JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ajang penghargaan bergengsi Indonesian Movie Actors Awards (IMAA) kembali hadir pada tahun 2025 sebagai perayaan atas kreativitas, dedikasi, serta kontribusi para aktor dan aktris Indonesia terhadap perkembangan industri film nasional. Setelah hampir dua dekade, IMAA tetap menjadi salah satu barometer penghargaan paling prestisius bagi pelaku seni peran di Indonesia.
Malam puncak IMAA 2025 akan disiarkan langsung oleh RCTI pada Rabu, 26 November 2025 pukul 21.00 WIB, dari Studio RCTI+, salah satu studio tercanggih di Asia yang berlokasi di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta.
Executive Producer RCTI, Fajar Kurniawan, menegaskan komitmen stasiun televisi tersebut untuk terus mendukung ruang apresiasi bagi insan film.
“IMAA tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-19. RCTI sebagai home of awards akan selalu mendukung karya para pelaku industri film Indonesia. Kami berharap IMAA mampu menginspirasi insan perfilman untuk terus berkarya dan menghadirkan film-film terbaik,” ujarnya.
Proses penilaian IMAA 2025 melibatkan film-film nasional yang didaftarkan oleh rumah produksi dan tayang dalam periode 1 September 2024 hingga 30 September 2025. Seluruh karya yang masuk kemudian melalui proses kurasi untuk menentukan daftar nominasi dan pemenang.

Pada tahun ini, IMAA 2025 menghadirkan total 15 kategori penghargaan, yang terbagi menjadi 8 Kategori Terbaik Pemenang dipilih sepenuhnya oleh Dewan Juri IMAA 2025, 7 Kategori Terfavorit Penentuan pemenang dilakukan melalui voting publik via aplikasi RCTI+ dan media sosial resmi IMAA dan 1 Kategori Spesial -Lifetime Achievement.
Dianugerahkan kepada tokoh berpengaruh yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi dunia film Indonesia.
Penjurian dilakukan oleh tokoh-tokoh berpengalaman di industri perfilman Indonesia, yaitu Robert Ronny-Produser & Sutradara (Ketua Dewan Juri), Anggy Umbara-Sutradara & Penulis, Oka Antara-Aktor, Happy Salma-Aktris, Muhadkly Acho -Komedian & Filmmaker
Ketua Dewan Juri, Robert Ronny, menegaskan bahwa seluruh nominasi dipilih melalui proses penilaian yang ketat.
“Kami fokus pada kualitas akting dan karya film. Aktor terbaik tidak selalu harus berasal dari latar belakang seni peran, yang penting adalah proses dan hasil akhirnya,” jelas Robert.
Aktor Oka Antara mengungkapkan antusiasmenya melihat perkembangan para aktor baru di Indonesia, sementara Acho menyoroti perbedaan selera masing-masing juri yang membuat proses diskusi semakin menarik.
“Yang menantang bukan memilih aktor terbaik, melainkan meyakinkan juri lain atas penilaian kita masing-masing,” ujar Happy Salma.
Sebagai salah satu ajang penghargaan terbesar di Indonesia, IMAA 2025 diharapkan dapat memperkuat semangat para pelaku industri film untuk terus menghasilkan karya yang berkualitas dan relevan. IMAA bukan hanya sekedar penganugerahan, tetapi juga perayaan seni peran, kolaborasi kreatif, dan perkembangan perfilman Indonesia.(04)

