JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Tepat satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, arah pembangunan di sektor kepemudaan dan olahraga menunjukkan transformasi signifikan. Di bawah komando Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, Kemenpora RI mengambil delapan langkah strategis untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
Langkah-langkah tersebut mencakup reformasi birokrasi, peningkatan kesejahteraan atlet, pembinaan pemuda, hingga penguatan industri olahraga nasional yang berorientasi ekonomi.
1. Deregulasi 191 Aturan Menuju Tata Kelola Efisien
Dalam satu tahun terakhir, Kemenpora RI melakukan langkah besar dengan menyederhanakan 191 Peraturan Menteri (Permen) menjadi 20 aturan baru. Kebijakan deregulasi ini bertujuan memangkas birokrasi agar lebih efisien dan mudah dalam menjalin kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.
“Deregulasi ini menjadi kunci efisiensi birokrasi dan memastikan tata kelola Kemenpora lebih terbuka, transparan, dan melayani,” ujar Menpora Erick Thohir.
2. Reformasi Tata Kelola dan Transparansi Manajemen
Kemenpora kini fokus pada pembenahan manajemen internal agar lebih akuntabel dan transparan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk menciptakan pemerintahan yang efektif. Langkah ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik dan memperkuat integritas lembaga di bawah Kemenpora.
3. Pembinaan Atlet Berkelanjutan Menuju Prestasi Dunia
Menpora menegaskan pentingnya program pembinaan atlet secara berkesinambungan, terutama bagi atlet muda.
Salah satu bentuk konkretnya adalah Piala Presiden U-12 dan U-15, yang menjadi wadah mencari talenta baru di berbagai daerah.
“Kami ingin mencetak atlet yang berprestasi dari usia muda, tidak hanya di sepak bola tetapi di semua cabang olahraga,” kata Erick.
4. Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga Modern
Kemenpora bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun serta merevitalisasi infrastruktur olahraga.
Beberapa fasilitas strategis antara lain Pusat Pelatihan Tim Nasional di Cibubur dan evaluasi P3SON Hambalang agar dapat difungsikan kembali secara maksimal.
“Kami ingin fasilitas pelatihan atlet berkelas internasional bisa dinikmati atlet dan masyarakat,” tegas Menpora.
5. Kesejahteraan Atlet Melalui Program Dana Pensiun
Salah satu terobosan penting Kemenpora di bawah Erick Thohir adalah rencana pemberian dana pensiun bagi atlet dan pelatih berprestasi.
Kebijakan ini merupakan wujud penghargaan negara terhadap perjuangan atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.
6. Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan Pemuda
Kemenpora juga aktif dalam pembinaan karakter pemuda usia 16–30 tahun melalui kegiatan kepemudaan seperti Pramuka, Palang Merah Remaja, serta kegiatan olahraga berbasis komunitas. Erick Thohir menekankan pentingnya membangun generasi muda yang berani bermimpi dan berjiwa patriotik.
“Kita butuh anak muda yang gigih, empatik, dan cinta Tanah Air,” ucapnya.
7. Penyusunan Roadmap Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045
Kemenpora tengah menyiapkan roadmap jangka panjang olahraga nasional hingga tahun 2045.
Erick Thohir menginginkan roadmap ini disusun secara lintas periode agar konsisten dan berkelanjutan, bukan berubah setiap pergantian menteri.
8. Penguatan Industri dan Wisata Olahraga (Sport Tourism)
Langkah terbaru Kemenpora adalah pembentukan Deputi Pengembangan Industri Olahraga yang berfokus pada sport tourism dan industri olahraga nasional. Dengan dukungan InJourney, IMI, Danantara, dan sejumlah mitra strategis, sektor olahraga diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
“Olahraga kini bukan sekadar prestasi, tapi juga penggerak ekonomi rakyat,” tegas Erick Thohir.
Dalam satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, Kemenpora menunjukkan langkah nyata dalam mendorong kemandirian pemuda dan kemajuan olahraga nasional.(PR/04)









