JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pelatih Widodo Cahyono Putro mengungkapkan rasa syukur setelah Garudayaksa FC memastikan promosi ke BRI Super League musim depan.
Kepastian itu diraih usai Garudayaksa menundukkan Persikad Depok dengan skor 3-1 dalam laga terakhir Pegadaian Championship 2025/2026, Sabtu (2/5/2026)
Widodo menilai kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga manajemen. Ia juga menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan suporter yang terus memberikan semangat sepanjang musim.
“Puji Tuhan, puji syukur Alhamdulillah, Garudayaksa bisa lolos ke Liga 1 BRI Super League musim depan. Terima kasih kepada pemain yang telah bekerja keras, manajemen yang selalu mendukung, tim pelatih, dan tentu saja suporter,” ujar Widodo usai pertandingan.
Dalam pertandingan tersebut, Garudayaksa tampil agresif sejak awal dan mampu mencetak gol cepat. Namun, Persikad sempat menyamakan kedudukan yang membuat ritme permainan tim sedikit menurun. Widodo mengakui anak asuhnya sempat kehilangan fokus setelah kebobolan.
Menurutnya, para pemain seharusnya tetap menjalankan rencana permainan yang telah disusun sejak awal. Ia menyoroti pentingnya disiplin dalam menjaga intensitas, terutama saat menghadapi tekanan dari lawan.
“Di awal kita bisa cetak gol cepat, tapi sempat terbalas dan pemain mulai kendor. Seharusnya tetap jalankan game plan, terutama soal pressing agar lawan tidak leluasa,” jelasnya.
Meski demikian, Widodo memuji respons timnya pada babak kedua. Ia menyebut ada perubahan signifikan dalam permainan Garudayaksa, terutama dalam hal tekanan kepada lawan dan penguasaan bola.
Perbaikan tersebut berbuah hasil dengan tambahan gol yang memastikan kemenangan 3-1 sekaligus mengunci tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
“Alhamdulillah di babak kedua ada banyak perubahan dan kita bisa memastikan kemenangan serta promosi,” tambah Widodo.
Senada dengan sang pelatih, perwakilan pemain Garudayaksa, Everton, juga mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tim. Ia menilai pertandingan melawan Persikad bukanlah laga mudah, meski timnya sempat unggul cepat.
“Pertama tentu saya bersyukur dan berterima kasih kepada manajemen dan pelatih. Ini pertandingan yang berat, tapi kami mampu mencetak gol cepat dan mengontrol permainan. Saya senang bisa menjadi bagian dari tim ini yang membawa Garudayaksa promosi,” ujar Everton.
Lebih lanjut, Widodo juga menanggapi pertanyaan mengenai kiprahnya sebagai pelatih lokal yang sukses membawa tim promosi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya tentang dirinya, melainkan hasil kerja kolektif seluruh tim.
Widodo juga mendorong pelatih lokal lainnya untuk terus berkembang dan tidak ragu memulai dari level bawah. Menurutnya, proses dan konsistensi menjadi kunci untuk bisa bersaing di level tertinggi.
“Saya hanya berusaha maksimal di mana pun bekerja. Untuk pelatih lokal, mari tetap semangat dan terus memperdalam ilmu. Mulai dari bawah, bertahan, dan berkembang agar bisa maksimal di Liga 1,” katanya.
Setelah memastikan promosi, Garudayaksa tidak ingin berpuas diri. Widodo menegaskan bahwa target tim selanjutnya adalah meraih gelar juara, bukan sekadar lolos ke Liga 1.
Ia menekankan pentingnya menjaga fokus dan tidak larut dalam euforia kemenangan. Menurutnya, tim harus segera bersiap menghadapi laga final yang akan menjadi penentu gelar.
“Kami tidak hanya ingin promosi, tapi juga membidik juara. Sekarang fokus kami step by step, dimulai dari final,” tegasnya.
Terkait masa depannya bersama Garudayaksa di Liga 1, Widodo mengaku belum memikirkannya secara jauh. Ia memilih untuk fokus menyelesaikan target terdekat bersama tim.
“Saya belum memikirkan itu. Fokus kami sekarang adalah juara dulu,” ujarnya.
Dalam menghadapi laga final, Garudayaksa berpotensi bertemu dengan PSS Sleman yang saat ini memimpin klasemen Grup 2. Widodo mengaku sudah memiliki gambaran mengenai kekuatan calon lawan.
Ia menyebut PSS Sleman memiliki komposisi tim yang solid dengan beberapa pemain kunci yang patut diwaspadai, termasuk pergerakan di lini tengah dan ketajaman lini depan.
“Secara tim mereka bagus. Ada pemain sayap cepat dan striker yang pandai mencari posisi. Tapi semua itu tidak berarti jika kami bermain kompak,” katanya.
Widodo menegaskan bahwa kunci menghadapi laga final adalah kebersamaan tim. Ia berharap seluruh pemain dapat menjaga fokus dan meningkatkan intensitas permainan demi meraih hasil maksimal.
Ia juga mengingatkan agar euforia kemenangan tidak berlangsung lama. Menurutnya, tim hanya memiliki waktu singkat untuk mempersiapkan diri sebelum laga final digelar.
“Euforia boleh satu atau dua hari, setelah itu kita harus fokus lagi untuk final,” ucapnya.
Terkait venue pertandingan yang kemungkinan digelar di Stadion Maguwoharjo, Widodo mengaku tidak mempermasalahkannya. Ia justru menyambut positif jika pertandingan dihadiri banyak penonton.
“Tidak masalah, justru senang kalau penonton banyak. Itu bisa menambah semangat pemain,” pungkasnya.
Dengan promosi yang sudah di tangan dan target juara di depan mata, Garudayaksa FC kini bersiap menutup musim dengan pencapaian yang lebih sempurna. (09/AGF).










