PAGAR ALAM, SUDUTPANDANG.ID – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian berbasis potensi daerah melalui pembangunan gapura Kampung Kopi Salipayak Jokoh di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sekaligus bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong peningkatan ekspor kopi daerah.
Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas, Pramestie Wulandary, menegaskan bahwa kontribusi perusahaan tidak hanya terfokus pada sektor logistik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
“IPC Terminal Petikemas tidak hanya berfokus pada konektivitas logistik nasional, tetapi juga berkomitmen menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan. Melalui pembangunan gapura Kampung Kawe Salipayak Jokoh, kami berharap dapat memperkuat identitas Kopi Pagar Alam sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sejalan dengan upaya peningkatan ekspor kopi Sumatera Selatan,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas
Sebagai salah satu sentra unggulan Kopi Robusta di Sumatera Selatan, Kota Pagar Alam memiliki perkebunan kopi yang tumbuh di ketinggian 1.000–1.600 mdpl di lereng Gunung Dempo.
Komoditas ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan utama masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata edukasi dan kuliner melalui hadirnya desa wisata kopi dan kedai-kedai lokal. Potensi tersebut membuka peluang besar bagi kopi Pagar Alam untuk bersaing di pasar internasional.
Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya Kampung Kawe Salipayak Jokoh, Jangsah, menyampaikan apresiasinya atas dukungan IPC TPK dalam pembangunan gapura desa.
“Terima kasih kepada IPC TPK yang telah memberikan bantuan dengan pembangunan gapura di desa kami. Kami harap ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan Kampung Kawe sebagai sentra wisata dan edukasi kopi di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Gapura Kampung Kopi ini hdirancang sebagai simbol identitas kawasan sekaligus penanda pintu masuk desa penghasil kopi. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan visibilitas wilayah, menarik kunjungan wisatawan, serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan pariwisata berbasis kopi.
Inisiatif ini juga menjadi langkah awal menjadikan Desa Salipayak Jokoh sebagai kebun percontohan sekaligus kampung wisata kopi di Pagar Alam, sekaligus mempertegas posisi Kopi Pagar Alam sebagai komoditas ekspor khas Sumatera Selatan.
Pramestie menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor akan menjadi faktor penting dalam pengembangan kawasan tersebut.
“Ke depan, IPC TPK optimis atas sinergi antara perusahaan dengan kelompok tani, pemerintah daerah, dan masyarakat akan mendorong Kampung Kopi Salipayak Jokoh berkembang menjadi destinasi kopi unggulan yang berdaya saing tinggi, menghadirkan nilai tambah ekonomi lokal, sekaligus memperluas promosi kopi Sumatera Selatan hingga ke tingkat nasional dan internasional,” tutup Pramestie.
Peresmian gapura tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, antara lain Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj Bertha, Anggota DPRD Komisi III Kota Pagar Alam Dedi Stanza, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Pagar Alam Fherla Yudhi Aguslan, Camat Dempo Tengah Buraqqo Bangun, Lurah Jokoh Suidi, perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, serta PT Agri Ekspor Indonesia. (PR/04)









