JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kajari Jaktim), Topik Gunawan mengadakan silaturahmi dengan wartawan pada Rabu (1/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Topik mengenang pengalamannya saat menjadi jurnalis sebelum beralih menjadi seorang jaksa.
Topik Gunawan menceritakan perjalanan kariernya di dunia jurnalistik yang dimulai sejak tahun 1998, dan bagaimana pengalaman tersebut membentuk pandangannya terhadap profesi wartawan.
Topik menjelaskan bahwa ia sangat memahami pola kerja wartawan. Sebelum memulai kariernya di Kejaksaan, ia sempat bekerja di salah satu kantor berita di ibu kota selama setahun.
Pada masa itu, ia mengenang cara wartawan mengirimkan hasil liputan melalui mesin faksimile (fax). Topik juga menuturkan bahwa ia menyadari betul tantangan yang dihadapi wartawan, termasuk tekanan untuk memenuhi target berita.
“Dulu, polanya sangat berbeda dengan sekarang, dan mungkin ke depannya akan berubah lagi. Kami juga memahami tugas media, apalagi jika tidak ada berita, pasti kena omelan di kantor,” ujar Topik.
Lebih lanjut, Topik berbagi kisah tentang pengalamannya selama menjadi wartawan di berbagai lembaga, antara lain di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan DPR.
Topik mengaku mulai aktif menulis sejak di bangku kuliah, di mana ia sering menulis untuk media kampus. Pengalaman ini ia anggap sebagai dasar untuk memahami tantangan yang dihadapi oleh wartawan di lapangan.
Topik juga menceritakan suasana di redaksi tempat ia bekerja. Ia mengungkapkan bahwa setiap pagi, para wartawan harus mengikuti briefing untuk memulai pekerjaan mereka.
Selain itu, setiap bulan mereka diberi target untuk menghasilkan sejumlah berita. Menurutnya, pengalaman tersebut membantunya memahami dinamika dunia jurnalistik yang penuh dengan tekanan dan tuntutan.
“Dulu, setiap bulan harus ada 20 berita yang saya kerjakan. Jadi, pekerjaan kami dimulai dengan briefing pagi dan terus bergerak cepat,” tambah Jaksa humanis yang sebelumnya menjabat Kajari Prabumulih Sumatera Selatan itu.
Topik pun mengapresiasi terhadap hubungan yang terjalin baik antara Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur dan media.
“Saya baru beberapa bulan bertugas sebagai Kajari di Jakarta Timur dan selalu terbuka untuk berkomunikasi dengan media. Jika pertemuan ini terlaksana sekarang, mohon dimaklumi karena saat itu bulan puasa,” tutur Topik didampingi Kasi Intel Yogi Sudharsono.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan untuk terus menjaga hubungan profesional antara kejaksaan dan wartawan demi kelancaran tugas-tugas penyampaian informasi kepada publik.(Paulina/01)










