KDM Minta Dugaan Intimidasi Warga Garut Terkait Dana Desa Diusut

Avatar photo
KDM Minta Dugaan Intimidasi Warga Garut Terkait Dana Desa Diusut
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.(Foto: Dok. Instagram @dedimulyadiofficial)

BANDUNG, SUDUTPANDANG.ID – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menanggapi beredarnya video yang memperlihatkan dugaan intimidasi terhadap seorang warga yang mempertanyakan rencana audit dana desa di Kabupaten Garut.

Menurut Gubernur Jabar yang akrab disapa KDM itu, tindakan yang mengarah pada intimidasi tidak dapat dibenarkan dan harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah setempat.

Dedi meminta Bupati Garut untuk mengusut dugaan tindakan tersebut secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa kritik dan pertanyaan dari warga merupakan bagian dari partisipasi publik yang harus dilindungi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, KDM menyampaikan bahwa aparatur pemerintahan seharusnya bersikap terbuka terhadap masukan masyarakat.

BACA JUGA  Sepeda Masuk Tol? Ternyata Benar-benar Nyata

“Jangan pernah melakukan intimidasi (atau) pengancaman, dalam dunia yang sudah serba terbuka.!Kita ini aparat kalo ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan harus kita terima dengan lapang dada,” kata KDM dilansir Sudutpandang.id akun Tiktok pribadinya @dedimulyadiofficial, Senin (5/1/2026).

Ia menilai bahwa dalam sistem yang semakin transparan, tidak boleh ada pengancaman atau tekanan terhadap warga yang menyampaikan pendapat.

Ia juga menekankan agar tidak ada pembiaran terhadap tindakan yang berpotensi menekan kebebasan warga dalam menyampaikan kritik. Dedi menyatakan telah menginstruksikan agar inspektorat daerah turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa yang bersangkutan.

Sementara itu, Inspektorat Kabupaten Garut menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana desa di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu.

BACA JUGA  Penjelasan MUI Soal Warga Garut Terpapar Paham Radikal

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan penggunaan dana desa berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.

Warga yang diduga menjadi korban intimidasi diketahui bernama Holis Muhlisin (31), seorang pedagang telur yang tinggal di Kampung Babakangadoh, Desa Panggalih.

Dalam video yang beredar di media sosial, Holis tampak menerima kata-kata bernada kasar saat menyampaikan pertanyaan terkait penggunaan dana desa.

Holis menyatakan bahwa kritik yang ia sampaikan bertujuan mendorong perbaikan dan transparansi pembangunan desa.

Ia berharap warga dapat menyampaikan pendapat tanpa rasa takut dan mendapat perlindungan dari pemerintah.

Video tersebut menuai perhatian publik karena memperlihatkan suasana pertemuan desa yang berlangsung tegang. Sejumlah pihak menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ruang partisipasi masyarakat serta memastikan tata kelola pemerintahan desa berjalan secara transparan dan akuntabel.(01)