Raymond/Joaquin Runner Up Indonesia Masters 2026

Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus puas finis sebagai runner up pada ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026. (foto: IST).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus puas finis sebagai runner up pada ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026.

Tampil di partai final, Raymond/Joaquin belum mampu membendung permainan solid pasangan Malaysia, Nur Izzuddin Rumsani/Goh Sze Fei, dan kalah dua gim langsung dengan skor 19-21, 13-21.

Final yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, berlangsung dengan tempo tinggi, terutama pada gim pertama.

Raymond/Joaquin tampil cukup berani dan mampu mengimbangi permainan cepat yang diperagakan unggulan Malaysia tersebut.

Reli panjang dan adu drive kerap tersaji, memaksa kedua pasangan menguras fisik sejak awal laga.

Pada gim pertama, Raymond/Joaquin sempat tertinggal cukup jauh. Namun, mereka menunjukkan daya juang tinggi dengan terus menekan dan memperkecil ketertinggalan hingga skor 18-19.

Sayangnya, pada momen krusial, Nur Izzuddin/Goh Sze Fei tampil lebih tenang dan mampu mengamankan dua poin terakhir untuk menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19.

Memasuki gim kedua, performa Raymond/Joaquin tidak seefektif sebelumnya. Kesalahan sendiri mulai sering terjadi, baik dari pengembalian servis maupun saat adu net. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Malaysia yang terus menekan sejak awal.

BACA JUGA  Moses Itauma vs Dillian Whyte Duel Panas Kelas Berat WBA

Raymond/Joaquin tertinggal jauh hingga 6-20 dan akhirnya menyerah 13-21, sekaligus memastikan gelar juara untuk Nur Izzuddin/Goh Sze Fei.

Usai pertandingan, Nikolaus Joaquin mengakui bahwa faktor adaptasi lapangan menjadi salah satu kendala utama yang mereka hadapi di laga final.

Ia menyebutkan bahwa selama turnamen berlangsung, mereka lebih sering bermain di lapangan dua, sementara final digelar di lapangan satu yang memiliki karakter berbeda.

“Saya rasa permainan kami hari ini kurang all out. Kesulitannya ada di lapangan karena kami belum pernah main di lapangan satu. Dari babak awal sampai kemarin main di lapangan dua terus. Jadi masih butuh adaptasi anginnya. Kalau mukul suka lupa arah anginnya. Ini jadi pelajaran buat saya juga, kami harus siap main di lapangan mana saja karena musuh juga mengalami hal yang sama,” ujar Joaquin.

Joaquin juga menilai bahwa secara permainan, terutama pada gim pertama, duel berjalan cukup seimbang. Namun, kesalahan pada poin-poin akhir menjadi faktor pembeda yang merugikan mereka. Menurutnya, pasangan Malaysia mampu memanfaatkan momen krusial dengan lebih baik.

BACA JUGA  Meygi Sumbang Medali Perak untuk Kontingen Kalbar

“Secara permainan, di gim pertama saya rasa imbang. Cuma memang di poin-poin akhir saya melakukan kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan. Harusnya dapat poin, malah berbalik. Untuk di gim kedua, mereka bermain sangat-sangat baik. Mulai dari pukulan satu-duanya dan permainan depan, sementara kami terus membuang poin,” lanjutnya.

Sepanjang turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026, Raymond/Joaquin juga sempat mencuri perhatian publik lewat gaya bermain penuh percaya diri, termasuk ketika terlibat perang urat saraf dengan beberapa lawan, bahkan dengan senior mereka sendiri, Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri.

Menanggapi hal tersebut, Joaquin menegaskan bahwa sikap tersebut bukan untuk meremehkan lawan, melainkan sebagai cara membangun kepercayaan diri.

“Dari awal tahun semenjak dipasangkan oleh Mas Chafidz (Yusuf), beliau memang menyampaikan kalau mau tengil, tengil saja. Karena dengan begitu bisa menambah kepercayaan diri dan semua permainan bisa keluar. Tapi tentu tidak boleh berlebihan, harus tetap sewajarnya,” jelas Joaquin.

BACA JUGA  Ganda Putra Indonesia Pastikan Tiket Semifinal

Meski gagal meraih gelar juara di sektor ganda putra, Indonesia tetap menutup turnamen BWF World Tour Super 500 ini dengan satu gelar.

Kepastian itu datang dari sektor tunggal putra melalui Alwi Farhan. Pebulu tangkis muda Indonesia tersebut tampil dominan di partai final dengan mengalahkan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dua gim langsung 21-5, 21-6, hanya dalam waktu 25 menit.

Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi Indonesia di turnamen berhadiah total 500 ribu dolar AS ini. Selain gelar juara, pencapaian runner up Raymond/Joaquin juga menjadi sinyal menjanjikan bagi regenerasi ganda putra Indonesia ke depan, terutama dalam menghadapi persaingan ketat di level internasional. (09/AGF).