Implementasi PENDEKAR Moda Daring 2026, Guru SMPN 4 Pasuruan Perkuat Refleksi dan Tindak Lanjut Hasil Asesmen

Kegiatan Pelatihan Berdiferensiasi dan Berkarakter (PENDEKAR) Moda Daring Tahun 2026 (Foto Istimewa)

PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Penguatan kompetensi guru terus dilakukan untuk menghadirkan pembelajaran yang semakin berpihak pada kebutuhan murid. Salah satunya melalui Implementasi Pelatihan Berdiferensiasi dan Berkarakter (PENDEKAR) Moda Daring Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Nurul Mawaridah, M.Pd., pada Senin (21/9/2026) pukul 11.30 WIB di ruang guru SMP Negeri 4 Pasuruan.

Kegiatan ini berfokus pada refleksi dan tindak lanjut hasil asesmen sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Hasil asesmen tidak dipandang sekadar sebagai angka atau nilai akhir, tetapi sebagai informasi untuk memahami kebutuhan belajar murid dan menentukan langkah pembelajaran berikutnya.

Dalam kegiatan tersebut, guru diajak merefleksikan hasil asesmen yang telah dilakukan. Refleksi menjadi ruang untuk melihat kembali ketercapaian tujuan pembelajaran, mengidentifikasi murid yang membutuhkan dukungan, serta menentukan strategi yang lebih sesuai dengan kesiapan, minat, dan kebutuhan belajar murid.

BACA JUGA  Wagub DKI Sebut Boleh Demo Asal Teratur dan Tidak Anarkis

Pembelajaran berdiferensiasi kemudian menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam menindaklanjuti hasil asesmen. Guru dapat merancang kegiatan, pendampingan, maupun pengayaan berdasarkan informasi yang diperoleh dari proses asesmen.

“Asesmen bukan akhir dari pembelajaran, tetapi awal untuk menentukan langkah pembelajaran berikutnya,” menjadi pesan utama dalam kegiatan implementasi PENDEKAR tersebut.

Tindak lanjut hasil asesmen dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, antara lain pemberian penguatan bagi murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran, pengayaan bagi murid yang telah mencapai kompetensi, pendampingan secara lebih personal, serta penyesuaian strategi dan aktivitas pembelajaran.

Kegiatan yang berlangsung di ruang guru ini juga menjadi momentum berbagi praktik dan membangun kesadaran bersama bahwa setiap murid memiliki kebutuhan belajar yang beragam. Karena itu, data asesmen perlu dimanfaatkan secara bijak agar pembelajaran tidak berhenti pada mengetahui “siapa yang sudah bisa dan siapa yang belum”, tetapi berlanjut pada pertanyaan penting: “Apa yang perlu kita lakukan setelah mengetahui hasilnya?”

BACA JUGA  Polsek Prambon Pantau Tanaman Jagung Usia 75 Hari, Dukung Program Ketahanan Pangan

Melalui implementasi PENDEKAR Moda Daring Tahun 2026, diharapkan guru semakin reflektif dalam membaca hasil asesmen dan mampu mengubahnya menjadi dasar pengambilan keputusan pembelajaran yang lebih bermakna, berdiferensiasi, dan berkarakter.

Pada akhirnya, asesmen bukan sekadar alat untuk mengukur murid, melainkan kompas bagi guru untuk menentukan arah pembelajaran berikutnya.(ACZ)