaran Kurikulum Merdeka serta inovasi strategi pembelajaran berbasis penguatan karakter.
IHT tahun ini mengangkat tema “Implementasi Mindful, Meaningful, dan Joyful pada Deep Learning dalam Pembelajaran”. Tema ini dipilih sebagai respons kebutuhan sekolah untuk memfasilitasi pembelajaran yang lebih mendalam, relevan, serta menghadirkan pengalaman belajar yang menggugah pemahaman, reflektif, dan menyenangkan bagi peserta didik. Ibu Citra dalam pemaparannya menggarisbawahi bahwa pembelajaran yang berpusat pada peserta didik bukan hanya soal penyajian materi yang interaktif, tetapi juga kemampuan guru untuk menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), sekaligus membuat siswa gembira dalam prosesnya (joyful).
Beliau menjelaskan bahwa deep learning dapat dicapai apabila guru mampu merancang pembelajaran yang menantang pengalaman berpikir kritis, memberikan ruang refleksi, memberi konteks kehidupan nyata, serta memiliki koneksi emosi yang positif dengan diri siswa. Mindfulness dalam pembelajaran tidak sekadar kegiatan memperlambat ritme atau membuat suasana tenang, tetapi bagaimana setiap aktivitas kelas menjadi lebih disadari, tidak terburu-buru, dan fokus pada tujuan. Sementara itu, pembelajaran bermakna menuntut guru untuk menghubungkan konsep dengan konteks, bukan sekadar menyelesaikan target konten. Sedangkan joyful learning bukan berarti pembelajaran penuh hiburan, melainkan suasana belajar yang memungkinkan keterlibatan emosional positif sehingga siswa ingin terus belajar tanpa dipaksa.
Para guru SPANPA terlihat sangat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Suasana kelas guru disulap menjadi ruang belajar kolaboratif, tampak dari dokumentasi kegiatan yang menunjukkan peran antusias para peserta. Kepala sekolah juga menyampaikan bahwa program penguatan kompetensi guru ini merupakan rangkaian strategi SPANPA SMART dalam mengokohkan budaya sekolah yang sehat, merdeka, aman, religius, dan terpercaya.
Kegiatan IHT ini diharapkan menjadi bekal bagi guru dalam mengembangkan modul ajar, assesmen, aktivitas pembelajaran berbasis projek, serta pembiasaan kelas yang produktif dan penuh makna. Dengan hadirnya spirit mindful–meaningful–joyful, SPANPA menegaskan komitmen untuk terus memajukan kualitas pendidikan dan menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi seluruh peserta didik.(ACZ)

