JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, mencatat pertumbuhan kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan unaudited, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp6,19 triliun atau tumbuh 65 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan, peningkatan kinerja tersebut merupakan hasil kedisiplinan dalam mengeksekusi strategi di seluruh lini bisnis.
“Fokus kami pada tiga hal pokok, yakni peningkatan produktivitas, efisiensi yang tepat, serta optimalisasi aset yang dijalankan secara konsisten. Pencapaian laba unaudited Rp6,19 triliun ini bukan sekadar windfall profit dari fluktuasi harga komoditas, melainkan dampak nyata transformasi dan perbaikan mendasar cara kami bekerja,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Dari sisi operasional, peningkatan kinerja ditopang produktivitas sektor hulu (on farm) dan hilir yang sama-sama menguat. Produktivitas tandan buah segar (TBS) tercatat mencapai 20,63 ton per hektare (ton/ha), naik 3 persen secara tahunan.
Adapun produktivitas crude palm oil (CPO) dari sektor hilir mencapai 4,70 ton/ha atau tumbuh 9 persen secara YoY. Capaian ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Efisiensi Dorong Margin EBITDA
Pertumbuhan laba bersih hingga 65 persen YoY juga ditopang program efisiensi yang kini menjadi motor utama profitabilitas perusahaan.
Jatmiko menjelaskan, perseroan menekan tingkat kehilangan (losses), meningkatkan rendemen minyak sawit melalui modernisasi pabrik, serta mendorong digitalisasi proses bisnis guna memperkuat pengawasan dan pengambilan keputusan yang berorientasi pada efektivitas dan efisiensi.
Hasilnya, margin EBITDA perusahaan meningkat menjadi 26,05 persen atau naik 11,44 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan laba tersebut juga tercermin pada peningkatan rasio profitabilitas perusahaan.
ROA Melonjak Dua Kali Lipat dalam Tiga Tahun
Indikator efektivitas pengelolaan aset atau return on asset (ROA) turut menunjukkan tren positif. Realisasi ROA PalmCo mencapai 7,9 persen, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 4,9 persen.
“Dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA kami tumbuh sekitar 49 persen. Tren kenaikan ini konsisten sejak 2023. Secara kumulatif dalam tiga tahun terakhir, indikator profitabilitas aset telah meningkat lebih dari dua kali lipat,” terang Jatmiko.
Ia menambahkan, peningkatan ROA menunjukkan setiap rupiah aset yang dikelola perusahaan mampu memberikan nilai tambah secara optimal.
“Ke depan, PalmCo akan terus memperkuat operational excellence untuk mendukung ketahanan energi dan pangan nasional, sekaligus memberikan kontribusi dividen yang optimal bagi negara,” pungkasnya.(PR/01)

