Konferensi SSEAYP 2026 Bangkok Resmi Ditutup

Rangkaian kegiatan The Conference of Government Representatives dalam program The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2026 telah resmi berakhir dengan sukses.
Rangkaian kegiatan The Conference of Government Representatives dalam program The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2026 telah resmi berakhir dengan sukses. (Foto: ist).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Rangkaian kegiatan The Conference of Government Representatives dalam program The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2026 telah resmi berakhir dengan sukses.

Konferensi yang mempertemukan perwakilan pemerintah dan pemuda dari negara-negara Asia Tenggara serta Jepang itu ditutup secara resmi pada Senin malam (16/2/2026) di Ballroom A Centara Hotel, Bangkok, Thailand.

Penutupan konferensi menandai berakhirnya serangkaian diskusi strategis dan perumusan rekomendasi kebijakan kepemudaan yang menjadi agenda utama SSEAYP 2026.

Program tahunan yang digagas Pemerintah Jepang bersama negara-negara ASEAN ini dinilai tetap relevan dalam memperkuat kolaborasi generasi muda lintas negara.

Sejak pagi hari, delegasi telah mengikuti agenda padat yang menjadi puncak konferensi. Enam Discussion Group (DG) mempresentasikan hasil diskusi final mereka yang mengangkat tema-tema dari Sustainable Development Goals (SDGs).

Setiap kelompok membedah isu pembangunan berkelanjutan, mulai dari pendidikan, perubahan iklim, pemberdayaan pemuda, hingga transformasi digital.

Rekomendasi yang dihasilkan difokuskan pada solusi konkret dan kolaboratif yang dapat diterapkan di kawasan ASEAN dan Jepang.

Para delegasi menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan dalam mencapai target-target global SDGs.

BACA JUGA  KBRI Tokyo Buka Layanan Imigrasi di Hamamatsu

Setelah sesi presentasi DG, agenda dilanjutkan dengan Final Presentation Post Program Activity (PPA). PPA merupakan target utama dari program SSEAYP, yang mengharuskan setiap delegasi merancang rencana aksi pasca-program untuk diimplementasikan di negara masing-masing.

Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia mempresentasikan PPA bertema “Merakit: Meraih Asa untuk Bangkit”. Konsep ini menitikberatkan pada penguatan kolaborasi pemuda dalam pembangunan sosial melalui inovasi, jejaring lintas sektor, serta pemberdayaan komunitas lokal.

Presentasi delegasi Indonesia mendapatkan apresiasi positif dari peserta konferensi. Forum menilai gagasan tersebut sejalan dengan semangat SSEAYP dalam mendorong kepemimpinan muda yang adaptif dan berorientasi solusi.

Sore harinya, kegiatan ditutup secara simbolis dengan penyerahan sertifikat partisipasi kepada seluruh delegasi. Sertifikat diserahkan langsung oleh Makino Masahiro, Administrator Cabinet Office of Japan.

Dalam sambutannya, Makino menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh perwakilan pemerintah dan alumni dari negara-negara ASEAN dan Jepang.

Ia menekankan bahwa SSEAYP bukan sekadar program pertukaran pemuda, melainkan wadah pembentukan kepemimpinan global.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi aktif seluruh perwakilan pemuda ASEAN dan Jepang dalam konferensi ini,” ujar Makino dalam pidatonya.

BACA JUGA  Kalah Telak di Kandang Jepang, Timnas Indonesia Dicukur 0-6 

Ia berharap melalui SSEAYP akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan positif di kawasan.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat rasa persaudaraan, persahabatan, dan saling pengertian antara negara-negara ASEAN dan Jepang.

Program The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program sendiri telah menjadi salah satu inisiatif kerja sama kepemudaan paling konsisten di kawasan.

Sejak pertama kali diluncurkan, SSEAYP berperan sebagai platform dialog lintas budaya, pengembangan kapasitas, dan jejaring internasional bagi generasi muda.

Pada malam hari, rangkaian kegiatan ditutup dengan Farewell Party SSEAYP ke-49 yang berlangsung meriah. Setiap delegasi diberi kesempatan menampilkan pertunjukan seni dan budaya dari negara masing-masing dengan durasi maksimal tiga menit.

Kontingen Indonesia tampil memukau dengan membawakan lagu medley Indonesia dalam format akapela. Penampilan tersebut berhasil menghangatkan suasana dan mendapat sambutan meriah dari peserta konferensi.

Suasana penuh keakraban mewarnai acara perpisahan, mencerminkan eratnya hubungan yang terjalin selama program berlangsung.

Para delegasi memanfaatkan momen tersebut untuk memperkuat jejaring dan komitmen kolaborasi lintas negara di masa mendatang.

BACA JUGA  Komite IV DPD RI Gelar Uji Sahih RUU Pengelolaan Aset Daerah di IPDN

Konferensi SSEAYP 2026 di Bangkok dinilai sukses tidak hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari kualitas rekomendasi yang dihasilkan.

Hasil diskusi dan PPA diharapkan dapat menjadi pijakan konkret bagi pengembangan kebijakan kepemudaan di masing-masing negara peserta.

Dengan berakhirnya konferensi ini, para delegasi akan kembali ke negara asal membawa gagasan, jejaring, serta pengalaman lintas budaya yang diharapkan dapat memperkuat kontribusi pemuda terhadap pembangunan nasional dan regional.

Ke depan, SSEAYP diharapkan terus menjadi ruang strategis bagi generasi muda ASEAN dan Jepang dalam menjawab tantangan global melalui kolaborasi, inovasi, dan kepemimpinan berkelanjutan. (AGF/09).