Langkah Berani! Ketua Satgas PWI Pusat Kirim Anggotanya ke Ukraina

Langkah Berani! Ketua Satgas PWI Pusat Kirim Anggotanya ke Ukraina
Anggota Satgas Anti Hoax PWI Pusat Algooth Putranto.(Foto: istimewa)

“Kunjungan di tengah perang ini semoga menjadi awal mempersiapkan hubungan lebih baik kedua negara di masa damai.”

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Di tengah konflik berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia, Satuan Tugas (Satgas) Anti Hoax Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengirimkan salah satu anggotanya, Algooth Putranto, ke Ukraina untuk menjalankan misi strategis.

Wartawan Suara Merdeka ini akan mempelajari pola penyebaran hoaks dalam situasi perang serta memperkuat diplomasi masyarakat sipil Indonesia di level global.

Ketua Satgas Anti Hoaks PWI Pusat, Budi Nugraha, menyatakan bahwa keputusan ini sebagai langkah penting dalam memperluas kiprah organisasi di ranah internasional.

Algooth, yang juga Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) mewakili Indonesia dalam acara Conversation of the Free: Ukraine and Indonesiayang didukung oleh Renaissance Foundation.

“Ini bukan sekadar partisipasi. Kehadiran Algooth adalah bagian dari komitmen kami melawan disinformasi global, termasuk di wilayah konflik,” ujar Budi Nugraha dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/5).

BACA JUGA  Kepolisian Fasilitasi Pembuatan Surat Kehilangan Bagi Korban Kebakaran

Menurut Dosen Ilmu Komunikasi itu, selain menghadiri forum tersebut, Algooth juga dijadwalkan mengisi kuliah umum di sejumlah perguruan tinggi di Ukraina atas undangan resmi dari KBRI Kyiv.

Ia membawa misi untuk berbagi perspektif Indonesia dalam komunikasi budaya, melawan narasi palsu, dan mempererat hubungan antarbangsa melalui pendekatan berbasis masyarakat.

Langkah ini bertepatan dengan peringatan 33 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Ukraina. Bahkan pada April 2025, pemerintah Ukraina telah meresmikan Pusat Kajian Budaya Indonesia di Nizhyn Mykola Gogol State University.

Selanjutnya disusul dengan penandatanganan MoU antara Indonesia dan Akademi Nasional Manajemen Budaya dan Seni Ukraina (NAKKIm).

Bukan Sekadar Undangan Akademik 

Algooth menyatakan bahwa kunjungan ini lebih dari sekadar undangan akademik.

BACA JUGA  MAKI: Dewas KPK-Polda Mesti Usut Dugaan Gratifikasi Rumah Firli Bahuri

“Ini adalah momen untuk memperkenalkan wajah Indonesia yang berbeda, bangsa yang aktif berdiplomasi, berpihak pada perdamaian, dan peduli pada arus informasi yang sehat,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia dan Ukraina memiliki ikatan sejarah yang tidak bisa dipisahkan.

Sebagai bangsa, lanjutnya, kita berhutang sangat besar kepada Ukraina.

“Tanpa perjuangan mereka di PBB tidak akan ada bangsa merdeka Indonesia. Sayang, kita terpisah oleh perang ideologi. Kunjungan di tengah perang ini semoga menjadi awal mempersiapkan hubungan lebih baik kedua negara di masa damai,” tutur Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid (Usahid) Jakarta itu.(01)