Indonesia Masters 2026 Sukses Besar

Ketua Panitia Pelaksana Daihatsu Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto. (Foto: SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Gelaran Daihatsu Indonesia Masters 2026 resmi berakhir dengan catatan positif dari berbagai sisi.

Turnamen BWF World Tour Super 500 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 20–25 Januari 2026 ini dinilai sukses, baik dari aspek penyelenggaraan, antusiasme publik, hingga munculnya talenta-talenta muda Indonesia yang mulai bersinar di level internasional.

Sepanjang turnamen, atmosfer khas Istora GBK kembali terasa kuat. Ribuan penonton memadati arena sejak babak kualifikasi hingga partai final.

Dukungan publik yang konsisten menciptakan suasana riuh dan penuh semangat, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat bulu tangkis dunia.

Dari sisi penyelenggaraan, Daihatsu Indonesia Masters 2026 tidak hanya menyuguhkan pertandingan berkualitas, tetapi juga dikemas dengan konsep Pesta Rakyat. Panitia menghadirkan berbagai hiburan, area kuliner, serta ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Harga tiket yang lebih terjangkau turut menjadi faktor meningkatnya jumlah penonton dari berbagai kalangan masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana Daihatsu Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, mengapresiasi tingginya partisipasi publik dan dukungan berbagai pemangku kepentingan. Ia menilai turnamen ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan euforia bulu tangkis nasional.

“Kali ini di luar dugaan, begitu banyak partisipasi, dukungan, masukan, serta pemberitaan yang sangat positif. Hal ini membuat kami melihat atmosfer kebangkitan bulu tangkis Indonesia mulai terbentuk. Ini memang menjadi harapan kami sejak awal,” ujar Achmad Budiharto.

BACA JUGA  Bangga dan Tegang Dialami Para Pemain Debutan

Ia menambahkan, indikator keberhasilan paling nyata terlihat dari kehadiran penonton yang stabil sepanjang turnamen. Meski sempat diwarnai kondisi cuaca yang kurang bersahabat di awal pelaksanaan, antusiasme masyarakat tidak surut.

“Kami mendapatkan dua hasil besar. Pertama, kehadiran penonton yang sangat luar biasa di Istora GBK. Sejak babak kualifikasi sampai final, tribun tetap terisi dan atmosfernya sangat hidup,” lanjutnya.

Kesuksesan Daihatsu Indonesia Masters 2026 ini juga menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menyelenggarakan ajang yang lebih besar, yakni Indonesia Open berlevel BWF Super 1000.

Menurut Achmad, berbagai masukan dari pecinta bulu tangkis telah dicoba untuk diakomodasi, mulai dari harga tiket, akses penonton, hingga kedekatan dengan pemain.

“Kami mencoba menangkap aspirasi pecinta bulu tangkis Indonesia. Salah satunya soal tiket yang lebih bersahabat dan hasilnya sangat positif. Kami juga memberi ruang lebih bagi UMKM serta mempermudah interaksi penonton dengan pemain dan fasilitas,” jelasnya.

Konsep Pesta Rakyat yang diterapkan pada turnamen ini pun disebut akan menjadi acuan pada event-event besar berikutnya. Panitia berharap kemeriahan dan kehangatan bulu tangkis Indonesia dapat terus terjaga.

Sementara itu, perwakilan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Selvam Supramaniam, turut memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Daihatsu Indonesia Masters 2026. Ia menilai Jakarta kembali menunjukkan identitasnya sebagai kota dengan penggemar bulu tangkis yang luar biasa.

BACA JUGA  Beragam Cara 'Bunuh Kejenuhan' Selama Karantina

“Kami baru saja menyelesaikan satu minggu yang luar biasa bagi bulu tangkis di Jakarta dan dunia. Venue ini selalu identik dengan penggemar yang sangat antusias, dan itu kembali terasa tahun ini,” kata Selvam.

Menurutnya, dukungan penonton memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi pemain, tetapi juga sponsor dan kualitas tayangan televisi. Ia juga memuji upaya panitia yang terus berinovasi dari tahun ke tahun.

“PBSI dan panitia selalu berusaha menjadi lebih baik setiap tahunnya. Pada 2026 ini, kami melihat peningkatan nyata. Sponsor pun sangat puas dengan berbagai aktivitas penggemar, baik di dalam maupun di luar stadion,” ujarnya.

Dari sisi prestasi, Indonesia menutup turnamen dengan satu gelar juara melalui sektor tunggal putra. Alwi Farhan tampil impresif di partai final dengan menundukkan wakil Thailand, Panitchapon Teerasatsakul, dua gim langsung 21-5, 21-6.

Kemenangan tersebut menjadi sinyal positif bagi regenerasi tunggal putra Indonesia.

Di sektor ganda putra, Indonesia harus puas dengan posisi runner-up. Pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melangkah hingga final sebelum akhirnya kalah dari unggulan keempat asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dengan skor 19-21, 13-21.

BACA JUGA  Jojo Melangkah ke Semi Final BWF World Tour Finals 2023

Meski gagal meraih gelar, pencapaian Raymond/Joaquin dinilai menjanjikan setelah mereka mampu menyingkirkan pasangan-pasangan senior Indonesia di babak sebelumnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menilai hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026 menunjukkan arah pembinaan yang positif. Ia menyoroti munculnya banyak pemain muda yang mampu bersaing hingga fase akhir turnamen.

“Memang ini bukan hasil terbaik, tetapi kita menempatkan dua wakil di final dengan satu gelar juara. Yang menjadi catatan penting, mayoritas semifinalis tahun ini berasal dari pemain muda yang sebelumnya belum banyak diperhitungkan,” kata Eng Hian.

Ia menegaskan, hasil ini akan menjadi bahan evaluasi dan persiapan menuju Indonesia Open yang memiliki level persaingan lebih tinggi.

PBSI berkomitmen menyusun program lanjutan agar para pemain muda mampu menjaga konsistensi dan kembali berprestasi di ajang berikutnya. (09/AGF).